Anoa, Satwa Asli Sulawesi yang Langka dan Terancam Punah

92
Anoa
Foto: idntimes.com

1001indonesia.net – Anoa merupakan satwa endemik yang hanya hidup di Sulawesi dan Pulau Buton. Anoa berasal dari bahasa Sulawesi yang berarti kerbau. Satwa yang tergolong langka dan terancam punah ini terdiri atas dua jenis, yaitu anoa dataran rendah (Bubalus depressicornis) dan anoa gunung (Bubalus quarlessi).

Bentuk tubuh anoa mirip dengan kerbau sehingga biasa disebut kerbau cebol atau kerbau kerdil. Anoa dataran rendah memiliki tinggi pundak antara 80-100 cm, sedangkan anoa dataran tinggi antara 60-75 cm.

Bentuk kepalanya menyerupai sapi, kaki dan kuku menyerupai banteng. Kaki bagian depan berwarna putih mirip sapi bali, tetapi mempunyai garis hitam ke bawah. Tanduk mengarah ke belakang seperti tanduk sapi. Namun, bagian penampangnya tidak bulat seperti tanduk sapi, melainkan menyerupai bangun segitiga seperti tanduk kerbau.

Satwa langka ini sudah dilindungi sejak zaman kolonial Belanda berdasarkan Ordonansi Perlindungan Binatang-binatang Liar. Anoa dilindungi karena sebarannya terbatas, yaitu hanya di daratan Sulawesi dan Pulau Buton.

Satwa ini dikategorikan sebagai hewan semi soliter atau hewan yang hidup sendiri atau hidup bersama pasangannya. Anoa juga bisa ditemukan hidup dengan kawanannya karena betinanya akan melahirkan. Setelah melahirkan, hewan ini akan kembali memisahkan diri dari kawanannya.

Hewan ini umumnya hidup di hutan-hutan lebat, di dekat sungai, danau, rawa-rawa, sumber air panas yang mengandung mineral, atau di sepanjang pantai. Mineral merupakan komponen yang sangat dibutuhkan untuk anoa.

Kedua jenis anoa sama-sama membutuhkan mineral. Yang membedakannya adalah anoa pegunungan memenuhi kebutuhan mineralnya dengan cara menjilati garam alam. Sedangkan anoa dataran rendah memenuhi kebutuhan mineralnya dengan cara meminum air laut.

Anoa memiliki sifat pemalu. Satwa ini hidup di dalam hutan dan sulit untuk didekati oleh manusia. Anoa biasanya menceburkan diri ke dalam rawa untuk bertahan hidup.

Namun, satwa ini juga bisa bersifat agresif, terutama saat terjadi bahaya. Anoa akan menggunakan tanduknya untuk melindungi diri dari musuhnya.

Hewan ini berkembang biak dengan lambat. Biasanya induk dari anoa hanya akan melahirkan satu bayi tiap tahunnya. Jarang sekali bagi induk anoa untuk melahirkan dua sampai tiga bayi sekaligus. Waktu kehamilan antara 276-315 hari.

Hewan ini dikategorikan sebagai hewan langka yang hampir punah. Anoa sering dijadikan sebagai buruan masyarakat untuk diambil daging, kulit, dan tanduknya. Selain itu, anoa juga berkembangan biak dengan lambat, serta sifatnya yang soliter dan agresif. Ditambah lagi dengan berlangsungnya deforestasi yang membuat semakin sempitnya habitat satwa ini.

Baca juga: Maleo, Burung Endemik Sulawesi yang Langka

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

seven + seven =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.