Phylloscopus rotiensis, Penemuan Spesies Baru Burung di Kawasan Wallacea

66
Phylloscopus rotiensis
Rote Leaf-Warbler (Phylloscopus rotiensis) ditemukan di Pulau Rote dan memiliki ciri khas pada paruhnya yang panjang. (Foto: www.eurekalert.org)

1001indonesia.net – Riset gabungan antara National University of Singapore (NUS) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia menemukan spesies baru burung di kawasan Wallacea. Burung jenis baru tersebut dinamakan Rote Leaf-Warbler (Phylloscopus rotiensis), termasuk dalam famili Phylloscopidae. Spesies baru ini ditemukan di Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur.

Seperti yang dilansir Kompas, spesies baru burung ini memiliki ciri khusus yang membedakannya dari kerabat dekat lainnya, yaitu paruhnya lebih panjang sekitar 15 persen. Bentuk paruhnya yang unik kemungkinan merupakan adaptasi lanskap kering Rote. Pasalnya, sebagian besar leaf-warbler Asia lainnya tinggal di hutan lembab.

Phylloscopus rotiensis berukuran kecil. Panjang tubuhnya 10,3 cm dengan bobot 7,5 gram, panjang paruh 1,63 cm, panjang sayap 5,7 cm, bentangan sayap 15,5 cm, panjang ekor 3,8 cm, dan tinggi kaki 2,02 cm.

Keberadaan leaf-warbler di Pulau Rote pertama kali tercatat pada bulan Desember 2004 oleh Dr. Colin Trainor dari Charles Darwin University, Australia. Kemudian pada bulan Juli 2009, Philippe Verbelen dan Veerle Dossche, dua pengamat burung dari Belgia, melakukan pengamatan mendetail dan memperoleh serangkaian foto burung tersebut.

Tidak mudah untuk menyimpulkan seekor burung dikatakan sebagai jenis baru. Sebab, setiap perjumpaan dengan suatu jenis yang diperkirakan baru, jenis-jenis yang ada harus diteliti melalui spesimen yang tersimpan di museum atau pengamatan lapangan.

Apabila sudah dikaji berbagai karakternya, baik yang kasatmata (morfologi) maupun hasil analisis molekuler dan perilakunya ternyata berbeda, barulah bisa diambil kesimpulan bahwa burung itu merupakan spesies baru.

Kebetulan tahun lalu, di pulau yang sama, juga ada satu jenis penemuan baru, yaitu Myzomela irianawidodae. Fakta ditemukannya dua spesies baru dalam 12 bulan terakhir di pulau Rote ini tentu menjadi nilai tersendiri di ranah konservasi Indonesia.

Myzomela irianawidodae
Myzomela irianawidodae merupakan spesies baru burung yang ditemukan di Pulau Rote pada 2017. Burung mungil ini menggunakan nama Ibu Negara, sebagai penghargaan terhadap Ibu Iriara yang sangat memperhatikan kehidupan burung. (Foto: LIPI)

Menurut data yang diungkap laman Burung Indonesia pada 2017, di Indonesia terdapat 1.769 spesies burung. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan data 2015 yang mencatat ada 1.672 spesies burung di Indonesia. Penambahan spesies burung tersebut datang dari penelitian-penelitian terbaru.

Diperkirakan terdapat 700 spesies burung di kawasan Wallacea yang meliputi Sulawesi, Maluku, dan Nusa Tenggara. Angka tersebut berpotensi bertambah lewat penemuan jenis-jenis baru. Pesaing keragaman jenis burung di kawasan Wallacea hanya bisa ditemukan di wilayah Papua.

Namun, dengan kondisi alam Pulau Rote yang kian padat oleh populasi manusia, populasi burung-burung di sana bisa terancam. Itu sebabnya, para peneliti mengusulkan supaya leaf-warbler sesegera mungkin secara formal dimasukkan ke dalam klasifikasi rentan punah.

Baca Juga: Garis Wallacea dan Garis Weber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

four − 3 =