Kapulaga, Rempah Asli Indonesia yang juga Berkhasiat Obat

642
Kapulaga
Kapulaga (Foto: deherba.com)

1001indonesia.net – Kapulaga merupakan salah satu jenis rempah Indonesia. Karena sifat dan aromanya yang khas, kapulaga sering digunakan sebagai penyedap masakan. Tak hanya itu, tanaman ini juga memiliki khasiat obat sehingga digunakan sebagai ramuan jamu dan obat herbal tradisional.

Ada dua jenis kapulaga, yaitu kapulaga jawa yang asli Indonesia dan kapulaga sabrang yang berasal dari India dan masuk ke Nusantara pada pertengahan abad ke-18. Tanaman kaya manfaat ini memiliki beberapa nama daerah, di antaranya palaga atau puwar pelaga (Minangkabau), kapol (Sunda), kapulogo (Jawa), kapolagha atau palagha (Madura), dan garidimong (Bugis-Makassar).

Tanaman kapulaga berbentuk semak tahunan dengan batang membentuk anakan berwarna hijau. Tinggi tanamannya bisa mencapai 2-3 meter. Rimpangnya berdaging, agak keras, dan bercabang-cabang. Daunnya berbentuk lanset, pangkal dan ujungnya meruncing. Tepi daun rata dan berwarna hijau tua. Bunganya berbentuk bulir (bonggol) yang kecil dan terletak di ujung batang. Kelopak bunga memiliki panjang 1-1,5 cm, berbulu, dan berwarna putih atau kekuningan. Buahnya berbentuk bulat dan agak keriput, rasanya agak pahit dan bersifat hangat.

Tanaman ini tumbuh subur di ketinggian 200-1000 meter di atas permukaan laut. Ditanam pada tanah yang gembur dan cukup air. Jenis tanah terbaik adalah laterit yang mengandung pasir dan abu.

Pohonnya bisa berproduksi antara 10-15 tahun. Buah dipanen berukuran besar, tetapi masih hiajau karena buah yang matang mudah pecah saat pengeringan. Yang paling penting biji di dalamnya berubah warna dari putih menjadi cokelat atau hitam.

Dalam dunia perdagangan internasional, jenis lokal dikenal sebagai false cardamon, sementara kapulaga sabrang sebagai true cardamon. Penyebutan ini dikarenakan adanya perbedaan kandungan minyak asiri yang ada pada kedua jenis tersebut. Kapulaga sabrang mengandung 3,5-7 % minyak asiri, sedangkan yang lokal hanya 2,4%. Dari kedua jenis kapulaga tersebut, jenis yang sabrang memiliki nilai ekonomis lebih tinggi.

Kapulaga mengandung minyak terbang atau asiri, mineral, pati, pigmen, gula, minyak lemak, protein, kalium oksalat, dan silika. Komponen terbesarnya adalah pati. Kulitnya mengandung serat kasar (bisa mencapai 31%). Buahnya mengandung minyak asiri yang terdiri atas senyawa sineolterpen dan terpineol.

Bagian tanaman kapulaga yang dapat dimanfaatkan adalah buahnya. Kapulaga biasanya digunakan sebagai bumbu masakan, serta pemberi cita rasa pada kopi, teh, dan rokok. Masyarakat Baduy menjadikannya sebagai campuran minuman yang berfungsi sebagai penghangat sekaligus untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Selain itu, buah rempah ini sering juga digunakan sebagai ramuan jamu, obat-obatan herbal, dan bahan campuran industri parfum. Khasiat kapulaga adalah sebagai obat batuk, amandel, haid tidak teratur, mulas, tenggorokan gatal, radang lambung, bau tubuh, bau mulut, sesak napas, dan influenza. Kapulaga dikenal sebagai ekspetoran atau pengencer dahak alami, menjadi obat bagi gangguan tenggorokan.

*) Diolah dari berbagai sumber.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

17 − nine =