Lempuyang, Tanaman Obat yang Tumbuh di Pekarangan

663
Lempuyang
Lempuyang (Foto: tanobat.com)

1001indonesia.net – Lempuyang merupakan jenis tanaman temu-temuan atau empon-empon yang banyak ditanam di pekarangan rumah-rumah penduduk di wilayah pedesaan. Rimpangnya yang berkhasiat obat merupakan salah satu bahan yang populer dalam ramuan jamu tradisional. Rimpang yang masih muda juga bisa digunakan sebagai lalapan.

Tanaman ini berasal dari kawasan Asia tropis. Banyak tumbuh secara liar di hutan-hutan di Indonesia maupun Malaysia. Di Jawa, empon-empon ini banyak ditemukan di hutan jati.

Ada tiga jenis lemuyang, yaitu lempuyang wangi (Zingiber aromaticum), lempuyang emprit/pahit (Zingiber amaricans), dan lempuyang gajah (Zingiber zerumbet). Dari ketiga jenis, lempuyang gajah memiliki rimpang yang terbesar, sedangkan lempuyang pahit yang terkecil.

Jenis lempuyang emprit dan gajah berwarna kuning dan berasa pahit, biasa digunakan untuk meningkatkan nafsu makan. Sementara lempuyang wangi warnanya kuning pucat (lebih putih dari jenis yang lainnya), rasanya tidak pahit dan berbau lebih harum, sering digunakan sebagai bahan jamu pelangsing.

Tanaman temu-temuan ini termasuk dalam jenis tanaman semak yang berumur tahunan. Tanaman ini berbatang semu yang tersusun dari helaian kelopak daun yang saling menutup. Lempuyang pahit dapat mencapai tinggi 2 m, sedangkan lempuyang gajah 1,5 m.

Daunnya berbentuk mata lembing atau bulat memanjang dengan ujung meruncing. Bunganya yang berbentuk bonggol muncul dari umbi batang dan berwarna kuning pucat.

Di Indonesia, tanaman perdu ini banyak ditemukan tumbuh liar di hutan-hutan kecil, ladang, maupun pekarangan rumah penduduk. Tumbuh dengan baik di dataran rendah sampai ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut.

Tanaman ini dapat diperbanyak dengan pemisahan rumpun. Namun, orang sering melakukannya dengan menanam rimpannya yang sudah tua. Biasanya, rimpangnya tidak langsung ditanam, tetapi ditaruh dahulu di tempat yang terlindung dari sinar matahari dan cukup lembab sampai tumbuh tunasnya. Setelah itu, baru rimpang ditanam di kebun atau pekarangan rumah.

Rimpang lempuyang mengandung saponin, flavonoid, minyak asiri (limonen dan zerumbon), zat pahit, zat warna, dan amilum. Tanaman obat ini dapat digunakan untuk menambah nafsu makan, penambah darah, dan obat gosok penghangat badan. Selain itu, juga untuk mengobati demam, rematik, alergi udang atau ikan laut, batuk rejan, radang tenggorokan, cacingan, gatal-gatal, ambeien, dan sakit perut atau nyeri lambung.

Sumber:

  • Fauziah Muhlisah, Temu-temuan dan Empon-empon: Budi Daya dan Manfaatnya, Yogyakarta: Kanisius, 1999.
  • http://health.kompas.com/read/2008/03/11/03221563/lempuyang.gempur.radang.tenggorokan.

LEAVE A REPLY

seventeen − 13 =