Kura-kura Berleher Ular, Satwa Unik dari Pulau Rote

47
Kura-kura Berleher Ular Pulau Rote
Kura-kura Berleher Ular Pulau Rote(Foto: MI/Mohamad Irfan)

1001indonesia.net – Ada banyak jenis kura-kura berleher ular di dunia, tapi spesies yang satu ini asli Indonesia, tepatnya di Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur. Kura-kura berleher ular Rote merupakan satu-satunya dari genus Chelodina yang berada di luar dataran Papua-Australia

Nama ilmiahnya Chelodina mccordi, diambil dari nama ahli kura-kura asal Amerika Serikat. Sesuai namanya, kura-kura ini mempunyai leher panjang menyerupai ular. Panjang lehernya bisa mencapai 25 cm.

Karena lehernya yang panjang, spesies ini tidak mampu menarik masuk kepalanya hingga ke dalam tempurung, tidak seperti kura-kura pada umumnya. Untuk melindungi bagian kepala, jenis kura-kura ini hanya melipat lehernya secara menyamping di bawah sisi bagian terluar dari tempurung.

Selain lehernya yang panjang, kura-kura ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan jenis lainnya. Namun, keunikan lehernya itu membuat satwa endemik Pulau Rote ini kerap diburu untuk dijadikan hewan peliharaan.

Kura-kura berleher ular ini hidup di air tawar. Di Pulau Rote, habibatnya berada di tiga danau, yakni Danau Ledulu, Danau Lendoen, dan Danau Peto.

Keberadaan satwa ini sangat penting bagi ekosistem. Kura-kura ini berperan dalam menjaga kesehatan perairan dan danau, menyuburkan dan menambah kandungan nutrisi tanah, serta mengontrol populasi serangga dan katak.

Sayang sekali, populasinya semakin langka di alam liar karena eksploitasi perdagangan yang masif dari tahun 1980-1990-an, adanya alih fungsi lahan menjadi kawasan pertanian, serta penyusutan air danau yang menjadi habitatnya.

Kepala BKSDA NTT, Timbul Batubara, bahkan menyebut habitat kura-kura leher ular sudah habis. Ini didasarkan pada hasil monitoring Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Nusa Tenggara Timur dan Balitbang LHK Kupang sepanjang tahun 2016-2017.

Kura-kura berleher ular Pulau Rote menjadi satu dari 25 spesies kura-kura paling terancam punah di dunia. Lembaga konservasi dunia IUCN memasukkannya ke dalam kategori CR (PEW) atau Possibly Extinct in the Wild.

Baca juga: Penyu Hijau, Terancam Punah Akibat Perburuan Liar dan Kerusakan Habitat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

5 + one =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.