Garis Wallacea dan Garis Weber

1166
Garis Wallacea dan Garis Weber
Pembagian Wilayah Wallacea dan Wilayah Weber (Sumber: hmgi.or.id)

1001indonesia.net – Kepulauan Nusantara dapat memberikan informasi bagaimana lempeng bumi dan benua terbentuk. Dengan mengamati apa yang terjadi di pulau-pulau tersebut, dirumuskanlah apa yang disebut dengan garis wallacea yang menjadi penanda antara lempeng Asia (landas Sunda) dengan Indonesia bagian tengah, dan Garis Weber yang membatasi antara Indonesia bagian tengah dengan Australia-Papua (landas Sahul). Kedua garis ini juga menandai adanya bagian laut amat dalam yang terdapat di Selat Makassar (bahkan palung laut) dan di perairan Banda-Maluku.

Wilayah dalam garis weber dikenal karena menunjukkan jejak pertautan antara Papua dengan Australia. Jenis flora fauna juga menunjukkan kedekatan misalnya, keluarga kanguru-wallaby yang terdapat di Papua dan Australia.

Wilayah dalam garis wallacea dikenal karena dianggap bersambungan dengan dunia Australia dan Pasifik, namun kemudian terpisah dalam waktu yang amat lama. Wilayah ini kemudian memunculkan ciri yang berbeda dengan wilayah landas Sunda (Asia) dan landas Sahul (Papua-Australia). Ciri ini dapat dilihat dalam satwa seperti Anoa (Sapi yang berukuran kecil dan hidup sebagai pengembara hutan) dan maleo (sejenis burung-tak terbang). Maleo hidup di semak hutan, namun ketika hendak berkembang biak, menuju pasir untuk memilih pasir yang hangat, dan menggaru pasir untuk meletakkan telurnya.

Penelitian mengenai flora-fauna wallacea ini juga menjadi salah satu rujukan studi Charles Darwin mengenai evolusi. Dalam perkembangannya, pengamatan yang cermat terhadap kedua garis ini juga akan membantu pengembangan pengetahuan kita mengenai evolusi (melalui teori evolusi Charles Darwin), mengenai landas dunia, mengenai rentang cincin api (lintasan gunung api), serta pengetahuan mengenai mineral dunia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

five × three =