Bligo, Kurang Populer Meski Kaya Khasiat

293
Bligo, Kurang Populer Meski Kaya Khasiat
Foto: mathrubhumi.com

1001indonesia.net – Nama buah bligo memang kurang populer. Padahal selain enak disayur, buah dari tumbuhan merambat ini banyak mengandung khasiat obat. Bentuknya yang bulat lonjong seperti pepaya dengan selaput putih di kulit luarnya membuatnya gampang dikenali.

Bligo yang dikenal juga dengan nama baligo, blonceng, atau kundur ini memiliki nama ilmiah Benincasa hispida. Di Indonesia, tidak mudah mencari buah yang satu ini karena memang kurang populer. Bligo hanya dijumpai di pasar-pasar tradisional di kota kecil. Sesekali kita masih dapat menjumpainya di pasar swalayan tertentu atau toko yang khusus menjual buah dan sayuran.

Namun, berbeda dengan di Indonesia, di beberapa negara lain, buah ini lebih populer. Di Filipina, buah bligo segar diolah untuk dijadikan sirup. Sebagian masyarakat di sana bahkan masih memanfaatkannya sebagai obat pernapasan.

Di China, buah bligo diolah menjadi manisan yang dinamakan tang kwee atau labu musim sejuk. Di Malaysia, manisan buah bligo dikenal sebagai candied fruit winter melon. Sementara di Pakistan, buah ini digunakan sebagai bahan makanan yang disebut petha.

Buah ini awalnya dibudidayakan di Asia Tenggara, tapi kini ditanam juga di Asia Timur dan Selatan. Dalam bahasa Inggris, buah dari tumbuhan merambat ini disebut wax gourd, white gourd, dan ash gourd. Penamaan tersebut merujuk pada kulitnya yang bersaput tepung. Adapun warga Amerika menamakannya winter melon karena kulitnya seolah-olah putih berselimut salju.

Di Indonesia, bligo memiliki nama daerah yang bermacam-macam, seperti bligo atau belonceng (Jawa), butong (Dayak), gundur (Gayo), kundue (Minangkabau), kundo (Aceh), undru (Nias), sardak (Lampung), baligo dan leyor (Sunda), bhaligu dan kondur (Madura), laha (Irian), kudul (Simalur), serta kunrulu (Bugis).

Buah bligo sebenarnya adalah buah semusim, tetapi buahnya dapat bertahan dalam waktu yang lama. Jika tidak dikupas kulitnya, buah ini tahan sampai berbulan bulan, bahkan sampai setahun.

Daya simpan yang lama ini disebabkan oleh lapisan lilin yang mencegahnya dari serangan mikroorganisme pembusuk. Sebab itu, orang luar negeri menyebutnya labu berlilin.

Bligo merupakan tanaman menjalar, memiliki batang kayu lunak, berbulu, warna hijau. Daunnya tunggal, bulat, tepi rata, ujung tumpul dengan pangkal membulat.

Bunganya bunga tunggal, berkelamin dua, tumbuh di ketiak daun, dengan mahkota berbulu halus dan berwarna kuning.Buahnya buni, bentuknya bulat lonjong dengan panjang bisa mencapai 2 meter, dan warna hijau berselaput putih. Begitu dibelah, terlihat sederet biji-bijian dengan daging berwarna putih.

Bagian yang dimanfaatkan adalah biji dan buahnya.

Khasiat Bligo

Buah bligo sangat kaya akan kandungan air. Secara tradisional, buah ini dianggap memiliki sifat khas yang mendinginkan dan mampu membersihkan paru-paru. Buah ini berkhasiat untuk menguatkan organ hati (liver), ginjal, sebagai peluruh dahak pada saat batuk, mengatasi panas dalam, dan melancarkan kemih.

Pada zaman dulu, lapisan luar kulit buah bligo digunakan untuk membuat lilin. Di China, buah ini digunakan sebagai obat untuk merangsang buang air kecil dan air besar, penawar demam panas, wasir, lebam atau bengkak, tonik, sakit usus, sakit buah pinggang, kencing manis, dan lemah limfa.

Bligo merupakan sayuran bergizi, karena menyediakan sumber gula alami, asam amino, asam organik, unsur-unsur mineral, dan vitamin. Buah ini dianggap mengandung banyak khasiat obat, seperti antidiare, antiobesitas, antiulkus, antioksidan, dan diuretik.

Buah ini juga banyak digunakan untuk pengobatan epilepsi, sakit mag, dan berbagai gangguan saraf dalam sistem pengobatan asli Asia.

Sebab itu, tanaman ini sebenarnya memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan. Lebih lagi, penanaman dan perawatan tanaman ini tidak sulit.  Dan, daya simpannya tinggi sehingga meski merupakan tanaman musiman, buah ini sebenarnya bisa didapatkan kapan saja sejauh persediaan masih ada.

LEAVE A REPLY

three × three =