Menghargai Perbedaan: Pendidikan Toleransi untuk Anak

1471

Menghargai Perbedaan, Pendidikan Toleransi untuk Anak1001indonesia.net – Buku Menghargai Perbedaan: Pendidikan Toleransi untuk Anak mencoba memandu para guru dan orangtua memahami apa yang dimaksud dengan nilai toleransi, mengapa ia begitu penting, dan bagaimana kita bisa mengembangkan nilai itu pada anak-anak.

Buku yang dipublikasikan oleh Friedrich-Ebert-Stiftung Indonesia bekerja sama dengan PSIK Indonesia ini juga berfungsi sebagai sarana anak-anak mengenal nilai toleransi. Dengan bahasa yang sederhana dan disertai cerita serta ilustrasi yang menarik, diharapkan anak-anak akan lebih mudah menangkapnya dan mempraktikkannya dalam keseharian mereka.

Secara sederhana, kita bisa memahami toleransi sebagai kemampuan seseorang untuk hidup bersama dalam perbedaan. Perbedaan di sini dimaknai dalam arti yang cukup luas. Untuk anak-anak, misalnya, adalah soal kemampuan untuk hidup bersama dengan teman-teman yang memiliki perbedaan minat dan hobi. Setiap anak, ketika berkumpul, mereka diuji apakah mereka bisa bermain bersama meski mereka memiliki perbedaan minat.

Mula-mula seorang anak pada umumnya cenderung memberikan perhatian pada sesuatu yang menjadi minatnya. Ia bermain dengan apa yang disukainya. Ia merasa tidak nyaman jika ada orang lain mengganggu “mainannya”. Namun, ia tentu tidak selalu sendiri. Pada saatnya ia juga membutuhkan orang lain sebagai kawan bermain. Ia tahu bahwa bermain bersama teman jauh lebih menyenangkan daripada bermain sendirian.

Namun, bermain bersama teman tidak sama dengan bermain sendirian. Ketika bermain bersama orang lain, ia tidak bisa memaksakan minatnya dengan mengabaikan minat kawan yang lain. Pada fase ini, ia akan menegosiasikan minatnya agar ia bisa bermain bersama kawan-kawan yang lain.

Umur anak-anak yang dimaksud dalam buku ini adalah anak-anak yang berumur antara 7 hingga 9 tahun. Pada umumnya mereka ada di tingkat kelas 1 hingga 3 SD (Sekolah Dasar). Anak-anak di umur ini pada umumnya sudah mulai menyadari keragaman yang ada di sekitarnya. Mereka biasanya akan mulai bertanya ke orangtuanya ketika melihat kawannya yang beribadah dengan cara dan di tempat berbeda. Atau ketika ada kawannya yang berbicara dalam bahasa yang berbeda.

Ada baiknya para guru dan orangtua sudah memiliki persiapan untuk menjawab pertanyaan sejenis itu. Sangatlah diharapkan bahwa jawaban yang diberikan tidak membuat anak akan menjauh dari kawan-kawannya yang berbeda itu. Mereka harus disiapkan untuk memiliki kemampuan menerima orang-orang yang berbeda di dalam lingkungannya. Pengalaman masa ini akan sangat memengaruhi cara mereka bersikap terhadap orang lain yang berbeda darinya.

Mengapa nilai Toleransi Penting

Setiap manusia pasti akan menghadapi perbedaan. Perbedaan yang dihadapi di masa dewasa akan semakin kompleks. Jika seseorang tidak memiliki kemampuan menenggang perbedaan, maka ia akan mengalami kesulitan membangun kehidupan bersama orang lain.

Sebagai manusia, kita tentu saja tidak mungkin hidup sendiri. Secara alamiah manusia adalah makhluk sosial. Hidup bersama adik dan kakak yang memiliki minat berbeda dan bisa saja berjenis kelamin berbeda adalah kehidupan yang harus dibangun secara baik dan pas. Jika tidak dikelola secara baik, pertengkaran di antara mereka akan sering terjadi.

Di sekolah atau di luar rumah, perbedaannya akan semakin kompleks. Mereka tidak hanya berjumpa dengan kakak atau adik, tetapi juga kawan-kawan yang berbeda adat, suku, bahasa, dan juga agama. Perbedaan ini mulanya akan menimbulkan pertanyaan-pertanyaan. Para orangtua dan guru perlu menjawab, dan diharapkan jawabannya itu bisa membangun nilai saling pengertian yang semakin baik.

Isi Buku Ini

Dalam buku ini akan disajikan uraian mengenai keragaman dalam kehidupan bersama. Uraian ini akan dilengkapi dengan cerita-cerita yang terkait dan juga ilustrasi. Pesan yang ada di dalam cerita bisa digali dan ditarik dalam semangat kebersamaan dan toleransi terhadap perbedaan.

Selain cerita, juga ada aktivitas yang bisa dilakukan oleh anak-anak atau murid. Aktivitas yang dilakukan diupayakan mampu menumbuhkan kemampuan untuk bisa hidup bersama dalam keragaman dan perbedaan.

Bagaimana Menumbuhkan Nilai Toleransi

Cara terbaik mengajarkan nilai karakter adalah dengan contoh atau teladan langsung, baik dari orangtua, guru, dan orang yang dianggap lebih senior.  Kata para ahli, pendidikan karakter atau nilai itu ditangkap bukan diajarkan, “values are caught, not taught. ” Dengan teladan yang diberikan orangtua, guru dan orang yang lebih senior, sebuah nilai yang diharapkan akan tertransfer dengan lebih efektif. Karenanya jika kita bertanya bagaimana cara menumbuhkan nilai toleransi kepada seorang anak atau murid, maka ada baiknya nilai-nilai itu sudah dipraktikkan di dalam lingkungan keluarga dan sekolah.

Data Buku

  • Penulis: Tim Penulis PSIK Indonesia
  • Tata Letak: Andi Faisal
  • Ilustrator: Ozzy Esha
  • Penerbit: FES Kantor Perwakilan Indonesia dan PSIK Indonesia
  • Tahun: 2017

1 Komentar

  1. Saya sangat setuju dengan adanya buku seperti ini. Dengan mengajarkan anak mengenai toleransi sejak dini akan membantu anak untuk membentuk sebuah pemahaman bahwa perbedaan itu merupakan hal yang normal dalam kehidupan. Bukan berarti perbedaan itu harus dihindari namun dibutuhkan adjustment dan compromising sehingga anak terbiasa dengan adanya perbedaan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

3 × one =