Kelor, Tanaman Ajaib yang Kaya Nutrisi dan Berkhasiat Obat

1062
Kelor, Tanaman Ajaib yang Kaya Nutrisi dan Berkhasiat Obat
Daun Kelor (Foto: fotolepas.com)

1001indonesia.net – Indonesia memiliki biodiversitas yang sangat kaya (nomor 2 di dunia setelah Brasil) dan menyimpan banyak potensi yang bisa dikembangkan. Penelitian membuktikan bahwa ternyata banyak tanaman Indonesia mengandung khasiat obat ataupun kandungan nutrisi yang sangat berguna bagi manusia. Salah satu tanaman yang memiliki baik khasiat obat maupun kaya akan nutrisi adalah kelor (Moringa oleifera Lam).

Kelor adalah salah satu dari 9.600 jenis tanaman Indonesia yang diketahui mengandung khasiat obat. Tanaman ini telah dikenal sebagai tanaman yang memiliki banyak kegunaan. Selain sebagai bahan yang penting dalam pengobatan tradisional, daun dan buahnya banyak digunakan sebagai sumber makanan yang kaya akan kandungan gizi.

Manfaat tanaman ini sudah diketahui jauh sebelum penelitian modern dilakukan terhadapnya. Kitab pengobatan India kuno Ayurveda sudah menulis bahwa tanaman ini mampu menyembuhkan lebih dari 300 penyakit. Minyak Kelor juga selalu ada di dalam piramida-piramida Mesir.

Pengetahuan kuno mengenai manfaat kelor itu kini diperkuat oleh hasil penelitian modern. Hasil penelitian membuktikan bahwa tanaman ini mengandung senyawa yang lebih banyak dan lebih beragam dibanding tanaman lainnya. Di dalamnya terkandung 46 antioksidan yang berguna untuk melindungi tubuh dari radikal bebas, mengandung 18 asam amino yang dibutuhkan untuk membangun sel-sel baru, 36 senyawa anti inflamasi, serta 90 nutrisi alami seperti vitamin dan mineral.

Tanaman ini memang bukan asli Indonesia, tapi tanaman ini sangat populer di negeri ini. Kelor diduga memiliki asal-usul di Agra dan Oudh, terletak di barat laut India, wilayah pegunungan Himalaya bagian selatan. Kitab Shushruta Sanhita dari abad pertama masehi menyebut “Shigon” untuk kelor.

Terdapat bukti bahwa kelor ini telah dibudidayakan di India sejak ribuan tahun yang lalu. Masyarakat India kuno telah mengetahui bahwa biji-bijian kelor mengandung minyak yang mereka gunakan untuk tujuan pengobatan. Saat ini, pada umumnya masyarakat India memanfaatkan kelor sebagai pakan ternak atau sayuran.

Pohon kelor berumur panjang dengan tinggi 7–12 m. Termasuk jenis batang berkayu dengan bentuk bulat, tegak, berwarna putih kotor, kulit tipis, dan permukaan kasar. Perkembangbiakan bisa dilakukan secara generatif (biji) maupun vegetatif (stek batang).

Penyebaran tanaman kelor sangat luas karena dapat hidup di berbagai tipe habitat lahan kering sehingga mudah ditanam oleh siapa saja dan pada lahan kering mana saja. Tanaman ini dapat tumbuh di dataran rendah maupun dataran tinggi sampai di ketinggian ± 1000 m dpl. Pohonnya banyak ditanam sebagai tapal batas atau pagar di halaman rumah atau ladang.

Kelor telah menjadi objek penelitian serius di berbagai negara, seperti Filipina, India, Amerika, serta negara-negara di benua Afrika dan Eropa. Penelitian-penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa kelor memang banyak mengandung gizi dan berkhasiat obat, bahkan dikenal sebagai tanaman yang paling banyak nutrisinya.

Daun kelor memiliki kandungan betakaroten melebihi wortel, mengandung protein melebihi kacang polong, mengandung vitamin C melebihi jeruk, mengandung kalsium melebihi susu, mengandung zat besi melebihi bayam, dan mengandung kalium melebihi pisang.

Buah kelor yang masih muda. (Foto: merdeka.com)
Buah kelor yang masih muda. (Foto: merdeka.com)

Oleh karena itu, kelor sebenarnya sumber gizi yang sangat penting, khususnya bagi negara-negara tropis di mana kelor dapat tumbuh dengan subur. Seluruh bagian dari tanaman ini dapat digunakan, baik daunnya, bunganya, buahnya, batangnya, bahkan akarnya. Hal ini karena, seluruh bagian tanaman ini mengandung khasiat obat.

Begitu kayanya tanaman berdaun kecil ini akan nutrisi dan perkembangbiakannya yang relatif mudah membuat tanaman ini bisa menjadi solusi ampuh bagi persoalan kekurangan gizi masyarakat, khususnya di daerah-daerah kantung kemiskinan. Tanaman ini terbukti berhasil menyelamatkan jutaan orang penderita malnutrisi di negara-negara miskin Afrika.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

17 − four =