Beo Nias, Burung Endemik Pulau Nias yang Pintar

441
Burung Beo Nias
Foto: Gosumatra.com

1001indonesia.net – Beo nias (Gracula robusta) merupakan sejenis burung anggota familia Sturnidae (jalak dan kerabatnya) yang hanya ditemukan di Pulau Nias dan sekitarnya. Seperti umumnya burung beo, burung ini terkenal pintar karena dapat menirukan suara manusia dan suara lain yang didengarnya.

Beo nias mempunyai tubuh yang lebih besar dan gagah daripada burung beo lainnya. Panjang tubuhnya dapat mencapai 40 cm. Spesies beo ini juga mempunyai bulu yang pendek di bagian kepala.

Hampir seluruh badan burung beo ini diselimuti bulu yang berwarna hitam, kecuali di beberapa bagian, seperti bagian belakang kepala yang berwarna kuning dan juga di beberapa bagian sayapnya yang berwarna putih.

Yang menjadikan beo nias unik adalah adanya sepasang gelambir cuping telinga yang berwana kuning. Burung yang juga dikenal dengan nama ciong ini memakan buah-buahan, biji-bijian, serta serangga.

Habitat alami burung ini adalah di hutan-hutan basah. Biasanya burung ini membuat sarang sekaligus tempat bertelur di batang pohon tinggi yang berdiri tegak dengan melubanginya.

Sekali bertelur, beo nias akan menetaskan 2 sampai 3 telur yang dierami selama kurang lebih 3 minggu. Musim bertelur burung ini terjadi sekitar bulan Desember hingga Mei.

Seperti hewan endemik lainnya, kini populasi burung endemik Pulau Nias yang eksotis ini juga semakin berkurang. Satwa ini termasuk yang dilindungi oleh negara berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 421/Kpts/Um/8/1970.

Baca juga: Kakatua Jambul Kuning, Burung Pintar yang Semakin Langka

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

14 + four =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.