Pondok Pesantren, Lembaga Pendidikan Islam di Indonesia

1070
Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor
Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor merupakan pondok pesantren besar yang terletak di Ponorogo, Jawa Timur. (Foto: gontor.ac.id)

1001indonesia.net – Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tradisional di Indonesia. Pertama kali didirikan di daerah pedesaan Jawa dan Madura oleh para kiai. Mereka menyediakan asrama atau pondok bagi para santri. Lembaga pendidikan sejenis juga terdapat di Sumatra Barat yang dikenal dengan nama surau, dan di Aceh disebut dayah.

Jika kita merujuk pada Babad Demak, pertama kali pesantren didirikan oleh Raden Rahmat yang terkenal dengan nama Sunan Ampel di daerah Ampel Denta, Surabaya. Setelahnya banyak bermunculan pesantren yang didirikan oleh para santrinya, di antaranya pondok pesantren Giri (Sunan Giri), pesantren Demak (Raden Patah), pesantren Tuban (Sunan Bonang).

Pada fase awal ini, pesantren berfungsi sebagai sarana pengislaman dengan memadukan tiga unsur pendidikan, yakni ibadah untuk menanamkan iman, tablig untuk menyebarkan ilmu, dan amal untuk mewujudkan kegiatan kemasyarakatan dalam kehidupan sehari-hari

Kurikulum dasar sebagian besar pesantren tradisional terdiri atas pelajaran bahasa Arab dan pelajaran berjenjang tentang kitab kuning, fiqih, pendalaman al-Quran, tauhid, akhlak, dan tasawuf. Selain itu juga dipelajari hadis, sunah, sejarah Islam, dan sastra Arab.

Selama berabad-abad, pesantren merupakan satu-satunya lembaga pendidikan Islam bagi orang Jawa sampai masuknya pendidikan gaya Barat pada awal abad ke-20. Tidak mengherankan pesantren menjadi pelaku penting dalam pengislaman Jawa dan karena itu turut memengaruhi pula perkembangan kebudayaan Jawa pada umumnya.

Berikut 2 contoh pondok pesantren besar yang ada di Indonesia:

Pondok Pesantren Tebuireng

Salah satu pesantren tertua dan terpenting di Indonesia adalah Pesantren Tebuireng yang terletak di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Pesantren ini didirikan oleh Kiai Haji Hasjim Asy’ari pada 3 Agustus 1899, setelah kepulangannya dari menuntut ilmu di Mekkah.

Pendirian pondok pesantren ini tidak mudah. Gangguan datang dari para penjahat lokal yang tidak senang dengan pendirian pondok. Berkat kegigihan Kiai Hasjim dan santri-santrinya, pesantren yang terkait erat dengan organisasi Nahdlatul Ulama (NU) ini mampu bertahan, bahkan menjadi pesantren yang besar. Banyak alumninya yang mendirikan pesantren baru. Salah satu alumninya bahkan menjabat sebagai presiden RI ke-4, yaitu Abdurrahman Wahid yang tidak lain merupakan cucu sang pendiri.

Pondok Pesantren Modern Gontor

Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor atau lebih dikenal dengan Pondok Modern Gontor terletak di Kabupaten Ponorogo Jawa Timur. Pondok pesantren yang dikelola secara modern ini terkenal dengan penerapan disiplin yang ketat, penguasaan bahasa asing (Arab dan Inggris), serta kaderisasi dan jaringan alumni yang sangat kuat.

Sejak didirikan pada 10 April 1926, Pondok Gontor merupakan lembaga pendidikan yang tidak terikat dengan organisasi politik dan organisasi kemasyarakatan mana pun. Pendirian pesantren modern ini terinspirasi dari Sir Syed Ahmad Khan pendiri Aligarh Muslim University, India, yang melakukan modernisasi pendidikan Islam.

Sistem yang dipakai di Pondok Modern Gontor berjalan dengan baik dan sangat sukses. Karena hal itu, saat ini banyak pesantren di Indonesia yang mencontoh sistem yang diterapkan oleh Pondok Gontor.

Apalagi, ada ratusan pesantren tersebar di seluruh Indonesia yang didirikan oleh para alumni Gontor. Hampir bisa dipastikan, pesantren-pesantren ini menggunakan sistem pengajaran yang sama.

Sumber:

  • James J Fox, Indonesian Heritage: Agama dan Upacara, Jakarta: Buku Antar Bangsa, 2002.
  • Muhammad Wahyuni Nafis, Cak Nur Sang Guru Bangsa, Jakarta: Kompas, 2014.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

13 − one =