Cita Rasa Khas Kopi Nusantara

932
Kopi Nusantara
Kopi-kopi Nusantara mengisi keanekaragaman kopi dunia. (Sumber: Istimewa)

1001indonesia.net – Ketika kopi diintroduksi di bumi Nusantara di tahun 1699 oleh VOC di bumi Priangan, dibawa dari Malabar India, tidak pernah ada yang menduga bahwa cita rasa kopi akan begitu spesifik. Dalam jangka dekade, dan kemudian abad, kopi menjadi penanda penting Indonesia baik karena cita rasa yang spesifik sekaligus nilai dan keluasan keekonomiannya.

Kopi Nusantara, seperti Takengon, Mandailing, Priangan, Toraja, Bali, Flores, Papua, dan puluhan lain mengisi keanekaragaman kopi dunia, dan diakui sebagai kekayaan dunia.

Kopi yang enak mencerminkan sifat tanah, kelembaban, curah hujan, dan sinar matahari. Enak tentu saja relatif, namun ciri kopi “tropis” membentuk cita rasa kopi.

Kopi Arabika hidup baik di 1.000 meter atau lebih di atas permukaan laut. Kopi robusta cukup tahan, dan bisa hidup baik di bawah 1.000 meter di atas permukaan laut. Kedua kopi ini menciptakan rasa kopi tropis yang kuat, baik ketika dicampur maupun sendiri-sendiri.

Kebun-kebun kopi di Jawa yang menumbuhkembangkan robusta mendapatkan cita rasa dari tanah vulkanis dan dengan cuaca lembab namun dengan sinar matahari yang konstan.

Kebun-kebun kopi Arabika di Sulawesi dan Sumatra mendapatkan cita rasa dari ketinggian dengan kelembaban yang tetap tinggi. Kopi Sumatera dapat dicicipi dalam ragam jenis, seperti Gayo-Takengon, Mandailing, Lintong, Sidikalang.

Kopi Jawa tersebar dari perkebunan di Priangan, Jember, Banaran-Ambarawa-Ungaran, dan perkebunan lain. Kopi Sulawesi dicicipi dalam Kopi Toraja, dan kopi lain yang tersebar di berbagai perkebunan kecil di Sulawesi. Kopi yang dikenal sebagai cita Indonesia adalah Kopi Papua Wamena, Kopi Flores Bajawa.

Jenis lain yang terkenal adalah Kopi Luwak. Kopi ini dihasilkan dari digestasi luwak yang memakan biji kopi. Sebagai binatang liar, luwak secara cermat mengonsumsi kopi yang matang dan berkualitas. Ketika keluar dari digestasi, cita rasa kopi ini dibentuk dari proses tersebut. Perpaduan kopi yang baik, dan digestasi menghasilkan kopi yang mempunyai ciri khusus.

Dengan meningkatnya konsumsi kopi di dalam negeri dan di dunia, kopi Indonesia semakin diharapkan untuk hadir dalam kehidupan masyarakat. Kopi-kopi Indonesia dianggap menjadi “kawan yang baik” bagi komunitas kopi dunia, seperti kopi Kolombia, kopi Ethiopia, dan kopi Vietnam.

Pusat Penelitan Kopi dan Kakao Indonesia menjadi salah satu lembaga penting dengan kemampuan untuk menjadi pemulia benih, dan dengan kapasitas yang mampu mengembangkan berbagai tingkat dan pelaku industri kopi. Lembaga seperti ini secara umum juga mewakili Indonesia untuk menjadi pelaku serius dalam pengembangan produksi dan konsumsi kopi.

LEAVE A REPLY

two × three =