Temulawak, Tanaman Obat Asli Indonesia yang Menjadi Unggulan

536
Temulawak
Temulawak diperjuangkan menjadi ikon tanaman obat asli Indonesia. (Foto: jpnn.com)

1001indonesia.net – Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) merupakan tanaman obat asli Indonesia. Tanaman ini sudah lama digunakan sebagai salah satu bahan utama dalam jamu tradisional. Saat ini, tanaman yang termasuk dalam suku jahe-jahean (Zingiberaceae) ini merupakan satu dari sembilan tanaman obat unggulan Indonesia bersama jati belanda, daun salam, sambiloto, kunyit, cabai jawa, mengkudu, jambu biji, dan jahe merah.

Rimpang temulawak mempunyai manfaat yang beragam. Selain mengurangi risiko penyakit lever, tanaman ini melindungi fungsi empedu, menurunkan kadar kolesterol, anti radang, sebagai pencahar, peluruh kencing, menghilangkan nyeri sendi, meningkatkan nafsu makan, melancarkan ASI, membersihkan darah, dan anti mikroba.

Temulawak merupakan tanaman obat asli Indonesia, khususnya Pulau Jawa. Meskipun tanaman ini telah tersebar ke berbagai negara, tapi temulawak Indonesia lah yang paling dicari. Di Indonesia, kabarnya tanaman temulawak yang paling unggul ditanam di Semarang, Jawa Tengah.

Minat masyarakat dunia terhadap tanaman obat Indonesia meningkat. Sebuah perusahaan asing dari Amerika bahkan telah mematenkan zat aktif temulawak untuk obat lever, antikanker, serta jantung.

Berita ini menggembirakan sekaligus menjadi tantangan. Beberapa negara asing serius untuk meneliti tanaman obat Indonesia dan kemudian mematenkan hasil penelitiannya. Namun, di sisi lain, Indonesia sendiri tidak mampu melindungi sumber daya alamnya.

Setelah dipantenkan, zat aktif tanaman obat tradisional Indonesia itu kemudian diproduksi menjadi obat yang harganya jauh lebih mahal daripada obat tradisional dengan bahan mentah sama yang sebenarnya sudah lama diproduksi di dalam negeri. Keuntungan obat-obat herbal modern yang sudah dipatenkan itu adalah adanya bukti ilmiah zat-zat obat yang dikandungnya.

Ini berbeda dengan jamu tradisional yang meski sudah digunakan orang Indonesia selama berabad-abad, belum ada bukti ilmiahnya. Untuk itu Indonesia meski mengikuti perkembangan zaman.

Menjadi tantangan pemerintah dan industri jamu di Indonesia untuk mengembangkan riset mengenai potensi tanaman obat di Indonesia. Selain untuk mengembangkan potensi yang ada, penelitian ini juga diperlukan agar obat-obat herbal Indonesia memenuhi standar mutu sehingga dapat bersaing di kancah internasional.

Temulawak sendiri sedang diupayakan menjadi ikon tanaman obat Indonesia, layaknya ginseng bagi masyarakat Korea Selatan. Namun, belum ada rencana strategis nasional hulu ke hilir untuk mengembangkan tanaman obat, terutama guna mengangkat temulawak sebagai ikon tanaman obat Indonesia (Kompas 17/11/2016).

Untuk menjadikan temulawak sebagai ikon dan kemudian mempromosikan di dunia internasional—selain yang sudah dilakukan oleh pihak asing—Indonesia sendiri perlu melakukan riset serius mengenai khasiat tanaman obat ini. Riset yang ada saat ini masih sangat minim. Ini dikarenakan riset obat berbiaya mahal dan membutuhkan waktu yang lama. Oleh karena itu, dukungan pemerintah mutlak diperlukan.

Di sisi lain, obat herbal Indonesia menghadapi persaingan yang sulit di negeri sendiri akibat gempuran obat herbal dari luar negeri. Dari 8.000 produk jamu yang terdaftar di BPOM, sekitar 1.000 di antaranya impor. Ini membuat upaya untuk mengangkat potensi obat herbal Nusantara di kancah dunia semakin tidak mudah.

LEAVE A REPLY

nine + eleven =