Wetonan, Cara Orang Jawa Memuliakan Hari Lahir

1985
Wetonan
Ilustrasi (Foto: satujam.com)

1001indonesia.net – Tidak seperti umumnya orang sekarang yang memperingati hari lahirnya setiap tahun, orang Jawa yang masih memegang tradisinya memperingati hari lahirnya setiap 35 hari (selapan) dengan upacara wetonan. Tradisi peninggalan leluhur ini menunjukkan bagaimana orang Jawa begitu memuliakan peristiwa kelahiran.

Wetonan merupakan upacara untuk memperingati weton, yaitu hari lahir seseorang dengan pasarannya. Di Jawa, selain hari yang berjumlah tujuh (Saptawara), juga dikenal pasaran yang berjumlah lima (Pancawara), yaitu Pahing, Pon, Wage, Kliwon, dan Legi.

Dalam tradisi Jawa, seseorang harus dibuatkan wetonan minimal sekali selama seumur hidup, yaitu pada saat wetonan pertama ketika bayi berusia 35 hari, yang disebut upacara selapanan.

Namun, akan lebih baik jika wetonan dilakukan paling tidak setahun sekali. Dan, akan lebih baik lagi jika upacara ini dilaksanakan setiap hari weton-nya, terutama saat usia dini agar si anak diberi kelancaran dalam menggapai cita-citanya.

Apabila seseorang merasakan sering mengalami kesialan atau selalu mengalami kejadian buruk, biasanya dilakukan bancakan weton selama 7 kali berturut-turut. Artinya, selama 7 kali weton-nya yang jatuh setiap 35 hari, berturut-turut ia membuat bancakan.

Upacara wetonan dilaksanakan dengan membuat bancakan. Umumnya bancakan weton berupa tumpeng beserta urapan dan irisan telur, jajan pasar, jenang merah-putih dan atau jenang lima warna (hitam, putih, merah, kuning, dan hijau), kopi dan teh, damar atau lampu ublik, dan lain-lain. Setiap uborampe ini memiliki makna tersendiri.

Karena keilmuan Jawa begitu kaya dan beragam, maka uborampe yang digunakan tidak baku, tergantung tradisi mana yang dipegang oleh orang yang bersangkutan.

Selain membuat bancakan, weton juga diperingati dengan berpuasa, bisa sehari atau tiga hari (apit weton). Inilah uniknya orang Jawa. Orang sekarang umumnya memperingati hari lahir dengan suka cita pesta ulang tahun. Orang Jawa memperingati hari lahirnya dengan berpuasa.

Bagi orang Jawa, wetonan merupakan bagian dari upaya untuk menjaga keselarasan hidup lahir dan batin. Setelah di hari-hari lain, manusia tenggelam dalam keseharian dunia, tak lepas dari luput dan salah, maka di hari lahirnya, ia mendekatkan diri pada Sang Sumber Hidup untuk kembali mensucikan dirinya.

Tentu, kembali menjadi suci bukan berarti manusia bebas sepenuhnya dari kesalahan yang telah diperbuatnya. Suci di sini berarti ketika manusia tidak lagi dikekang oleh hawa nafsunya dan menyadari keterbatasan dirinya. Ketika itu juga, ia akan menyadari segala kesalahannya, berani bertanggung jawab atasnya, dan berusaha untuk tidak lagi mengulanginya.

Baca juga: Ritual Orang Jawa untuk Mendapatkan Anak yang Linuwih

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

3 × 3 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.