Unik dan Enaknya 35 Jajanan Pasar Indonesia

193
Jajanan Pasar
Foto: IDN Times

1001indonesia.net – Di tengah gempuran aneka ragam kue kekinian, jajanan pasar berupa kue-kue tradisional masih bertahan dan digemari masyarakat. Jajanan pasar dengan mudah kita temui. Terutama di pasar-pasar tradisional.

Pilihannya yang banyak, rasanya yang enak, bahan-bahannya yang umumnya alami tanpa bahan pengawet buatan, dan harganya yang sangat terjangkau membuatnya tetap bertahan.

Jajanan pasar adalah berbagai macam kue tradisional Indonesia yang diperjualbelikan di pasar, khususnya di pasar-pasar tradisional. Ada banyak jenis jajanan pasar di Indonesia. Di antaranya bahkan sudah dibuat varian-variannya dengan rasa kekinian.

Berikut 35 jenis jajan pasar yang digemari masyarakat Indonesia.

1. Onde-onde

Panganan hasil akulturasi budaya Tiongkok dan Indonesia ini terbuat dari tepung terigu ataupun tepung ketan yang digoreng atau direbus dan permukaannya ditaburi/dibalur dengan biji wijen.

Terdapat bermacam-macam variasi onde-onde. Yang paling dikenal adalah onde-onde yang terbuat dari tepung ketan yang dalamnya diisi kacang hijau. Juga ada variasi yang terbuat dari tepung terigu dan diberi warna pada permukaannya, seperti putih, merah, atau hijau yang dikenal sebagai onde-onde gandum.

2. Lemper

Lemper terbuat dari ketan, biasanya berisi abon atau cincangan daging ayam, dan dibungkus dengan daun pisang. Penganan ini merupakan menu favorit dalam snack box di antara kue-kue tradisional lainnya.

Lemper bisa untuk sarapan atau sebagai camilan yang mengenyangkan. Karena dibungkus dengan daun pisang, lemper memiliki tampilan yang mirip dengan lontong.

3. Kue lapis

Sesuai namanya, kue lapis biasanya terdiri dari dua warna atau lebih yang berlapis-lapis. Kue ini dibuat dari tepung beras, tepung kanji, santan, gula pasir, garam, dan pewarna.

Kue lapis acap kali menjadi suguhan tamu dan muncul sebagai sajian dalam berbagai acara spesial. Seiring perkembangan zaman, tercipta berbagai inovasi dan kreasi kue lapis dengan varian rasa yang unik serta warna dan bentuk yang menarik. Karena hal tersebut, juga teksturnya yang lembut, kue ini disukai anak-anak.

4. Klepon

Klepon terbuat dari tepung beras ketan yang dibentuk seperti bola-bola kecil dan diisi dengan gula merah lalu direbus dalam air mendidih. Klepon yang sudah masak lalu dibalur dengan parutan kelapa. Biasanya klepon diletakkan di dalam wadah yang terbuat dari daun pisang.

Klepon biasa dijajakan dengan getuk dan cenil sebagai camilan di pagi atau sore hari. Biasanya klepon berwarna putih atau hijau, tergantung selera. Untuk memberi warna hijau pada klepon digunakan pewarna alami dengan daun suji atau daun pandan.

5. Getuk

Makanan khas Jawa ini terbuat dari ketela pohon atau singkong. Singkong yang telah direbus matang ditumbuk atau dihaluskan dengan cara digiling lalu diberi pemanis gula dan pewarna makanan. Sebagai pelengkap, getuk ditaburi dengan parutan kelapa.

Baca juga: Olahan Singkong, Makanan Khas Nusantara

6. Kue putu

Kue putu terbuat dari tepung beras butiran kasar dengan isian gula jawa dan dibalut dengan parutan kelapa. Proses memasaknya dengan cara dikukus dalam wadah tabung bambu.

Kue ini dijajakan oleh pedagang keliling. Dengan suaranya yang khas, kita akan dengan mudah mengenali pedagang kue putu. Suara tersebut dihasilkan oleh uap air yang melalui alat suitan.

7. Serabi

Kue yang memiliki tampilan mirip pancake ini biasanya terbuat dari tepung terigu atau tepung beras. Ada banyak variasi serabi karena masing-masing daerah memiliki kekhasannya sendiri. Namun, ada dua jenis serabi yang paling dikenal dan digemari oleh kebanyakan orang Indonesia, yaitu serabi Bandung dan serabi Solo.

8. Pastel

Pastel terbuat dari tepung. Adonan padat yang terbuat dari tepung ditipiskan kemudian diberi isian dan dibentuk seperti kerang lalu dimasak dengan cara digoreng. Isiannya bisa sayuran, seperti kentang, wortel, dan taoge. Pastel juga bisa berisi bihun.

Ada beberapa jenis pastel, seperti pastel basah, pastel kering, dan pastel tutup.

Di Makassar, jajanan ini bernama jalangkote dengan kulit adonan lebih tipis dan disantap dengan sambal cair.

9. Nagasari

Nagasari terbuat dari tepung beras, tepung sagu, santan, dan gula yang diisi pisang. Biasanya jenis pisang yang digunakan adalah pisang raja. Kue ini umumnya dibalut dengan daun pisang lalu dikukus. Nagasari juga sering dikukus dengan balutan daun pandan sehingga memunculkan aroma wangi.

10. Lumpia

Lumpia yang biasa dieja dengan lun-pia memiliki nama dari lafal bahasa Hokkian semacam rollade yang berisi rebung, telur, daging, dan ayam. Terkenal sebagai jajanan Semarang, makanan ini merupakan hasil dari akulturasi budaya Tionghoa dan Indonesia.

Panganan ini sudah resmi diakui sebagai warisan budaya nasional tak benda sejak 2014. Meski berasal dari budaya Tiongkok, cita rasa lumpia telah dimodifikasi sesuai dengan budaya dan selera orang Indonesia.

Makanan ini juga bisa ditemukan di negara-negara Asia Tenggara lain, seperti Vietnam dan Thailand. Namun, lumpia sudah menjadi kegemaran masyarakat Indonesia sejak dulu, sehingga muncul berbagai modifikasi resep yang menjadikan lumpia sangat khas Indonesia.

Baca juga: Lumpia, Jajanan yang Diakui sebagai Warisan Budaya Nasional

11. Gemblong ketan

Jajanan pasar ini terbuat dari adonan beras ketan putih yang diuleni hingga kalis dan dibentuk bulat lonjong. Ketan itu kemudian digoreng lalu dilapisi dengan gula merah. Gemblong bisa dibuat dalam beberapa varian. Selain berbahan baku ketan putih, juga bisa menggunakan ketan hitam.

Gemblong cocok dinikmati sebagai teman minum kopi atau teh, baik di pagi hari maupun sore hari. Tak hanya enak, jajanan ini juga mengenyangkan.

12. Dadar gulung

Dadar gulung terbuat dari adonan tepung yang didadar kemudian diisi parutan kelapa lantas digulung. Kue tradisional ini amat populer dan digemari masyarakat. Saat ini, bahkan telah hadir dadar gulung dengan aneka warna.

13. Kue ape

Kue ape merupakan olahan dari tepung terigu, tepung beras, telur, santan, vanili, dan gula dengan diberi pewarna berbahan daun suji atau daun pandan. Bentuknya melebar dengan bagian tengahnya menyembul.

Kue ini disebut sebagai serabinya orang Jakarta. Hal ini karena memang bentuk serta teknik memasaknya sama seperti serabi, yakni menggunakan wadah cekung yang ditaruh di atas arang.

Jajanan tradisional ini memiliki tekstur empuk dan renyah di bagian pinggirnya. Rasanya mirip seperti kue pancake dengan rasa manis-garing beraroma santan dengan warna hijau cerah. Rasanya yang nikmat dan harganya yang murah meriah membuatnya menjadi salah satu jajanan paling populer di ibu kota.

Awalnya, kue ape berwarna putih seperti serabi. Agar lebih menarik minat pembeli, dibuatlah variasi warna hijau dengan menambahkan daun suji atau daun pandan agar lebih menarik perhatian pembeli. Saat ini, selain berinovasi pada warna, penggiat bisnis kue khas Betawi ini juga berinovasi pada topping.

Jajanan khas Betawi ini dapat dengan ditemui di daerah ibu kota. Biasanya penjajanya mangkal di dekat-dekat sekolah maupun tempat-tempat keramaian di pinggiran kota Jakarta. Pedagang kue ape umumnya berkeliling dengan gerobak yang dilengkapi dengan tungku tempat memasak kue ape.

Baca juga: Kue Ape, Jajanan Tradisional yang Digemari Masyarakat Jakarta

14. Odading

Odading merupakan jajanan tradisional khas Kota Bandung. Berbahan dasar tepung terigu, camilan ini memiliki cita rasa manis. Odading biasanya dijajakan pedagang dengan berkeliling menggunakan gerobak atau dipanggul.

Dengan harga yang terjangkau, odading menjadi salah satu jajanan tradisional yang masih digemari oleh banyak orang. Selain karena harganya yang terjangkau, roti goreng berbentuk bantal ini juga sangat enak dan mengenyangkan.

Odading memiliki tekstur empuk dan rasa yang sedikit manis. Kudapan ini biasanya disantap dengan teh manis hangat untuk camilan di sore hari.

Di Jawa Tengah dan Jawa Timur, ada jajanan yang nyaris sama persis bentuknya. Namanya bolang-baling. Tekstur dan bentuk rotinya sama persis. Namun yang membedakan adalah taburan. Terdapat wijen dan gula pada permukaan bolang-baling. Sehingga teksturnya lebih garing dan renyah berkat gula pasir yang telah digoreng garing.

15. Pukis

Kue pukis dibuat dari adonan telur, gula pasir, tepung terigu, ragi, dan santan. Adonan itu kemudian dituangkan ke dalam cetakan setengah bulan serta dipanggang di atas api.

Pukis adalah modifikasi dari kue wafel. Variasinya bermacam-macam, diberi taburan coklat butir, keju, selai nanas, sukade (manisan buah, biasanya dari pepaya dan dipotong kecil kecil serta berwarna warni), atau kacang.

Kue pukis memiliki bentuk dan warna yang khas. Bagian atasnya berwarna kuning dan bagian bawahnya kecoklatan. Pukis mudah dijumpai di toko-toko kue maupun penjual kaki lima di Indonesia.

16. Kue cucur

Kue cucur terbuat dari campuran gula aren dan juga tepung beras. Adonan ini dimasak dengan cara digoreng. Kue cucur berbentuk bundar, mengembung di bagian tengah dan tipis di bagian pinggirannya. Kue yang dengan mudahnya bisa kita dapatkan di pasar tradisional ini rasanya manis dan membuat ketagihan siapa pun yang menikmatinya.

17. Kue mangkok

Bentuknya sepintas mirip dengan bolu kukus. Jajanan pasar yang satu ini terbuat dari tepung beras, tepung terigu dan juga tape singkong. Dinamakan kue mangkok karena memang dicetak dengan cetakan kecil yang menyerupai mangkok.

18. Semar mendem

Semar mendem adalah salah satu jajan pasar yang populer di Indonesia. Kuliner tradisional asal Solo ini mirip dengan lemper hanya saja dibalut dengan dadaran tipis yang terbuat dari campuran telur dan tepung terigu.

Semar Mendem terbuat dari ketan putih yang telah diaron dengan campuran santan dan garam, kemudian dikukus. Rasa jajanan pasar ini lezat dan gurih, apalagi ditambah dengan isi daging ayam dan campuran terigu dan telur dadar yang membungkusnya dari luar.

19. Risol

Risol adalah jajanan tradisional dengan rasa gurih terdiri dari lapisan kulit yang terbuat dari adonan tepung cair didadar. Kemudian kulit diisi dengan bahan isian, digulung, dan dilapisi tepung roti sebelum digoreng. Risol bisa ditemui dalam tiga varian, risol sayuran, daging dan rogut, versi lebih modern ada risol mayo.

20. Kue talam

Ada berbagai variasi kue talam di pasaran, mulai dari warna sampai bahan baku. Kue talam berbahan baku tepung, juga bisa ditambah dengan ubi atau jagung. Adonan kue dimatangkan dengan cara dikukus.

Kue talam mempunyai penampakan seperti kue berlapis dua. Lapisan atas selalu berwarna putih dan lapisan bawah bisa beraneka ragam warna. Di daerah Sumatera ada kue serupa dengan kue talam yang disebut kue lumpang dan kue gandus.

21. Bolu kukus

Bolu kukus terkenal dengan bentuk yang cantik merekah seperti bunga. Kue ini berbahan dasar tepung terigu yang dicampur bersama bahan lain, seperti telur, mentega, gula, dan air soda yang membuat bolu menjadi merekah saat dikukus.

22. Carabikang

Carabikang cukup populer di Indonesia, terutama di Jawa. Jajanan tradisional ini berbahan dasar tepung terigu. Rasanya yang manis disukai banyak orang. Bentuknya pun menarik, merekah seperti bunga. Di pasar-pasar tradisional, kita dapat menjumpai carabikang dengan aneka warna.

23. Kue lumpur

Jajanan kue satu ini bertekstur basah dan lembut. Kue lumpur terbuat dari santan dan tepung terigu yang dicampur kentang, telur, vanilla, dan kismis di atas permukaan kuenya. Untuk mendapatkan tekstur yang lembut seperti lumpur, adonan kue lumpur ditambah dengan rebusan kentang. Aroma vanila pandan yang khas menjadi daya tarik utama.

24. Misro

Berasal dari daerah Bandung, Jawa Barat, misro adalah jajanan pasar khas yang mirip dengan combro. Misro terbuat dari bahan dasar singkong parut dengan isi sambal oncom dan gula. Bahan utama jajanan pasar ini adalah singkong, gula merah, dan tepung tapioka.

Nama misro sendiri adalah kepanjangan dari amis dijero dalam bahasa Sunda yang berarti manis di dalam. Misro memiliki bentuk bulat sedikit pipih.

25. Jentik manis

Kue basah yang satu ini menggunakan bahan dasar campuran santan kelapa yang direbus dan sagu mutiara. Jentik manis biasa disajian dalam plastik dan dibungkus dengan cara melipatnya. Kue ini memiliki tekstur yang kenyal seperti agar-agar dan memiliki rasa yang manis.

Tampilan kue jentik manis sangat menarik dan rasanya sangat lezat, manis, dan lembut. Penganan tradisional ini sangat cocok disajikan untuk keluarga maupun jamuan para tamu.

26. Cenil

Cenil adalah jajanan pasar tempo dulu yang memiliki tekstur dan rasa yang sangat khas. Tampilannya yang berwarna-warni sangat menarik. Jajanan tradisional ini dibuat dari tepung kanji. Biasanya, cenil disajikan bersama parutan kelapa atau ketan hitam dan dilumuri gula merah cair.

27. Apem

Apem terbuat dari tepung beras, telur, santan, gula, dan tape serta sedikit garam. Adonan apem dibakar atau dikukus dan memilki rasa manis khas tape.

28. Bakwan

Bakwan bisa ditemukan di mana saja. Jenis jajan pasar yang biasanya berbentuk mangkok ini terdiri dari adonan tepung berisi sayuran dan dimasak dengan cara digoreng. Rasa yang begitu lezat. Apalagi jika dimakan bersama cabai rawit atau saus sambal.

29. Kue ku

Kue ku atau kue kura-kura merah berbentuk bulat atau oval dengan motif menyerupai cangkang kura-kura. Kue ku terbuat dari ketan yang lengket dan lembut dengan isian manis di tengahnya. Isi kue ku biasanya kacang hijau atau kacang tanah dan gula.

30. Wingko

Wingko babat terbuat dari tepung ketan yang dicampur dengan kelapa parut muda dan gula pasir. Panganan ini biasanya berbentuk bundar, disajikan dalam keadaan hangat dan dipotong kecil-kecil. Wingko babat punya tekstur yang kenyal dan halus. Camilan ini punya rasa manis yang legit.

31. Kue pancong

Kue pancong juga dikenal dengan nama bandros. Kue ini terbuat dari campuran tepung beras, kelapa parut, daun suji, dan santan. Kue pancong biasanya dihidangkan dengan taburan gula pasir. Bentuk kue ini mirip dengan kue pukis karena memang dicetak pada cetakan yang serupa.

32. Kue cubit

Kue cubit terbuat dari campuran susu dan tepung terigu. Kue ini sangat terkenal di Jakata dan sekitaranya. Dinamakan kue cubit karena ketika kue matang, kue ini diambil dengan alat penjepit yang akan terlihat seperti dicubit.

33. Klapertaart

Klappertart merupakan kue khas Manado yang sangat populer. Kue ini berbahan dasar kelapa, tepung terigu, susu, mentega dan telur. Klappertart termasuk ikon kuliner di Sulawesi Utara. Jajanan ini tersedia dalam bentuk padat yang dipanggang atau lembut menyerupai custard.

34. Cente manis

Cente manis merupakan kue khas Betawi yang terbuat dari hunkwe. Jenis jajan pasar ini biasanya dibungkus dengan plastik atau dicetak dengan cetakan berbentuk bunga. Kue cente manis juga biasanya ditambahkan campuran sagu mutiara yang memberi tampilan yang cantik.

35. Panada

Selain Klappertart, Sulawesi Utara juga punya Panada sebagai camilan. Kue dengan bentuk mirip paste ini berisi suwiran ikan cakalang dimasak dengan bawang merah, daun jeruk, kemangi, cabe merah, daun bawang. Panada sudah ada di Minahasa sejak bangsa Spanyol memasuki wilayah ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

20 + sixteen =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.