Lembah Harau, Keindahan Ngarai di Kabupaten Lima Puluh Kota

61
Lembah Harau
Lembah Harau merupakan salah satu destinasi wisata alam unggulan Provinsi Sumatra Barat. (Foto: Barry Kusuma/KOMPAS.COM)

1001indonesia.net – Salah satu destinasi wisata alam unggulan Provinsi Sumatra Barat adalah Lembah Harau. Memiliki pemandangan alam yang sangat memukau, ngarai ini namanya semakin dikenal oleh wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

Lembah Harau terletak di Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat. Lokasinya berjarak 18 km dari Kota Payakumbuh atau 2 km dari pusat pemerintahan Kabupaten Lima Puluh Kota.

Ngarai ini terbentuk oleh dua bukit cadas yang panjang dengan ketinggian 150-500 meter. Di antara dua bukit cadas tersebut terdapat sungai dan hamparan persawahan.

Selain itu, juga terdapat air terjun yang mengalir dari puncak bukit cadas. Di bawah air terjun terdapat kolam yang luas tapi tidak dalam sehingga aman sebagai tempat berenang anak-anak.

Tebing-tebing cadas di Lembah Harau berdiri tegak membentuk sudut 90 derajat. tebing-tebing tersebut sanga cocok untuk digunakan sebagai arena panjat tebing.

Bagi para pemanjat tebing, Lembah Harau dianggap sebagai Yosomite-nya Indonesia karena memiliki keindahan seperti Taman Nasional Yosemite yang terletak di Sierra Nevada California dan telah terkenal ke seluruh dunia.

Nama Harau diyakini berasal dari kata parau yang berarti suara serak. Dulu, penduduk yang tinggal di atas Bukit Jambu sering menghadapi banjir dan longsor sehingga menimbulkan kegaduhan dan kepanikan. Penduduknya sering berteriak histeris dan akhirnya menimbulkan suara parau.

Dengan ciri suara penduduknya banyak yang parau didengar maka daerah tersebut dinamakan Orau dan kemudian berubah nama menjadi Arau hingga akhirnya penyebutan lebih sering menjadi ‘harau’.

Lembah Harau telah ditetapkan sebagai kawasan cagar alam seluas 669 hektare sejak 10 Januari 1993. Hasil survei tim geologi asal Jerman yang dilakukan pada 1980 menemukan bahwa jenis batuan yang ditemukan di daerah ini identik dengan yang ditemukan di dasar laut, yaitu berupa batuan breksi dan konglomerat.

Hal tersebut sesuai dengan legenda masyarakat Sarasah Aka Barayunjuga menceritakan bahwa di sekitar Cagar Alam Lembah Harau dulunya adalah laut.

Lembah Echo

Salah satu tempat menarik di Lembah Harau adalah Lembah Echo. Dinamakan Lembah Echo karena tidak jauh dari titik yang disebut dengan Echo. Di titik Echo ini, kalau kita berteriak, suara kita akan dipantulkan oleh dinding tebing sehingga menghasilkan gema (echo).

Di kawasan ini terdapat penginapan berbentuk cottage dengan berbagai macam model rumah yang terbuat dari kayu. Biasanya kawasan ini digunakan untuk acara bersama, seperti acara gathering kantor atau perusahaan.

Kawasan wisata ini dibuat seperti perkampungan tradisional. Untuk mencapai tempat ini, kita akan melewati kali kecil dan pematang sawah.

Baca juga: Green Canyon (Cukang Taneuh), Pesona Alam di Kabupaten Pangandaran

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

6 − four =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.