Rohana Kudus, Wartawan Perempuan Pertama di Indonesia

625
Peninggalan Sekolah Kerajinan Amai Setia yang didirikan Rohana Kudus. (Foto : Bello.id/Nisa)

1001indonesia.netSiti Rohana Kudus nama lengkapnya. Ia dikenal sebagai seorang pejuang emansipasi wanita, pendidik, dan juga perintis pers nasional. Sosoknya kesohor sebagai jurnalis perempuan pertama di Indonesia.

Rohana Kudus lahir di Koto Gadang, Sumatra Barat pada 20 Desember 1884. Rohana adalah saudara seayah dari Sutan Sjahrir dan bibi dari Chairil Anwar. Ia merupakan putri dari istri pertama ayah Sjahrir.

Meski tidak mendapat pendidikan formal, Rohana banyak menerima pelajaran dari ayahnya. Semangat belajarnya tinggi sehingga ia cepat menguasai apa yang diajarkan ayahnya. Ia juga banyak mendapat pengetahuan dari buku-buku dan majalah berbahasa Belanda yang dibawa ayahnya dari kantor.

Suatu saat, ayahnya sedang ditugaskan di Alahan Panjang. Di sini, mereka  bertetangga dengan pejabat Belanda atasan ayahnya. Dari istri pejabat itu, Rohana belajar keterampilan menyulam, menjahit, merenda, dan merajut. Rohana juga mendapat banyak bahan bacaan dari tetangganya itu.

Berbekal pengetahuan yang dimiliki, ia kemudian mendirikan perkumpulan Kerajinan Amai Setia (KAS) pada 11 Februari 1911. Perkumpulan ini bertujuan untuk meningkatkan harkat dan martabat kaum perempuan melalui pendidikan. Untuk itu, KAS mendirikan sekolah keterampilan khusus wanita di kampung halamannya.

Rohana Kudus
Rohana Kudus

Di sekolah tersebut ia berbagi ilmu dan berbagai keterampilan untuk perempuan, di antaranya keterampilan pengaturan keuangan, baca-tulis huruf Arab dan Latin, budi pekerti, pendidikan agama Islam, dan bahasa Belanda.

Pada 10 Juli 1912, Rohana Kudus menerbitkan surat kabar perempuan pertama di Indonesia, yaitu Sunting Melayu. Dari pemimpin redaksi, redaktur, hingga penulis surat kabar ini semuanya perempuan. Melalui Sunting Melayu, Rohana dan rekan-rekannya menyebarluaskan gagasan mereka mengenai pentingnya perkumpulan bagi kemajuan kaum wanita.

Atas jasanya, ia mendapat penghargaan sebagai Wartawati Pertama Indonesia (1974). Ia juga dikukuhkan sebagai Perintis Pers Indonesia dari Menteri Penerangan pada hari Pers nasional ke-3, 9 Februari 1987. Pada 2007, pemerintah menganugerahinya Bintang Jasa Utama.

Rohana Kudus meninggal pada 17 Agustus 1972 di usia 87 tahun. Kiprahnya banyak menginspirasi para perempuan khususnya dalam bidang pendidikan dan jurnalisme.

LEAVE A REPLY

twenty − seventeen =