Museum Nyamuk, Belajar Mengenai Nyamuk di Pangandaran

53
Museum Nyamuk
Foto: Tempo.co

1001indonesia.net – Di Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran, terdapat sebuah museum unik. Di tempat ini, pengunjung dapat belajar seputar nyamuk, dari siklus hidupnya hingga berbagai upaya yang dapat kita lakukan untuk mencegah penyakit yang diakibatkan olehnya. Namanya Museum Nyamuk.

Lokasi Museum Nyamuk tidak jauh dari Bundaran Marlin yang merupakan pintu gerbang masuk ke objek wisata Pantai Pangandaran. Di depan gedung terdapat patung nyamuk raksasa yang menunjukkan tema utama museum ini.

Museum Nyamuk merupakan wisata edukasi dan ilmiah yang sangat menarik. Terutama ketika nyamuk masih menjadi salah satu ancaman bagi kesehatan manusia di wilayah Indonesia yang lembab ini.

Di tempat ini, pengunjung akan dipandu untuk mengenal lebih jauh serangga berkaki enam ini. Museum ini banyak dikunjungi pelajar, mahasiswa, dan para peneliti.

Lokasi Museum Nyamuk berada di Jl. Raya Pangandaran Km. 3, Babakan, Ciamis, Pangandaran. Museum ini berada di Kompleks Loka Libang dan dikelola oleh Loka Litbang Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang (P2B2) Balitbangkes Kemenkes.

Dalam ruangan seluas 8 x 8 meter dipajang koleksi nyamuk penyebar penyakit dari Indonesia. Terdapat 301 spesimen terdiri dari 26 spesies dan 6 genus yang dipajang di museum ini.

Selain nyamuk, dipamerkan juga alat-alat penelitian, seperti alat bantu perhitungan spesimen (hand counter), termometer air, alat pembesar objek (loup), pengukur suhu ruangan (thermometer maxmix), senter, pengukur kelembapan, kertas label, dan alat untuk navigasi. Juga terdapat kelambu insektisida yang dapat memberikan perlindungan sederhana namun efektif terhadap gigitan nyamuk.

Banyak fasilitas pendukung lain yang bisa digunakan sebagai sarana pembelajaran. Di gedung yang sama, pengunjung bisa menyaksikan film dokumenter dalam teater seluas 9 x 8 meter. Selain itu, juga terdapat insektarium dan laboratorium riset.

Selain koleksi dalam ruangan, Museum Nyamuk juga memiliki kebun. Tanaman dalam kebun tersebut memiliki hubungan dengan tema museum. Ada daun dewa, selasih, dan akar wangi, yang bisa digunakan untuk menolak serangga. Juga ada beragam tanaman lain yang berkhasiat menambah stamina dan meredakan demam malaria.

Ada pilihan paket wisata ilmiah yang bisa kita dapatkan di museum ini. Pertama, paket singkat yang berlangsung selama satu sampai tujuh hari. Paket ini mengajak pengunjung melihat koleksi larva dan nyamuk, tanaman obat malaria, obat pengusir nyamuk, ikan pemakan jentik-jentik, jenis parasit malaria, hingga binatang percobaan.

Kedua, paket menengah berupa kegiatan lapangan dan pemberian materi di kelas sambil melakukan praktik penangkapan dan pengawetan nyamuk, plus kegiatan outbond.

Ketiga, paket panjang yang biasanya diikuti oleh para peneliti untuk mengamati siklus hidup hewan penghisap darah ini. Sebab, kegiatan tersebut membutuhkan waktu hingga berbulan-bulan.

Ketiga paket tersebut bisa dipilih oleh siapa saja sesuai kebutuhan.

Saat ini, Museum Nyamuk menjadi salah satu destinasi wisata ilmiah di Pangandaran, Jawa Barat. Museum ini buka Senin sampai Jumat pukul 07.30–16.00 juga Sabtu–Minggu pukul 09.00–15.00 WIB.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

13 − thirteen =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.