Ziarah Kubro, Tradisi Unik Ramadhan dari Palembang

574

1001indonesia.net – Masyarakat Palembang, Sumatra Selatan, mempunyai cara unik untuk menyambut bulan Ramadhan. Melalui tradisi yang dikenal sebagai ziarah kubro, ribuan masyarakat berjalan beriringan untuk berziarah ke makam para ulama dan Kesultanan Palembang Darussalam.

Tradisi ziarah kubro biasanya dilakukan sekali setahun pada 10 hari terakhir bulan Sya’ban atau menjelang umat Islam berpuasa. Disebut “kubro” karena ziarah ini diikuti hingga ribuan orang. Tak hanya warga setempat, ziarah ini juga diramaikan oleh pendatang dari luar Palembang dan bahkan mancanegara.

Tradisi ziarah kubro merupakan warisan keturunan Arab di Palembang. Awalnya tradisi ini hanya diikuti oleh anggota keluarga saja. Namun, seiring waktu, ziarah ini melibatkan masyarakat umum. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan kemudian bahkan menjadikannya sebagai agenda pariwisata daerah.

Baca juga: Tradisi Padusan, Mensucikan Diri Menjelang Puasa Ramadhan

Ziarah Kubro dilaksanakan bersama-sama oleh para ulama, habib, dan muhibbin. Selain untuk menyambut bulan puasa, tradisi juga berfungsi sebagai sarana introspeksi diri dan mengingatkan kembali para peserta ziarah akan besarnya peran para ulama serta pemimpin Kesultanan Palembang Darussalam dalam menyebarkan Islam dan membangun Palembang.

Rangkaian acara tradisi ziarah kubro berlangsung selama tiga hari. Diawali dengan salat berjamaah di masjid, peserta berjalan beriringan dari satu makam ke makam lainnya sembari mendengungkan syiar-syiar Islam serta merayakan haul para habib-habib yang telah meninggal.

Selama perjalanan ziarah, disemarakkan pula tetabuhan hajir marawis dan untaian kasidah. Di samping itu, tak lupa pula umbul-umbul yang bertuliskan kalimat tauhid, asmaul husna, dan asmaun nabi selama acara berlangsung. Makam yang biasa menjadi pilihan untuk dikunjungi adalah makam para habaib.

Uniknya, pawai ziarah yang dilakukan untuk menyambut bulan puasa ini hanya diikuti oleh kaum pria. Penduduk Palembang laki-laki dari berbagai usia akan menyemarakkan acara ini memakai pakaian yang umumnya berwarna putih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

seven + three =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.