Sate Bandeng Khas Banten, Diciptakan oleh Juru Masak Sultan Hasanuddin

107
Sate Bandeng
Sate bandeng Khas Banten (Foto: Kliknusae.com)

1001indonesia.net – Salah satu masakan khas dan unik dari Banten adalah sate bandeng. Makanan yang terbuat dari ikan bandeng (Chanos chanos) ini diketahui sudah ada sejak era sultan pertama Banten, Sultan Maulana Hasanuddin (1552-1570).

Sate bandeng terbilang unik. Tidak seperti sate pada umumnya yang berbahan daging kambing, sapi, ataupun ayam, sate ini menggunakan ikan bandeng. Di Banten, pasokan bandeng kebetulan melimpah, berasal dari tambak di kawasan Serang wilayah utara.

Cara memasak makanan yang terbuat dari perpaduan daging ikan bandeng, santan, dan rempah-rempah ini pun menarik. Isian daging dikeluarkan dari badan bandeng dan dipisahkan dari duri.

Daging bandeng lantas dibumbui dengan beragam rempah, lalu dimasukkan kembali ke kulitnya. Setelah itu, ikan bandeng ditusuk atau dijepit tusukan tangkai bambu, lalu dibakar di atas bara arang.

Konon, sate bandeng dibuat oleh juru masak Sultan Hasanuddin. Sultan Banten itu menyukai masakan dari ikan bandeng. Namun, duri-duri yang ada dalam ikan bandeng sangat mengganggu dan merepotkan.

Sang juru masak kemudian berupaya untuk menghilangkan duri-duri kecil itu, dengan tetap mempertahankan bentuk ikan bandeng. Jadilah sate bandeng.

Resep makanan juru masak kerajaan itu kemudian menyebar ke khalayak luas. Hingga kini, sate bandeng terkenal dan menjadi salah satu oleh-oleh pavorit dari Banten.

Baca juga: Pindang Bandeng, Akulturasi Budaya dalam Sajian Kuliner

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

13 − four =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.