Bedah Buku “Indonesia: Zamrud Toleransi” dan “Menghargai Perbedaan”

IAIN Palu

314
Bedah Buku Indonesia Zamrud Toleransi dan Menghargai Perbedaan di IAIN Palu
Foto: PSIK Indonesia

1001indonesia.net – Semakin kaya ekosistem dengan keragaman (biodiversivitas), semakin kuat ekosistem itu. Setiap jenis flora dan fauna mempunyai kontribusinya sendiri-sendiri bagi penguatan ekosistem. Sebab itu, dunia ini perlu merayakan perbedaan karena perbedaan itu yang memperkuat kehidupan.

Demikian ungkap Yudi Latif dalam acara bedah buku Indonesia: Zamrud Toleransi dan Menghargai Perbedaan yang bertempat di IAIN Palu pada 16 Mei 2017. Sekitar 300 peserta menghadiri acara yang diselenggarakan oleh PSIK Indonesia bekerja sama dengan FES-Indonesia dan IAIN Palu ini.

Lebih lanjut, Yudi Latif mengungkapkan bahwa perbedaan adalah rahmat yang harus disyukuri. Dalam bidang agama, Tuhan menciptakan perbedaan supaya kita dapat berlomba-lomba dalam kebaikan.

Sebab itu, toleransi adalah nilai penting dalam kehidupan bersama. Toleransi adalah semacam hak untuk berbeda, semacam bagaimana kita menghormati perbedaan. Jadi, toleransi adalah bagaimana kita hidup dengan keyakinan kita bersama orang lain yang memiliki keyakinan yang berbeda.

Sayangnya, menurut Christian Tinjabate (dosen di Universitas Tadulako), pengajaran di Indonesia kurang melembagakan siapa sebenarnya bangsa Indonesia itu. Menurutnya, ketika kita berbicara Indonesia, ada tiga realitas yang harus dipahami, yaitu realitas teologis dan realitas kultural yang bersifat majemuk, serta realitas historis yang panjang dalam proses pembentukan kebangsaan Indonesia. Untuk itu, ia mengapresiasi kehadiran buku Indonesia: Zamrud Toleransi dan Menghargai Perbedaan ini.

Rachman Ansyari dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Tengah mengungkapkan adanya keinginan kuat dari pemerintah untuk mengelola perbedaan dan mencapai kesatuan serta keharmonisan dalam masyarakat yang beragam dengan ideologi Pancasila. Menurutnya, kebudayaan merupakan pilar utama dalam menjaga keharmonisan. Sebab itu, pendidikan harus terintegrasi dengan kebudayaan.

Rachman Ansyari juga menyambut baik kehadiran buku ini. Ia berharap ada rekomendasi ke dinas pendidikan agar buku-buku yang berkait dengan karakter dan nilai toleransi ini disalurkan ke sekolah-sekolah.  Ia juga berharap ke depannya acara-acara seperti ini juga dihadiri kalangan guru supaya pengetahuan ini berguna dalam aktivitas belajar-mengajar di sekolah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

four − four =