Majapahit, Warisan dari Kejayaan Nusantara di Masa Silam

1271
Candi peninggalan Kerajaan Majapahit di Situs Trowulan
Candi peninggalan Kerajaan Majapahit di situs Trowulan.

1001indonesia.net – Sejarah Majapahit, baik masa kejayaan maupun keruntuhannya, memberikan banyak pembelajaran bagi kita mengenai bagaimana membentuk dan membangun identitas kita sebagai bangsa. Sejarah kerajaan ini juga menyingkapkan besarnya potensi kelautan negara ini, suatu potensi yang baru-baru ini mulai mendapat perhatian setelah sekian lama diabaikan.

Majapahit adalah sebuah kerajaan Hindu-Buddha yang berpusat di Jawa Timur dan berdiri sekitar tahun 1293 hingga 1500 M. Kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya—mampu menyatukan wilayah Nusantara dan Semenanjung Melayu dan menjadi negara maritim yang besar—pada masa pemerintahan Hayam Wuruk dengan patihnya Gajah Mada.

Nama kerajaan ini berasal dari nama buah yang banyak terdapat di hutan Tarik tempat berdirinya kerajaan ini. Ketika para pekerja sedang bekerja untuk membuka hutan, karena rasa lapar, mereka memetik dan memakan buah maja yang pahit rasanya. Oleh karena itu, hutan Tarik yang dibuka tersebut dinamakan Majapahit atau Wilwatikta (wilwa: buah maja; tikta: pahit).

Kerajaan ini mencapai kejayaannya pada masa pemerintahan Hayam Wuruk dengan patihnya Gajah Mada. Pada masa itu, kerajaan Hindu-Buddha ini menjadi kerajaan maritim yang kuat dan menjadi pusat perdagangan internasional. Kerajaan ini mampu menyatukan kawasan Nusantara dan wilayah Semenanjung Melayu.

Kerajaan-kerajaan di kawasan Nusantara dan wilayah Semenanjung Melayu tersebut berada di bawah naungan Majapahit. Pencapaian Majapahit yang mampu menyatukan Nusantara merupakan usaha Patih Gajah Mada untuk mewujudkan sumpah Nusantara-nya (amukti palapa) pada tahun 1258 Saka atau 1336 Masehi.

Relasi antara Majapahit dan kerajaan-kerajaan lain merupakan relasi perdagangan yang saling menguntungkan dan membentuk kesatuan regional di bawah naungan dan lindungan Majapahit dalam sebuah ikatan perjanjian yang mengikat. Dalam kesatuan regional tersebut, Majapahit menjadi pemimpinnya atau sebagai “pusat kerajaan maritim” dan berperan melindungi jalur utama perdagangan laut dari berbagai ancaman.

Sebagai gantinya, Majapahit berhak menerapkan monopoli perdagangan di kawasan Nusantara. Meskipun Majapahit menerapkan monopoli perdagangan, kerja sama yang dibangun di kawasan Nusantara dianggap tidak merugikan negara-negara di dalamnya, tetapi sama-sama menguntungkan.

Majapahit meninggalkan warisan yang tidak terkira bagi Indonesia. Pertama, konsep Bhinneka Tunggal Ika yang tertera pada lambang Garuda Pancasila. Kerajaan yang lambangnya berbentuk Matahari bersegi delapan ini  mengilhami bangsa Indonesia bagaimana mengelola perbedaan.

Kedua, kebesaran Majapahit yang mampu mewujudkan misi menyatukan Nusantara meresap di kalangan bangsa Indonesia. Kenangan tersebut meneguhkan keyakinan bahwa bangsa ini pernah mengalami masa kejayaan.

Memang kita tidak bisa menjadikan sejarah Majapahit sebagai legitimasi historis bagi NKRI karena konteksnya sudah berbeda dengan masa sekarang. Namun, kita bisa mewarisi semangat yang dimiliki kerajaan Majapahit saat itu untuk mengelola dan membangun bangsa yang besar seperti Indonesia saat ini menjadi bangsa yang kuat dan disegani oleh bangsa lain. Termasuk juga dalam hal ini simbol “Gula-Kelapa” yang berwarna Merah dan Putih sebagai simbol semangat Nusantara.

Ketiga, Majapahit menginspirasi bangsa Indonesia untuk menjadi negara maritim yang besar. Dengan kekuatan armada dan pelabuhannya, kerajaan ini mampu menjadi pusat perdagangan internasional. Majapahit mengajarkan bahwa bangsa ini mempunyai potensi kelautan yang besar yang jika dikelola dengan baik akan menjadi sumber kemakmuran bagi rakyat. (ed)

5 COMMENTS

  1. Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai nusantara indonesia.Benar benar bermamfaat dalam menambah wawasan kita mengenai indonesia Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis mengenai Indonesia yang bisa anda kunjungi di Informasi Seputar Indonesia

  2. Artikel ini memang bagus, tapi TIDAK SESUAI dengan judul,

    Artikel ini berjudul : Majapahit: Kerajaan Hindu-Buddha Terakhir di Nusantara,

    KERAJAAN HINDU BUDHA TERAKHIR DI NUSANTARA…..???

    Menurut wikipedia dan sumber sumber lainnya:
    Tahun 1478 Majapahit runtuh akibat serangan Demak. Kota ini berangsur-angsur ditinggalkan penduduknya, tertimbun tanah, dan menjadi hutan jati.

    Sedangkan :
    Tahun 1570 – Pajajaran, Kerajaan Hindu terakhir di pulau Jawa ditaklukan oleh Kesultanan Banten.

    Dan perlu di ingat lagi, bahwa kerajaan PADJAJARAN tidak pernah di taklukkan oleh MAJAPAHIT.

    MOHON JUDUL DARI ARTIKEL INI DI UBAH, agar tidak terjadi LOGICAL FALLACY atau sesat pikir….

    Saya tidak membenci artikel ini, saya menghargai karya orang lain, saya senang dengan artikel ini, TAPI APABILA TIDAK SESUAI dengan fakta yang ada, saya sebagai pembaca akan angkat bicara.

    Itu saja dari saya

    Trimakasih……

    • Terima kasih Ega atas tanggapannya. Majapahit kami anggap sebagai kerajaan Hindu-Buddha terakhir karena perannya yang sangat besar terhadap perkembangan budaya, politik, maupun ekonomi di Nusantara di saat-saat akhir kejayaan kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha sebelum wajah sebagian besar Nusantara berganti.

      Tanpa bermaksud mengabaikan keberadaan Pakuan Pajajaran, Majapahit adalah kerajaan Hindu-Buddha terakhir yang paling signifikan jika kita berbicara mengenai sejarah Indonesia. Sejarah kebesarannya turut membentuk imaji mengenai keindonesiaan dalam pikiran para pendiri bangsa.

      Tentu secara urutan waktu sejarah, judul artikel ini tidak sesuai. Sebab itu, sesuai dengan saran Ega dan supaya tidak disalahmengerti, maka judul kami perbarui.

      Terima kasih.

      • Terimakasih atas tanggapannya…..

        Semoga situs ini menjadi semakin baik dari waktu ke waktu, dan dapat menjadi wadah pemersatu bangsa….

        Saya bangga menjadi orang Indonesia, kita adalah bangsa yang besar, kebudayaan kita sangat kaya.

        Artikel ini sangat bagus dan bermanfaat…..

        Trimakasih…….

LEAVE A REPLY

15 − nine =