Taman Nasional dan Cagar Alam Utama di Indonesia

5380
Taman Nasional Ujung Kulon (Foto: Evergreen)

1001indonesia.net – Indonesia telah memiliki rekam jejak yang bagus dalam mengembangkan daerah yang dilindungi yang meliputi semua jenis habitat terbesar. Dengan 50 taman nasional dan ratusan cagar alam yang telah ada, banyak flora dan fauna asli Indonesia berkesempatan untuk terus lestari jika peraturan pemerintah dalam pengelolaan daerah itu ditaati.

Beberapa Taman Nasional yang dimiliki Indonesia diterima sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, antara lain Taman Nasional Komodo (NTT dan NTB), Taman Nasional Lorentz (Papua), dan Taman Nasional Ujung Kulon (Banten).

Di bawah ini, diuraikan beberapa taman nasional dan cagar alam utama yang ada di kepulauan Indonesia.

Taman Nasional Gunung Leuser (Sumatra)

Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) seluas 1.094.692 ha, berada pada ketinggian 3.404 m dari permukaan laut. Secara administratif, taman nasional ini berada di dua provinsi, yaitu Sumatra Utara dan Aceh.

Dengan ukuran dan keragaman habitatnya yang besar, taman ini menjadi salah satu taman terpenting di Asia Tenggara. Di dalamnya terdapat ribuan jenis tumbuhan, beberapa di antaranya tidak terdapat di tempat lain.

Bahkan kunjungan singkat ke taman ini saja akan membuka kekaguman atas keragaman hutan hujan tropika, dari pohon tinggi menonjol sampai tumbuhan bawah yang menyukai keteduhan seperti jahe.

Taman ini diperkirakan melindungi sekitar 89 jenis spesies langka, di antaranya orangutan sumatra (Pongo pygmaeus abelii), badak sumatra (Dicerorhinus sumatrensis), harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae), gajah sumatra (Elephas maximus), beruang madu (Helarctos malayanus), rangkong papan (Buceros bicornis), ajag (Cuon Alpinus), dan Siamang (Hylobates syndactylus).

Taman Nasional Kerinci Seblat (Sumatra)

Taman Nasional Kerinci Seblat menawarkan kesempatan bagus bagi siapa saja untuk melihat tumbuhan hutan pegunungan dan daerah sub-alpin, dataran tinggi, rawa air tawar tertinggi di Sumatra, serta puncak gunung dengan tinggi mencapai 3.800 m di atas permukaan laut.

Taman nasional terbesar di Sumatra ini meliputi daerah seluas hampir 15.000 kilometer persegi yang membentang di 4 provinsi. Berlokasi di sepanjang Pegunungan Bukit Barisan yang memiliki wilayah dataran tertinggi di Sumatera, Gunung Kerinci, taman ini melindungi flora dan fauna khas Sumatra. Di antara 26 jenis Rhododendron yang ditemukan di Sumatra juga ada di sini. Di taman ini terdapat bunga terbesar di dunia, Rafflesia, dan bunga tertinggi di dunia, Titan Arum (Amorphophallus titanum).

Dengan masuknya Warisan Hutan Hujan Tropis Sumatra ke dalam daftar Situs Warisan Dunia oleh UNESCO, membuat Taman Nasional Kerinci Seblat juga diterima sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, bersama dengan Taman Nasional Gunung Leuser dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.

Taman Nasional Way Kambas (Sumatra)

Fungsi utama taman nasional yang terletak di Lampung ini adalah sebagai tempat perlindungan gajah sumatra. Di dalamnya terdapat sekolah gajah (Pusat Latihan Gajah) pertama di Indonesia.

Walaupun banyak vegetasi alam di Way Kambas telah rusak oleh kegiatan manusia, taman ini masih mengandung satu dari beberapa daerah hutan dipterocarp dataran rendah Sumatra. Sebagian wilayah taman nasional ini merupakan daerah berawa. Selain itu, ada beberapa hewan yang terancam punah yang dilindungi dalam taman ini, di antaranya badak sumatra, harimau sumatra, mentok rimba, dan buaya sepit.

Taman Nasional Tanjung Puting (Kalimantan)

Taman nasional ini berlokasi di semenanjung barat daya provinsi Kalimantan Tengah. Terletak di tanah aluvial dekat pantai dengan area tertinggi hanya 11 m dpl. Pada awalnya, area ini ditetapkan sebagai cagar alam dan suaka margasatwa oleh pemerintah Hindia Belanda pada 1937. Pemerintah Indonesia kemudian menetapkannya sebagai Taman Nasional dengan luas seluruhnya mencakup 415.040 ha pada 1996.

Hutan di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting terdiri atas pepohonan berukuran rendah sampai sedang khas hutan kerangas tropika, membentuk tipe vegetasi yang banyak ditumbuhi palem, Pandanus, tumbuhan epifit, dan tumbuhan pemakan serangga.

Tiga sungai berair hitam mendukung hutan rawa air tawar sepanjang sisinya, sementara itu pohon berakar udara dan berpori di beberapa tempat menunjukkan kurangnya oksigen tanah anaerob hutan rawa gambut.

Taman Nasional Ujung Kulon (Jawa)

Dikenal sebagai rumah bagi satwa badak Jawa yang masih ada. Keindahan flora Ujung Kulon sangat menarik karena adanya proses penutupan kembali setelah ledakan Krakatau mengirim gelombang laut yang menghancurkan semenanjung. Di sini terdapat hutan dataran rendah ditumbuhi banyak rotan dan palem lain, juga daerah hutan pinggir pantai dan bakau sangat indah.

Bagian yang juga sangat menarik adalah empat pulau kelompok Krakatau, tiga pulau merupakan sisa gunung api asli, sementara yang keempat adalah anak Krakatau yang muncul 45 tahun kemudian setelah meletus. Pulau-pulau tersebut menyediakan laboratorium alam yang menarik bagi ahli botani untuk mempelajari pola perpindahan di pulau baru itu.

Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango

Taman Nasional Gunung Gede-Prangago (TNGGP) memiliki pegaruh besar dalam sejarah konservasi di Indonesia. Lokasi yang ditetapkan sebagai taman nasional pada 1980 ini menjadi lokasi favorit bagi penelitian flora karena mudahnya jalan masuk melalui Kebun Raya Cibodas. Lokasinya hanya berjarak 100 km dari Jakarta.

Luas taman mencakup 22.851,03 ha dengan ketinggian mencapai 3.029 m. Lereng gunung ditutupi oleh hutan pegunungan rendah, hutan pegunungan, dan lumut sub-alpin, dengan tegakan bunga abadi edelweiss Jawa yang berbeda di dekat puncaknya.

Dalam kawasan hutannya, terdapat biodiversivitas yang kaya, di antaranya Rasamala “si pohon raksasa”, kantong semar “si pemburu serangga” (Nephentes spp), berjenis-jenis anggrek hutan, dan bahkan ada beberapa jenis tumbuhan yang belum dikenal namanya secara ilmiah, seperti jamur yang bercahaya.

Selain keunikan tumbuhannya, kawasan ini juga menjadi habitat dari berbagai jenis satwa liar, seperti kepik raksasa, sejenis kumbang, lebih dari 100 jenis mamalia seperti Kijang, Pelanduk, Anjing hutan, Macan tutul, dan Sigung, serta 250 jenis burung. Kawasan ini juga merupakan habitat owa jawa, surili, lutung, juga elang jawa yang populasinya di ambang kepunahan. Keindahan ekologi hutannya menarik banyak wisatawan untuk berkunjung.

Taman Nasional Baluran (Jawa)

Taman nasional yang dijuluki Afrika van Java atau Little Africa in Java ini terletak di Pulau Jawa bagian timur yang kering. Baluran menawarkan sederet habitat menarik di daerah yang relatif kecil. Sabana dengan pohon berkayu jarang, khas Jawa, walaupun mungkin terjadi karena api. Vegetasi asli dalam taman ini mencakup hutan pantai, bakau, dan hutan musim di lereng perbukitan. Juga terdapat jenis tanaman baru, seperti Acacia dan Lantana.

Taman Nasional Lore Lindu (Sulawesi)

Tipe vegetasi utama taman nasional yang ada di Provinsi Sulawesi Tengah ini adalah hutan pegunungan. Luas area mencakup 217.991.18 ha dengan ketinggian mencapai 1.000 m dpl. Sulawesi merupakan batas terbarat Eucalyptus dengan hanya satu jenis, Eucalyptus deglupta. Pohon ini mudah dikenal karena tingginya, batang lurus, dan kulit penuh warna yang selalu terkelupas sehingga bebas epifit.

Taman Nasional Morowali (Sulawesi)

Morowali terletak di dataran aluvial luas (yang sebagian besar di Indonesia telah diubah menjadi pertanian) dan tanah ultrabasik menghasilkan tanaman perdu rendah. Tipe habitat lain yang menarik dalam cagar alam seluas 225.000 ha ini adalah dataran banjir yang ditumbuhi Casuarina. Banyaknya tumbuhan pemakan serangga di cagar alam ini menunjukkan rendahnya hara tanah.

Cagar Alam Tangkoko Batuangus (Sulawesi)

Provinsi Sulawesi Utara terletak di antara dua titik cekungan tektonik dengan gunung berapi aktif, termasuk gunung api di Cagar Alam Tangkoko. Area cagar alam ini memiliki tanah yang sangat subur. Hutan di dalamnya diperkaya oleh pohon beringin dan pohon buah lainnya yang mendukung perkembangan burung dan mamalia. Ketinggian tempatnya mencapai 1.351 m dpl, meliputi habitat dataran rendah, hutan pegunungan rendah, dan hutan lumut.

Taman Wisata Alam Ruteng (NTT)

Taman seluas 32.245,60 ha ini melindungi beberapa contoh terbaik hutan pegunungan lembap (musim dan malar hijau) Kepulauan Sunda Kecil, termasuk gunung Ranaka yang berketinggian 2.140 m, puncak tertinggi di Flores. Di bawah puncaknya terdapat vegetasi alpin.

Taman Nasional Komodo (NTT dan NTB)

Terkenal karena komodonya. Taman ini terdiri atas beberapa pulau dengan tiga pulau utama, yaitu Pulau Komodo, Pulau Rinca, Dan Pulau Padar. Kawasan ini curah hujannya rendah sehingga miskin flora dan fauna. Keterjalan bukit secara umum tertutup rumput dengan pohon tal dan Zizyphus yang berpencar. Terdapat tegakan pohon padat di sepanjang alur air dan epifit seperti anggrek yang tumbuh dalam keadaan yang memungkinkan.

Cagar Alam Lorentz (Papua)

Terbesar di Asia Tenggara dengan luas 2,4 juta ha, Cagar Alam Lorentz mengandung semua tipe habitat besar yang terdapat di Papua, meliputi bakau, hutan rawa, hutan pegunungan, serta vegetasi subalpin dan alpin. Cagar alam ini mempunyai gunung tertinggi di Indonesia, Gunung Jaya dengan Puncak Jayanya (5039 m), dan salju abadi khatulistiwa.

Cagar Alam Wasur (Papua)

Cagar alam yang dijuluki Serengeti Papua ini merupakan padang rumput sangat luas (sekitar 70%) dengan rawa ilalang dan hutan musim campuran. Pohon paling khas adalah pohon kayu putih (Melaleuca leucodendron), berkulit tebal, terkelupas ringan dan mudah tumbuh kembali untuk mencegah kerusakan oleh api. Taman ini sangat datar dan dataran rendah.

LEAVE A REPLY

one × four =