Arwana Super Merah, Naga Merah dari Kapuas yang Semakin Langka

130
Arwana Super Merah
Foto: zonaikan.com

1001indonesia.net – Salah satu ikan hias asli Kalimantan Barat adalah arwana super merah (Scleropages formosus). Di wilayah setempat, ikan endemik Kapuas Hulu ini dikenal dengan nama siluk merah. Ikan hias ini tergolong sangat mahal. Harganya jutaan rupiah per ekor.

Ikan ini dijuluki naga merah dari Kapuas. Dua sungut di ujung bibir bawah membuat ikan arwana super merah ini mirip liong atau naga. Layaknya naga, sebagian masyarakat menganggap ikan ini sebagai simbol keberhasilan, keperkasaan, dan kejayaan.

Saat ini, habitat ikan arwana super merah ada di Danau Lindung Empangau dan Danau Merebung di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Habitat alami ikan ini semakin terdesak. Ini membuat keberadaan ikan ini di habitat aslinya sangat terbatas.

Pada 1990-an siluk merah masih bisa ditemukan di hulu Sintang, yaitu Semitau, Bunut, Tembalung, Puttusiabau, dan Danau Sentarum. Namun, perburuan dan keadaan alam yang tak mendukung membuat ikan ini menghilang di kawasan tersebut.

Ikan siluk merah masuk dalam Appendix I CITES. Dengan kata lain, tangkapan ikan arwana super merah yang berasal dari alam dilarang diperdagangkan.

Perdagangan ikan ini diatur sangat ketat oleh pemerintah dan penangkar wajib teregistrasi dalam CITES. Di Indonesia, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengharuskan pemasangan cip atau penanda pada tubuh arwana untuk dapat diekspor.

Pada daftar merah Badan Konservasi Dunia (IUCN), ikan siluk merah masuk dalam kategori terancam punah. Selain penangkapan di alam, IUCN mencatat keberlangsungan ikan ini juga terancam oleh konversi habitat rawa (gambut) yang menjadi area pertanian serta kebakaran hutan.

Baca juga: Pesut Mahakam, Lumba-lumba Air Tawar yang Terancam Punah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

eleven − nine =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.