Penyu Belimbing, Penyu Terbesar di Dunia yang Terancam Punah

144
Penyu Belimbing
Foto: ctenvironment.org

1001indonesia.net – Di antara enam jenis penyu yang ada di Indonesia, penyu belimbing (Dermochelys coriacea) adalah yang terbesar. Panjang badannya bisa mencapai 2,75 meter dengan bobot 600 sampai 700 kilogram. Selain sebagai spesies penyu terbesar di dunia, penyu belimbing juga merupakan reptil terbesar ke-4 di dunia setelah tiga jenis buaya.

Penyu belimbing tersebar di seluruh dunia, kecuali daerah kutub. Di Indonesia banyak dijumpai di daerah kepala burung Papua, di antaranya di pantai Jamursba Medi. Pernah ditemukan bertelur di pantai selatan Klungkung, Bali. Ditemukan juga bertelur di pesisir selatan pulau Jawa, pantai di Pacitan, Jawa Timur.

Penyu belimbing betina dapat bertelur empat sampai lima kali per musim, setiap kali sebanyak 60 sampai 129 telur. Namun, sebagian besar betina harus menunggu dua tahun atau lebih untuk bisa bertelur. Sayangnya, karena berbagai kondisi, sedikit sekali bayi penyu yang dapat bertahan hidup, sekitar satu dari 1.000 ekor.

Tidak seperti jenis penyu pada umumnya, penyu belimbing tidak memiliki cangkang yang keras. Tubuhnya berwarna hitam berbintik putih. Penyu ini memiliki kulit yang tipis dan kasar. Sebab itu, spesies ini mampu menyelam lebih dalam dibandingkan jenis penyu lainnya, yakni hingga kedalaman 4.000 kaki atau sekitar 1200 meter. Selain itu, penyu belimbing juga dapat bertahan di bawah laut hingga 85 menit.

Foto: Mediaindonesia.com

Makanan utama penyu belimbing adalah ubur-ubur. Mereka juga memakan cumi-cumi, ikan, landak laut, dan rumput laut. Penyu belimbing dapat makan hingga dua kali bobot tubuhnya per hari. Sayangnya, terkadang sampah plastik di lautan juga dimakan oleh penyu ini karena dianggap sebagai ubur-ubur. Kondisi ini dapat menyebabkan penyumbatan usus yang mematikan bagi penyu tersebut.

Spesies penyu raksasa ini dikenal sebagai penjelajah samudra karena mereka sering bermigrasi. Mereka berenang mengelilingi dunia, melintasi samudra Atlantik dan Pasifik, melakukan perjalanan ke utara hingga Alaska dan Norwegia, serta ke selatan hingga ke Selandia Baru, Amerika Selatan, dan Afrika Selatan. Seekor penyu belimbing betina pernah terekam satelit berenang sejauh 19.000 km dari Indonesia ke Oregon.

Tidak seperti jenis reptil pada umumnya, penyu belimbing memiliki struktur pembuluh darah khusus yang memungkinkan mereka menghasilkan dan mempertahankan suhu tubuh yang lebih tinggi dibandingkan suhu air di sekitarnya. Ini merupakan keuntungan bagi mereka saat berada di perairan yang sangat dingin.

Penyu belimbing masuk ke dalam kategori spesies yang terancam punah pada beberapa organisasi konservasi. Ancaman terbesar bagi penyu adalah perilaku manusia, selain predator seperti babi, biawak, elang, hiu dan kondisi lingkungan yang sangat mempengaruhi, seperti suhu pasir yang tinggi dan air pasang.

Penggunaan alat kerja nelayan juga dapat mengancam kelangsungan hidup dan populasi penyu, seperti penggunaan kail pancing yang tertelan penyu dan tersangkut jaring nelayan.

Ada empat peranan penting penyu bagi kehidupan. Pertama, menjaga keseimbangan ekosistem di lautan. Kedua, meningkatkan pertumbuhan ekonomi sektor perikanan. Ketiga, menjaga kesehatan karang. Dan keempat, penyu dan habitatnya menjadi sarana bagi peningkatan ilmu pengetahuan manusia melalui penelitian.

Baca juga: Penyu Hijau, Terancam Punah Akibat Perburuan Liar dan Kerusakan Habitat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

three + 17 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.