Olahan Singkong, Makanan Khas Nusantara

2829
Singkong merupakan salah satu sumber makanan penting masyarakat Indonesia. Aneka olahan singkong menjadi makanan khas Nusantara. (Sumber: soktau.com)

1001indonesi.net – Singkong, yang diperkirakan berasal dari Amerika Latin, dapat tumbuh hampir di semua sifat tanah di daerah tropis. Singkong tumbuh dengan amat baik di Nusantara. Umbinya menjadi sumber karbohidrat, dan daunnya menjadi sumber protein.

Olahan singkong dalam penganan amat berkembang, misalnya, dalam masyarakat Jawa. Penganan seperti gathot, thiwul, keripik, balok (singkong goreng langsung), materi dalam bubur sumsum, awul-awul, gethuk dan puluhan jenis kue, merupakan penganan bermaterikan singkong. Kekayaan ini diakui sebagai keunikan penganan Nusantara, dan semakin diakui dan diolah juga oleh bangsa-bangsa di Asia Tenggara.

Memiliki nama Latin Manihot Utilissima, singkong merupakan jenis tanaman umbi-umbian yang juga dikenal sebagai ketela pohon atau ubi kayu. Di Indonesia, singkong dijadikan sebagai alternatif makanan pokok sumber karbohidrat selain beras. Singkong juga mengandung serat yang tinggi, dan daunnya biasa dijadikan sebagai sayuran atau lalapan.

Pada sekitar 1810, singkong yang dalam bahasa Inggris bernama cassava, untuk pertama kalinya ditanam secara komersial di Indonesia, setelah sebelumnya diperkenalkan oleh orang Portugis pada abad ke-16 ke Nusantara dari Brasil.

Singkong sebagai pohon tahunan tropika dan subtropika, sangat cocok dengan kondisi alam Indonesia dan bisa dipanen sepanjang tahun. Menurut Haryono Riyadi, dalam buku Politik Singkong Zaman Kolonial, singkong masuk ke Indonesia dibawa oleh Portugis ke Maluku sekitar abad ke-16. Tanaman ini dapat dipanen sesuai kebutuhan, sifat itulah yang menyebabkan tanaman singkong disebut sebagai gudang persediaan bawah tanah.

Pada permulaan abad ke-20, konsumsi singkong mulai meningkat pesat, penanamannya pun turut meluas hingga ke hampir seluruh bagian pulau Jawa. Peningkatan penanaman singkong sejalan dengan pertumbuhan penduduk pulau Jawa yang pesat. Ditambah lagi produksi padi tertinggal di belakang pertambahan penduduk.

Marwati Djoened & Nugroho Notosusanto dalam Sejarah Nasional Indonesia V menulis bahwa singkong menjadi sumber bahan pangan tambahan yang disukai hingga saat ini, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di dunia. Di Indonesia sendiri, singkong merupakan makanan pokok ketiga setelah padi dan jagung.

Selain sebagai sumber makanan pokok alternatif, singkong juga menjadi bahan dasar tepung tapioka. Dalam buku berjudul Handbook of the Netherlands East Indies ditulis bahwa pada 1928, Indonesia (pada waktu itu masih Hindia Belanda) pernah menjadi salah satu pengekspor dan penghasil Tepung Tapioka terbesar di dunia.

Di Jawa banyak didirikan pabrik-pabrik pengolahan singkong untuk dijadikan tepung tapioka. Produksi tepung tapioka Indonesia banyak diekspor ke Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Belanda, Jerman, Belgia, Denmark, dan Norwegia. Biasanya tepung olahan singkong tersebut banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku lem, permen karet, industri tekstil dan furnitur.

Singkong sempat dianggap sebagai makanan konsumsi masyarakat pedesaan dan kurang memiliki penggemar dari masyarakat perkotaan. Namun, seiring bermunculan olahan makanan berbahan dasar singkong, seperti keripik, tape, gethuk, combro, bolu, roti dan masih banyak lagi, singkong menjadi salah satu bahan favorit makanan yang populer hampir di seluruh kalangan masyarakat.

Keripik Singkong

Penganan berbahan dasar singkong seakan tak pernah habis bermunculan. Yang paling terkenal adalah cemilan keripik singkong yang sudah pasti banyak diminati di dalam maupun di luar negeri. Keripik singkong juga bisa diolah menjadi berbagai rasa yang menggugah selera dengan tambahan aneka bahan lain, seperti keripik singkong pedas balado dan keripik singkong keju.

Cara pengolahan singkong menjadi keripik juga terbilang sangat mudah, cukup dengan merendam singkong yang sudah diiris tipis dan di cuci bersih ke dalam larutan air kapur sirih, garam, dan air. Cuci bersih setelah didiamkan selama kurang lebih 15 menit, lalu goreng dalam minyak panas sedang sampai matang dan kering. Jika ingin lebih menggugah selera, bisa ditambahkan dengan tumisan bawah merah, cabai merah besar, cabai merah keriting dan daun salam sampai harum. Masukkan garam, gula pasir dan air asam Jawa, lalu aduk sampai kental. Lalu masukkan singkong goreng dan aduk sampai rata, maka tersajilah keripik singkong balado yang gurih dan siap dinikmati.

Tape “Peuyeum”

Siapa tak kenal makanan khas Bandung yang satu ini. Tape atau lebih dikenal dengan sebutan “peuyeum”, adalah olahan makanan dari singkong yang sudah difermentasi dan dicampur bubuk ragi. Pertama-tama, singkong yang memiliki kualitas bagus dikupas dan dicuci bersih. Kemudian direbus hingga matang dan tiriskan. Setelah itu ragi ditaburkan hingga merata dan singkong dimasukkan ke dalam wadah plastik atau memakai daun jati yang kedap udara, simpan selama kurang lebih 3 hari. Setelah 3 hari kemudian, peuyeum pun siap dinikmati.

Combro

Combro, nama makanan yang diambil dari singkatan bahasa Sunda, “oncom di jero,” merupakan olahan makanan singkong yang sudah dihaluskan dan dicampur dengan sedikit parutan kelapa dan garam sebagai penyedap rasa. Adonan yang sudah dicampur kemudian dibentuk bulatan-bulatan lonjong dan dimasukan oncom sebagai isinya. Setelah semua adonan diisi dan dibentuk, goreng menggunakan minyak panas hingga warnanya berubah kuning kecokelatan. Hidangkan selagi hangat, dan lebih nikmat jika disantap dengan cabe rawit bila suka.

Misro

Misro memiliki bahan pembungkus yang sama dengan combro. Cara membuatnya pun sama, hanya isinya saja yang berbeda. Jika Combro menggunakan oncom sebagai bahan isian, misro menggunakan gula merah yang diiris tipis sebagai isian, untuk menciptakan rasa manis yang mengundang selera. Misro sendiri berasal dari kata bahasa Sunda “amis di jero” atau manis di dalam.

Gethuk

Gethuk singkong adalah gethuk klasik berbahan utama singkong atau cassava. Makanan bertekstur lembut yang sangat populer di kalangan masyarakat Jawa ini, dibuat dengan cara mengukus singkong hingga matang dan empuk, kemudian dihaluskan dan diberi campuran gula dan garam sebagai penyedap rasa. Kemudian adonan singkong dimasukan ke dalam loyang, atau digiling memanjang dan di potong-potong dengan ukuran 2 x 2 cm. Bisa juga ditambahkan dengan parutan kelapa muda, ditambah daun pandan, lalu kukus kembali hingga matang. Satu lagi cemilan menggoda selera berbahan dasar singkong, siap disantap.

Singkong Keju

Singkong keju merupakan penganan olahan berbahan dasar singkong, yang tengah menjadi tren kuliner di Indonesia. Camilan yang memadupadankan singkong dan cita rasa keju yang sudah mendunia kian mendongkrak pamor singkong sebagai salah bahan makanan favorit. Cara pembuatannya pun terbilang sederhana. Cukup dengan menyiapkan bahan singkong yang sudah dipotong-potong sesuai dengan pola memanjang, cuci bersih, lalu goreng menggunakan teknik deep frying sehingga matang merata. Selagi masih hangat, taburi dengan susu kental manis, bubuk perasa french fries, dan parutan keju secukupnya.

Colenak

Jajanan ini merupakan khas Kota Kembang alias Bandung berbahan dasar singkong yang telah difermentasi menjadi tape, atau di Bandung lebih dikenal dengan sebutan “peuyeum”. Colenak menjadi penganan favorit masyarakat Bandung yang banyak di jual di hampir setiap sudut kota. Ditambah saus kelapa parut manis, menjadikan colenak sebagai penganan nikmat sambil menikmati hawa dingin Kota Kembang. Colenak sendiri sebenarnya camilan berbahan singkong yang sudah diolah menjadi tape atau “peuyeum,” kemudian di panggang di atas api kecil. Ditambah olesan mentega di kedua permukaannya, hingga berwarna kecokelatan.

Singkong, selain sebagai bahan baku industri berbentuk tepung tapioka yang banyak digunakan hampir di seluruh dunia, aneka olahan makanan berbahan dasar singkong juga menjadi camilan favorit yang mulai banyak mengalami perkembangan seiring kemajuan dunia kuliner tanah air. Menurut beberapa sumber, singkong juga memiliki kandungan nutrisi yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh kita. Di antaranya sebagai sumber karbohidrat, protein, Vitamin K, Vitamin B Kompleks dan mineral penting lainnya.

LEAVE A REPLY

5 × 1 =