Tukuder, Tradisi Unik Masyarakat Kaliwungu untuk Menyambut Ramadhan

207
Tradisi Tukuder
Telur ikan mimi menjadi buruan utama warga Kaliwungu setiap jelang puasa di Tradisi Tukuder. (Foto: dye/sigijateng)

1001indonesia.net – Masyarakat Kaliwungu di Kabupaten Kendal memiliki tradisi unik dalam menyambut datangnya bulan suci puasa, yakni tradisi tukuder atau pesta jajanan rakyat. Salah satu makanan yang diburu dalam pesta jajanan tersebut adalah telur mimi.

Tukuder berasal dari bahasa Jawa tuku yang berarti membeli. Jadi, menjelang puasa, warga Kendal memiliki tradisi untuk membeli makanan di pesta jajanan rakyat yang digelar di halaman masjid besar Kaliwungu.

Beragam jajanan, seperti telur mimi, sumpil, mie aneka warna, dan makanan laut, menjadi rebutan warga. Sebagian dari makanan itu hanya bisa didapatkan pada momen-momen tertentu saja. Telur mimi bahkan hanya ada saat menjelang puasa saja, tidak ada di waktu lain. Oleh sebab itu, saat tradisi tukuder, telur mimi menjadi makanan yang paling diburu warga Kaliwungu.

Ikan mimi atau ikan belangkas bentuknya mirip dengan ikan pari. Bedanya, ikan mimi memiliki cangkang yang keras. Biasanya ikan ini mudah didapat di sekitar perairan Kendal. Namun, pada tahun 2019 ini, ikan mimi mulai susah didapat sehingga pasokannya tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya.

Ikan Mimi atau Belangkas
Ikan Mimi atau Belangkas (Foto: citraindonesia.com)

Tradisi makan telur mimi sehari sebelum puasa adalah tradisi yang sudah lama ada. Biasanya, telur mimi diolah menjadi bothok—dicampur dengan parutan kelapa, dibungkus daun pisang, lalu dikukus—atau pepes. Rasanya gurih.

Konon katanya, tradisi makan telur mimi pada bulan Ramadhan ini sudah ada sejak zaman Wali Sanga yang menyebarkan agama Islam di Kendal. Sampai sekarang, tradisi ini masih dipelihara sampai sekarang. Bahkan masyarakat Kaliwungu merasa kurang afdhal kalau belum makan telur mimi menjelang dan saat bulan puasa.

Selain telur mimi, makanan khas Kaliwungu lainnya yang juga diburu warga adalah sumpil. Makanan ini terbuat dari beras, dibungkus menggunakan daun bambu. Sumpil biasanya disajikan saat bulan puasa dan bulan Maulud. Penyajiannya juga sama dengan telur mimi, yakni dengan bumbu parutan kelapa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

two × four =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.