Candi Plaosan, Pesona Candi Kembar Peninggalan Mataram Hindu

451
Candi Plaosan Lor
Candi utama di Kompleks Candi Plaosan Lor. (Foto: Nana Podungge/Wego)

1001indonesia.net – Candi Plaosan terletak di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, kira-kira 1,5 km ke arah timur dari Candi Sewu. Pahatan yang terdapat di Candi Plaosan sangat halus dan rinci, mirip dengan yang terdapat di Candi Borobudur, Candi Sewu, dan Candi Sari.

Kompleks Candi Plaosan terdiri atas Kompleks Candi Plaosan Lor dan Kompleks Candi Plaosan Kidul. Bangunan kuno ini berlatar agama Buddha.

Sebagian ahli menduga candi ini dibangun pada masa pemerintahan Rakai Pikatan dari Kerajaan Mataram Kuno, tepatnya pada awal abad ke-9 Masehi. Sementara sebagian ahli lainnya menduga kompleks candi ini sudah mulai dibangun sebelum masa Rakai Pikatan.

Seperti halnya Candi Sojiwan dan Candi Kalasan, candi ini menggambarkan hubungan yang harmonis antara dua agama. Konon Candi Plaosan dibangun oleh Rakai Pikatan yang beragama Hindu untuk permaisurinya, Pramudyawardani, yang beragama Buddha.

Perpaduan 2 agama ini dibuktikan dengan adanya stupa dan ratna dalam satu kompleks candi. Stupa merupakan lambang untuk agama Buddha, sedangkan ratna merupakan lambang untuk agama Hindu.

Baca juga: Candi Kalasan, Simbol Kerukunan Umat Beragama di Masa Lampau

Pada bulan Oktober 2003, di dekat candi pewara di kompleks Candi Plaosan Kidul ditemukan sebuah prasasti yang diperkirakan berasal dari abad ke-9 M. Prasasti tersebut terbuat dari lempengan emas berukuran 18,5 X 2,2 cm.

Isi prasasti yang tertulis dalam bahasa Sanskerta dengan aksara Jawa Kuno itu menguatkan dugaan bahwa Candi Plaosan dibangun pada masa pemerintahan Rakai Pikatan.

Plaosan Lor

Candi Plaosan Lor merupakan sebuah kompleks percandian yang luas. Di depan (barat) Kompleks Candi Plaosan Lor terdapat dua pasang arca Dwarapala yang saling berhadapan, sepasang terletak di pintu masuk utara dan sepasang di pintu masuk selatan.

Masing-masing arca setinggi manusia tersebut berada dalam posisi duduk di atas kaki kanannya yang terlipat dengan kaki kiri ditekuk di depan tubuh. Tangan kanannya memegang gada, sedangkan tangan kiri tertumpang di atas lutut kiri.

Di pelataran utara terdapat teras batu berbentuk persegi yang dikelilingi oleh deretan umpak batu. Diduga teras batu tersebut merupakan tempat meletakkan sesajian. Konon di atas teras tersebut tadinya terdapat bangunan dari kayu, sedangkan di atas masing-masing umpak tadinya terdapat sebuah arca Dhyani Buddha.

Teras yang serupa namun berukuran lebih kecil terdapat juga di selatan kompleks Candi Plaosan Lor. Di pelataran utara kompleks Candi Plaosan juga terdapat 6 buah stupa besar.

Di pusat kompleks Candi Plaosan Lor terdapat dua bangunan bertingkat dua yang merupakan candi utama. Kedua bangunan tersebut menghadap ke barat dan masing-masing dikelilingi oleh pagar batu.

Dinding batu yang memagari masing-masing candi utama dikelilingi oleh candi perwara yang semula berjumlah 174, terdiri atas 58 candi kecil berdenah dasar persegi dan 116 bangunan berbentuk stupa.

Tujuh candi berbaris di masing-masing sisi utara dan selatan setiap candi utama, 19 candi berbaris sebelah timur atau belakang kedua candi utama, sedangkan 17 candi lagi berbaris di depan kedua candi utama. Hampir semua candi perwara tersebut saat ini dalam keadaan hancur.

Di setiap sudut barisan candi perwara masih terdapat sebuah candi kecil lagi yang dikelilingi oleh dua barisan umpak yang juga diselingi dengan sebuah candi kecil lagi di setiap sudutnya.

Di sisi barat pagar batu yang mengelilingi masing-masing bangunan utama terdapat sebuah gerbang berupa gapura paduraksa, dengan atap yang dihiasi deretan mahkota kecil. Puncak atap gapura berbentuk persegi dengan mahkota kecil di atasnya.

Masing-masing bangunan candi utama berdiri di atas kaki setinggi sekitar 60 cm tanpa selasar yang mengelilingi tubuhnya. Tangga menuju pintu dilengkapi dengan pipi tangga yang memiliki hiasan kepala naga di pangkalnya. Bingkai pintu dihiasi pahatan bermotif bunga dan sulur-suluran. Di atas ambang pintu terdapat hiasan kepala Kala tanpa rahang bawah.

Sepanjang dinding luar tubuh kedua candi utama dihiasi oleh relief yang menggambarkan laki-laki dan perempuan yang sedang berdiri dalam ukuran yang mendekati ukuran manusia sesungguhnya. Relief pada dinding candi yang di selatan menggambarkan laki-laki, sedangkan pada candi yang di utara menggambarkan perempuan.

Bagian dalam kedua bangunan utama terbagi menjadi enam ruangan, tiga ruangan terletak di bawah, sedangkan tiga ruangan lainnya terletak di tingkat dua. Lantai papan yang membatasi kedua tingkat saat ini sudah tidak ada lagi, namun pada dinding masih terlihat alur bekas tempat memasang lantai.

Di ruang tengah terdapat 3 arca Buddha duduk berderet di atas padadmasana menghadap pintu, namun arca Buddha yang berada di tengah sudah raib. Pada dinding di kiri dan kanan ruangan terdapat relung yang tampaknya merupakan tempat meletakkan penerangan. Relung tersebut diapit oleh relief Kuwera dan Hariti.

Di kiri dan kanan, dekat pintu utama, terdapat pintu penghubung ke ruangan samping. Susunan di kedua ruangan bawah lainnya, baik di bangunan utara maupun di bangunan selatan, mirip dengan susunan di ruang tengah. Di sisi timur terdapat 3 arca Buddha duduk berderet di atas padmasana menghadap ke barat. Arca Buddha yang berada di tengah juga sudah raib.

Plaosan Kidul

Sesuai namanya, Candi Plaosan Kidul terletak di selatan Candi Plaosan Lor, terpisah oleh jalan raya. Bila di kompleks Palosan Lor kedua candi utamanya masih berdiri dengan megah, di kompleks Candi Plaosan Kidul candi utamanya sudah tinggal reruntuhan. Yang masih berdiri hanyalah beberapa candi perwara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

17 − one =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.