7 Budaya Unik yang Hanya Ada di Indonesia

oleh Ayu Lestari

1637
Indonesia, Zamrud Toleransi
Ilustrasi (Sumber: Shutterstock)

1001indonesia.net – Indonesia memang sangat tepat menjunjung gelar negara Bhinneka. Tidak hanya kaya sumber daya alam, tetapi juga kaya budaya. Kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat asing sehingga banyak turis internasional yang berkunjung ke Indonesia untuk melihat dan mendalami budaya-budayanya. Banyak pula di antara mereka yang kemudian jatuh hati dan menetap di Indonesia.

Di antara kekayaan budaya yang dimiliki bangsa kita, ada banyak budaya yang unik dan hanya ada di Indonesia. Kita tidak akan bisa melihatnya di negara lain. Budaya unik ini tumbuh di berbagai daerah dan memiliki makna tersendiri. Berikut ini akan diulas 7 budaya unik yang hanya ada di Indonesia.

1. Ritual Tiwah

Ritual Tiwah hanya dilakukan oleh Suku Dayak di Kalimantan Tengah. Ritual Tiwah adalah upacara keagamaan untuk menghantarkan sisa kerangka jenazah dari dalam kubur ke Sandung sebagai tempat peristirahatan terakhir.

Caranya adalah menggali kubur jenazah-jenazah, kemudian menyucikannya, dan terakhir diletakkan di Sandung. Sandung berbentuk rumah kecil khusus untuk sisa tulang-tulang jenazah. Selain ritual mengurus kerangka jenazah, ada banyak tradisi tarian, gong, dan penombakan hewan-hewan kurban sebelum pelaksanaannya.

Ritual ini sangat sakral bagi Suku Dayak pedalaman yang menganut agama Kaharingan. Ritual ini sangat unik dan khas, sehingga banyak turis mancanegara yang tertarik untuk meliput berhari-hari bahkan berbulan-bulan di sana.

Ritual Tiwah memiliki makna khusus sebagai ritual kematian terakhir. Untuk jenazah yang sudah meninggal, ritual ini bertujuan untuk meluruskan roh jenazah menuju kedamaian di Lewu Tatau (Surga). Sedangkan untuk keluarga yang masih hidup, ritual ini bertujuan untuk melepas status janda atau duda untuk memilih menikah lagi atau tidak, selain itu pun untuk melepas kesialan dari pengaruh-pengaruh buruk. [Baca selengkapnya di sini.]

Ritual Tiwah Masyarakat Dayak Ngaju (Foto: www.indonesiawonder.com)
Ritual Tiwah Masyarakat Dayak Ngaju (Foto: www.indonesiawonder.com)

2. Kebo-Keboan

Kebo-Keboan adalah tradisi unik Suku Using Banyuwangi di Desa Aliyan dan Alasmalang. Ritual ini diadakan setahun sekali, tepatnya pada Hari Minggu antara tanggal 1-10 Muharram/Suro.

Ritual ini sangat unik karena menampilkan atraksi manusia kerbau jadi-jadian. Mereka memakai tanduk buatan, berlumuran oli dan arang, dan memakai lonceng di leher layaknya kerbau. Mereka melakukan banyak hal seperti kerbau. Banyak turis asing yang tertarik untuk mengabadikan ritual ini dengan mata dan kamera mereka.

Ritual ini memiliki makna untuk selamatan desa, yaitu bersyukur atas hasil panen yang melimpah kepada warga suku. Selain itu, ritual ini pun digunakan untuk bersih desa dari bala, mengharap keselamatan dari marabahaya yang akan menimpa warga. [Selengkapnya baca di sini.]

Upacara adat keboan di Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi. (ANTARA FOTO/Budi Candra Setya)
Upacara adat keboan di Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi. (ANTARA FOTO/Budi Candra Setya)

3. Mapasilaga Tedong

Mapasilaga Tedong adalah ritual tradisi di wilayah Tana Toraja. Ritual unik ini diadakan pada bulan Juli dan merupakan ritual sebelum upacara Adat Rambu Solo. Banyak turis asing berdatangan untuk menyaksikan ritual ini.

Ritual ini berisi adu kerbau yang kemudian diakhiri dengan penebasan kerbau dengan sekali tebas. Kerbau yang diadu bukan sembarang kerbau, melainkan kerbau bule dan kerbau lumpur yang hanya ada di Tana Toraja. Ritual ini memiliki makna tersendiri, yaitu penghormatan kepada leluhur yang sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. [Selengkapnya baca di sini.]

Mapasilaga Tedong atau adu kerbau khas Toraja menjadi salah satu bagian dalam rangkaian prosesi upacara adat rambu solo untuk mengantarkan arwah orang yang meninggal dunia menuju alam keabadian yang menjadi tempat peristirahatan arwah para leluhur. (Foto: torajaparadise.com)
Mapasilaga Tedong atau adu kerbau khas Toraja menjadi salah satu bagian dalam rangkaian prosesi upacara adat rambu solo untuk mengantarkan arwah orang yang meninggal dunia menuju alam keabadian yang menjadi tempat peristirahatan arwah para leluhur. (Foto: torajaparadise.com)

4. Pasola

Pasola adalah tradisi unik yang hanya ada di Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur. Ada empat kampung yang tetap melestarikan budaya ini, yaitu kampung Kodi, Lamboya, Wanokaka, dan Gaura. Ritual ini dianut oleh agama Marapu masyarakat Sumba. Ritual Pasola adalah ritual puncak dari upacara Adat Nyale, tepatnya sekitar bulan Februari hingga Maret setiap tahunnya.

Tradisi pasola berisi permainan lempar lembing atau tombak kayu sepanjang 1,5 meter antara dua kelompok pasukan berkuda di Padang Savana. Tradisi ini memiliki makna khusus, yaitu menunjukkan ketaatan para pemeluk Marapu untuk melestarikan budaya leluhurnya. Selain itu, tradisi ini juga menjadi momen persaudaraan dan silaturahmi antara warga atau masyarakat. [Selengkapnya baca di sini.]

Pasola merupakan ritual adu ketangkasan khas masyarakat Sumba sebagai upacara pemujaan terhadap dewa-dewa. (Foto: kebudayaan.kemdikbud.go.id)
Pasola merupakan ritual adu ketangkasan khas masyarakat Sumba sebagai upacara pemujaan terhadap dewa-dewa. (Foto: kebudayaan.kemdikbud.go.id)

5. Dugderan

Dugderan adalah tradisi unik yang hanya ada di Semarang, Jawa Tengah. Dugderan diadakan secara khusus untuk menyambut bulan suci Ramadhan setiap tahunnya. Sehingga diadakan beberapa hari sebelum bulan Ramadhan dan diakhiri tepat 1 hari sebelum Ramadhan. Tradisi ini biasanya diadakan berpindah-pindah, seperti pernah di daerah Simpang Lima, daerah Masjid Agung Semarang, daerah Pasar Johar, Balai Kota Semarang, dan lainnya.

Nama dugderan identik dengan suara pukulan bedug dan letusan petasan, karena berasal dari kata “Dug” dan “Der”. Memang paling khas dari acara ini adalah perayaan suara pukulan bedug dan letusan mercon serta kembang api. Pukulan bedug sebagai penanda dan pengingat masuk bulan puasa, sedangkan letusan mercon dan kembang api sebagai penanda kebahagiaan akhir bulan puasa dan datangnya bulan Syawal yang penuh kemenangan.

Setiap tahunnya banyak turis asing dan wartawan mancanegara yang datang ke Semarang untuk melihat tradisi Dugderan secara khusus. Mereka menginap berhari-hari di Semarang dan menikmati setiap momennya. Perayaan Dugderan memang diadakan berhari-hari mulai dari pemukulan bedug, pasar kaget yang dinamai Pasar Dugderan, arak-arakan mobil yang bertema Warak Ngendok (makhluk imajiner yang menjadi maskot Kota Semarang), Kirab Budaya Dugderan, dan diakhiri perayaan letusan mercon dan kembang api. [Selengkapnya baca di sini.]

Warak Ngendok diarak dalam karnaval dugderan yang diselenggarakan masyarakat Semarang untuk menyambut bulan puasa. (Foto: ANTARA FOTO/R. Rekotomo)
Warak Ngendok diarak dalam karnaval dugderan yang diselenggarakan masyarakat Semarang untuk menyambut bulan puasa. (Foto: ANTARA FOTO/R. Rekotomo)

6. Tabuik

Tabuik adalah tradisi unik tahunan masyarakat Pariaman setiap tanggal 10 Muharram. Perayaan ini adalah salah satu perayaan unggulan di sana. Perayaan ini untuk memperingati hari wafatnya Husein ibn Ali, cucu Nabi Muhammad Saw di Padang Karbala.

Tabuik terdiri dari dua macam, yaitu Tabuik Pasa dan Tabuik Subarang. Awalnya hanya ada satu, yaitu Tabuik Pasa, namun kemudian masyarakat bersepakat untuk membuat tradisi Tabuik Subarang juga. Keduanya memiliki area yang berbeda di sekitar Sungai Pariaman.

Tabuik berasal dari kata Bahasa Arab ‘tabut’ yang bermakna tepi kayu. Tabuik menggambarkan peti Husein yang dibawa Buroq ke syurga. Di bagian atas Tabuik, dihiasi payung besar dengan bunga-bunga salapan. Ini menyimbolkan peti Husein. Sedangkan bagian bawah Tabuik, berbentuk tubuh kuda, bersayap, berekor, berkepala manusia, dan berambut panjang. Di empat kakinya, terdapat empat kalajengking yang menghadap ke atas. Ini menyimbolkan Buroq.

Acara diawali dengan mengambil tanah, menebang batang pisang, mataam, mengarak jari-jari, mengarak sorban, Tabuik naik pangkek, Hoyak Tabuik, dan melarung Tabuik ke laut. [Selengkapnya baca di sini.]

Kemeriahan festival Tabuik di Kota Pariaman, Sumatra Barat. (Foto: dofra-newsholic.blogspot.co.id)
Kemeriahan festival Tabuik di Kota Pariaman, Sumatra Barat. (Foto: dofra-newsholic.blogspot.co.id)

7. Makepung

Makepung adalah tradisi unik yang hanya ada di Kabupaten Jembrana Bali Barat. Tradisi ini berisi adu balap kerbau, hanya kerbau karena sapi adalah binatang suci di Bali. Istilah Makepung berarti kejar-kejaran. Tradisi ini awalnya hanya untuk permainan para petani untuk mengadu kerbau bajak sawah mereka, namun kemudian menjadi sebuah tradisi yang kerap diadakan saat perayaan hari kemerdekaan Indonesia.

Tradisi ini unik karena jalan perlombaan yang digunakan berbentuk huruf U sepanjang 2 km. Track jalannya pun berlumpur mirip area persawahan.

Kriteria untuk menentukan pemenang tergolong unik unik. Pemenang perlombaan tidak hanya ditentukan oleh peserta mana yang mencapai garis finish pertama semata, melainkan juga ditentukan oleh jarak antarpeserta. Ini dikarenakan start tidak dilakukan dalam satu garis, melainkan berbeda jarak, misalnya 10 meter.

Jika peserta yang start di depan mampu memperjauh jarak ketika finish, dialah yang menang. Sebaliknya, peserta yang start di belakang akan memenangi perlombaan jika ia berhasil memperpendek jarak dengan lawan di depannya ketika finish. [Selengkapnya baca di sini.]

Makepung atau adu balap kerbau khas Bali. (Foto: bestthingstodoinbali.com)
Makepung atau adu balap kerbau khas Bali. (Foto: bestthingstodoinbali.com)

Demikianlah daftar 7 budaya unik yang hanya ada di Indonesia. Bersyukurlah karena kita lahir di Indonesia dan menjadi bagian dari budayanya. Lestarikan budayanya, maka lestarilah daya tarik keindahan dan kebinekaannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

19 + fifteen =