Kete Kesu, Kampung Tradisional Toraja yang Mendunia

687
Tongkonan, Rumah Tradisional dari Tana Toraja
Rumah adat tongkonan di Kete Kesu Tana Toraja. (Foto: Arian Swegers/commons.wikimedia.org)

1001indonesia.net – Kete kesu adalah kampung tradisional Toraja dengan deretan rumah tongkonan berumur ratusan tahun yang sudah mendunia. Meski tidak lagi ditinggali, kampung tradisional yang dijadikan sebagai objek wisata ini masih digunakan sebagai pusat pelaksanaan upacara adat Tana Toraja, di antaranya upacara pemakaman Rambu Solo.

Secara administratif, Kete Kesu berada di Desa Bonoran, Kecamatan Rantepao, Kabupaten Toraja Utara. Perkampungan yang didirikan oleh Puang Ri Kesu ini sudah mulai terkenal sejak 1970-an. Deretan rumah adat Tongkonan yang sudah berusia ratusan tahun lengkap dengan lumbung padinya serta kompleks pemakaman kuno menjadi daya tarik utama perkampungan ini.

Tongkonan-tongkonan di Kete Kesu memiliki ukiran yang indah. Terdapat tanduk kerbau yang berderet di bagian atas sisi depan Tongkonan. Tanduk kerbau ini menjadi simbol status kebangsawanan si pemilik rumah. Semakin banyak tanduk kerbau yang dimiliki, semakin tinggi kedudukan sosial si pemilik rumah.

Namun, seiring berjalannya waktu, semakin banyak kerbau yang telah dikorbankan sehingga tidak mungkin semua tanduknya dipasang di Tongkonan. Hanya tanduk yang bagus saja yang dipasang. Sisanya, diletakkan di kolong tongkonan atau dibuang.

Kekunoan tongkonan tampak jelas dari atapnya yang terbuat dari susunan bambu. Atap ini sudah ditumbuhi rerumputan liar, tapi sengaja tidak dibersihkan karena untuk menangkal terjadinya kebocoran.

Selain tongkonan, terdapat bangunan berukuran lebih kecil yang digunakan sebagai lumbung padi, disebut alang. Bangunan ini dibagi menjadi 2 susun. Di bagian atasnya terdapat ruangan kecil yang digunakan sebagai tempat penyimpanan padi. Ruang di bawahnya digunakan sebagai tempat menerima tamu.

Kete Kesu, Kampung Tradisional Toraja yang Mendunia
Kubur Batu Kete Kesu (Foto: Liputan6.com/Eka Hakim)

Berjarak sekitar 100 meter dari kompleks tongkonan, terdapat kuburan kuno di gunung batu. Konon katanya, kubur batu ini sudah berusia 700 tahun. Di sini, tulang-tulang dan tengkorak berserakan di dalam gua dan di sekitar pemakaman.

Peti-peti mati (erong) di kuburan kuno ini dipahat dan dibuat menyerupai perahu, kerbau, dan babi. Selain itu, ada patene atau makam modern yang berbentuk rumah-rumahan. Terdapat puluhan patung jenazah adat (tau-tau) di dalam ruangan khusus. Beberapa di antaranya dipasangi jeruji besi untuk mencegah dicurinya tau-tau.

Saat ini, Kete Kesu menjadi kawasan cagar budaya yang dilindungi. Sampai sekarang, kampung adat ini masih berfungsi sebagai pusat berbagai upacara adat Toraja, seperti upacara pemakaman adat Rambu Solo, upacara memasuki rumah adat baru atau Rambu Tuka, dan berbagai upacara adat lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

eight + 1 =