Tanaman Begonia, Keindahan dan Keunikan Flora Nusantara

854
Taman Begonia Lembang
Ilustrasi Taman Begonia di Lembang, Bandung. (Foto: tempatwisatadibandung.info)

1001indonesia.net – Tanaman begonia tergolong unik dengan ciri spesifik yang tak dimiliki tumbuhan lain. Tanaman yang termasuk dalam keluarga tumbuhan berbunga ini punya helai daun tak simetris. Dengan jumlah spesies mencapai sekitar 1.800 jenis di kawasan tropis dan subtropis, begonia termasuk tumbuhan berbunga terbesar di dunia.

Nama begonia pertama kali diberikan oleh seorang pastor yang juga ahli botani berkebangsaan Prancis, Charles Plumier (1646–1704). Pada 1690, Plumier menemukan enam jenis tumbuhan baru di Kepulauan Antiles dalam ekspedisi yang disponsori oleh Michel Bégon (1638–1710). Untuk menghormati namanya, Plumier menamakan tumbuhan yang baru ia temukan tersebut sebagai begonia.

Di Indonesia, tanaman yang lebih dikenal sebagai tanaman hias ini ada di hampir semua pulau besar dan kecil. Tanaman begonia banyak ditemukan di Kalimantan, Sumatra, Sulawesi, sampai Papua. Keanekaragaman dan keunikan begonia alam di Papua membuat banyak botanikus mancanegara tertarik untuk mempelajari tanaman ini di habitat aslinya.

Begonia adalah tanaman semusim yang tumbuh di permukaan, di daratan rendah hingga di pegunungan dengan ketinggian 200 hingga 2.400 meter di atas permukaan laut. Tanaman ini tumbuh subur di tanah yang kaya nutrisi, terutama di tempat lembab dan terlindung, biasanya berupa hutan tropis dengan udara yang sejuk dan dingin. Sebab itu, banyak jenis tanaman eksotik ini ditemukan di daerah sekitar sungai atau air terjun.

Sejauh ini, jenis tanaman begonia yang teridentifikasi sedikit. Baru 200 sampai 250 jenis di Indonesia yang teridentifikasi. Jenis terbaru ditemukan di kawasan taman nasional, tepatnya di Taman Nasional Manusela di Pulau Seram, Maluku (Kompas 21/11/2016).

Begonia yang baru diidentifikasi tersebut dinamai Begonia nephrophylla. Nama begonia jenis baru itu mengacu pada bentuk daunnya yang menyerupai ginjal. Nephrophylla dari bahasa Yunani nephros atau ginjal dan phyllus atau daun.

Sebagai Tanaman Hias

Begonia paling umum dikenal sebagai tanaman hias. Keindahan tanaman ini terutama terletak pada daunnya yang sangat dekoratif dengan berbagai variasi bentuk, seperti bentuk hati, bintang, bulat, dan oval. Yang paling menarik adalah helai daunnya tak simetris, yaitu jika dibelah di tengah bentuk daun sebelah kiri dan kanan berlainan.

Keeksotikan daunnya kian menawan karena permukaan daunnya sebagian memiliki bulu atau rambut tebal mirip permadani. Selain berbulu, terdapat daun dengan permukaan licin juga ada yang berkerut. Corak dan warna daunnya pun beragam, ada beludru, merah, bintik-bintik, dan keperakan.

Begitu pun bunganya, baik warna maupun bentuknya sangat beragam. Dengan warna merah muda, oranye, merah, putih, ungu, dan kuning, bunganya tampil dengan sangat elegan. Ditambah dengan bentuk bunga dan tangkainya yang beragam, menjadikan tanaman hias ini sangat menarik.

Manfaat Lain

Tidak hanya sebagai tanaman hias, tumbuhan ini ternyata memiliki banyak kegunaan lain. Beberapa jenis tanaman ini dapat dikonsumsi sebagai sayur, pengganti asam, dan tanaman obat.

Di Jawa Barat, Begonia Multangula dan Begonia robusta dikenal dengan nama lokal hariang atau asam-asam, pengganti rasa asam untuk sayur. Hal yang sama dilakukan di Bali. Anak-anak Bali bahkan menyukai bunganya yang asam sehingga terasa menyengat di lidah.

Beberapa jenis tanaman begonia berakar rimpang dan digunakan sebagai tanaman obat penyembuh luka baru, demam, penyakit kelamin sipilis, serta obat sakit perut.

Daun, batang, dan bunga begonia mengandung saponin. Daunnya juga mengandung tanin, sedangkan batang dan bunganya mengandung flavonoida dan folifenol.

Begonia baliensis, spesies liar di Bali, dipakai warga sebagai pereda demam dan batuk. Begonia endemik di Sulawesi Tengah jadi tanaman obat diare dan kanker.

Selain identifikasi jenis begonia alam, kawin silang dilakukan demi menghasilkan jenis baru. Begonia hasil persilangan punya daya tahan lebih dibanding induknya.

Di Kebun Raya Eka Karya Bali di Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali, ada koleksi begonia hasil kawin silang selain koleksi begonia alam. Kebun raya ini mempunyai Taman Begonia sebagai pusat konservasi tumbuhan di luar habitat aslinya.

Taman ini memiliki koleksi begonia terlengkap di Indonesia, lebih dari 300 jenis, baik dari jenis alam atau spesies liar maupun hasil persilangan, dari Indonesia dan luar negeri. Seiring waktu, koleksinya terus bertambah sebagai hasil eksplorasi para peneliti.

Sumber:

  • Kompas, Sabtu, 21 dan 26 November 2016.
  • Hartutiningsih dan M. Siregar, Mengenal dan Merawat Begonia, Jakarta: AgroMedia Pustaka, 2008.
  • Tri Vivi Suryani, Begonia: Daun Menawan Bunga Rupawan, Yogyakarta: Penerbit Kanisius, 2010.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

five − 1 =