Tari Yospan, Simbol Persahabatan dan Semangat Hidup Masyarakat Biak

383
Tari Yospan
Dibawakan dalam gerak yang dinamis dengan semangat kebersamaan, Tari Yospan menjadi simbol kebersamaan dan semangat hidup masyarakat Biak Numfor. (Foto: Tribunnews.com)

1001indonesia.net – Yospan merupakan singkatan dari Yosim Pancar, merupakan tarian pergaulan masyarakat Biak Numfor di Papua. Tarian ini dibawakan oleh siapa saja, laki-laki maupun perempuan, muda ataupun tua, secara dinamis dalam semangat kebersamaan. Itu sebabnya, Tari Yospan menjadi simbol persahabatan dan semangat hidup masyarakat Biak Numfor.

Disebut Yospan karena tari ini merupakan penggabungan dua tarian rakyat Papua, yakni Tari Yosim dan Tari Pancar. Yosim adalah tarian yang gerakannya mirip dengan poloneis (dansa asal Eropa). Namun, Yosim lebih mengutamakan kebebasan dalam mengekspresikan gerakan dan mengandalkan kelincahan gerak.

Tari Yosim berasal dari Sarmi, kabupaten di pesisir utara Papua, dekat Sungai Mamberamo. Tarian ini kemudian menyebar ke daerah Waropen, Serui, dan Biak.

Sementara, Pancar adalah tari yang berkembang di Biak Numfor dan Manokwari pada awal tahun 1960-an. Tari ini ditarikan dengan gerakan dasar akrobatik yang penuh semangat, dinamik, dan menarik.

Gerakan-gerakan dalam Tari Pancar terinspirasi dari gerakan aerobik pesawat-pesawat bermesin jet yang beterbangan di langit Biak pada tahun 1960-an. Saat itu, sedang terjadi konflik antara Kerajaan Belanda dan Pemerintah Indonesia. Banyak pesawat tempur yang diawaki oleh pilot-pilot dari Angkatan Udara Indonesia mengudara di langit Biak.

Gerakan yang terkenal dalam Tari Pancar adalah pancar gas yang merupakan representasi dari pesawat-pesawat yang melintas tersebut dan meninggalkan awan putih di langit. Itu sebabnya, tarian ini awalnya disebut pancar gas. Namanya kemudian disingkat menjadi pancar.

Gerakan Tari Pancar kemudian dipadukan dengan Tari Yosim menjadi tari pergaulan. Gerakannya menjadi lebih mudah untuk ditarikan. Sebagai tarian pergaulan, tidak ada batasan jumlah penari dalam tarian ini. Siapa saja boleh ikut masuk dalam lingkaran dan bisa langsung bergerak mengikuti penari yang lain.

Posisi para penari biasanya berbentuk lingkaran dan berjalan berkeliling sambil menari dengan penuh semangat. Alat musik yang dipakai untuk mengiringi tarian ini adalah gitar, ukulele (juk), dan tifa. Juga ada bas akustik dengan tiga tali yang dibuat dari lintingan serat jenis daun pandan, yang banyak ditemui di hutan daerah pesisir Papua.

Irama musik yang mengiringi Tari Yospan memberi semangat untuk menari. Ini didukung dengan Wor, yaitu lagu-lagu rakyat yang berbahasa daerah dan bahasa Indonesia Papua. Orang Biak menyebutkan Wor Mamun, syair lagu yang berisikan dukungan dan pesan moral pemberi semangat.

Tari Yospan sangat populer di Papua. Tari ini sering ditampilkan pada beragam acara, baik pada acara adat, kegiatan penyambutan, maupun pada festival seni budaya. Tari ini bahkan biasa ditampilkan di festival-festival budaya di berbagai negara.

Baca juga: Lego-lego, Membangun Kebersamaan melalui Syair dan Tari

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

8 − 1 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.