Tumpeng, Perlengkapan Upacara Jawa yang Sarat Makna

89
Tumpeng
Foto: idntimes.com

1001indonesia.net – Tumpeng merupakan salah satu perlengkapan utama pada upacara yang diselenggarakan masyarakat Jawa. Tak sekadar makanan untuk disantap, nasi berbentuk kerucut ini sarat akan makna.

Bentuknya yang lancip di atas menandakan hubungan manusia dengan Yang Maha Kuasa. Menurut orang Jawa, istilah tumpeng merupakan akronim dari “tumapaking penguripan-tumindak lempeng tumuju Pangeran”, yang artinya manusia itu harus hidup menuju jalan Tuhan.

Itu sebabnya, makanan ini disajikan pada saat-saat penting kehidupan manusia, dan sebagai sarana untuk mensyukuri rahmat Tuhan serta memohon perlindungan dan keselamatan

Konon, nasi tumpeng dibuat untuk memuliakan gunung sebagai tempat bersemayam para hyang atau arwah leluhur (nenek moyang). Pada budaya budaya Hindu, makanan yang berbentuk kerucut ini melambangkan gunung suci Mahameru, tempat bersemayam dewa-dewi.

Tumpeng juga menjadi simbol ekosistem kehidupan di alam. Di sekitar nasi terdapat aneka sayur dan daging (ayam/kambing/sapi), melambangkan alam kehidupan yang terdiri atas tumbuhan, binatang, dan manusia.

Nasi yang digunakan dalam tumpeng bisa nasi biasa, nasi kuning, ataupun nasi uduk, tergantung keperluan. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah menetapkan makanan ini sebagai ikon kuliner nasional.

Baca juga: Wetonan, Cara Orang Jawa Memuliakan Hari Lahir

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

5 × two =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.