Kuau-Kerdil, Merak Mini Asli Pulau Kalimantan yang Terancam Punah

278
Kuau-Kerdil Kalimantan
Foto: blogs.uajy.ac.id

1001indonesia.net – Salah satu burung endemik Indonesia adalah kuau-kerdil kalimantan (Polyplectron schleiermacheri). Burung yang disebut juga merak kerdil ini masih berkerabat dengan kuau-kerdil malaya dan kuau-kerdil palawan.

Species kuau-kerdil kalimantan pertama kali diamati pada 1870-an di wilayah Kalimantan Tengah. Ciri burung ini adalah ukuran tubuh maksimal dapat tumbuh sampai 50 cm dengan bintik-bintik pada tubuhnya. Bintik pada burung jantan berwarna hijau, sedangkan pada betina berwarna biru.

Bagian pipi dan tenggorokan berwarna kuning pucat, kontras dengan bulu lainnya. Bagian iris berwarna kuning, paruh kehijauan gelap, kulit muka gundul dan merah, kaki serta tungkai berwarna hitam, untuk burung jantan dengan dua taji.

Kuau-kerdil jantan memiliki ciri jambul hijau metalik, dada hijau keunguan mengkilap pada bagian tenggorokan dan bercak dada berwarna putih. Adapun burung betina warnanya lebih suram dan lebih biru.

Baca juga: Kuau Raja, Maskot Satwa Sumbar yang Semakin Langka

Kuau-kerdil kalimantan termasuk jenis burung yang pemalu yang sulit dijumpai. Dan hanya diketahui pada tempat-tempat yang terpencar pada hutan dataran rendah hingga pada ketinggian 1100 m. Burung ini hidup pada kawasan hutan primer dan suka bertengger di pohon, namun berjalan diam-diam pada lantai hutan sepanjang siang.

Kuau-kerdil kalimantan merupakan satwa endemik Kalimantan, khususnya Kalimantan Tengah. Burung ini punya ukuran tubuh sedang. Yang jantan berukuran lebih besar dibandingkan betina.

Kuau ini adalah jenis kuau merak yang paling langka dan sudah jarang ditemui. Bahkan sekarang ini banyak masyarakat Kalimantan Tengah yang tidak tahu satwa cantik ini adalah maskot provinsi tersebut.

Hilangnya habitat, degradasi, serta fragmentasi lahan, serta rusaknya kawasan hutan menjadi ancaman keberadaan burung ini. Selain itu,kegiatan perburuan juga mengakibatkan populasi kuau-kerdil kalimantan jadi menurun.

Baca juga: Mengenal Gajah Kalimantan yang Kebaradaannya Terancam Punah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

18 − four =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.