Tari Pamonte, Gambaran Kegembiraan Petani Saat Panen Tiba

67
Tari Pamonte
Tari Pamonte menggambarkan kegembiraan dan rasa syukur masyarakat Suku Kaili atas panen yang melimpah. (Foto: Pesonawisata.sultengprov.go.id)

1001indonesia.net – Kehidupan masyarakat agraris Suku Kaili di Provinsi Sulawesi Tengah terekam dalam Tari Pamonte. Tari ini menggambarkan kegembiraan dan rasa syukur masyarakat atas panen yang didapatkan.

Pada Tari Pamonte tergambarkan bagaimana proses pengolahan padi menjadi beras. Mulai dari memetik, menumbuk, dan menapis. Gerak tari mengikuti syair lagu yang dinyanyikan.

Tari Pamonte merupakan salah satu tarian tradisional yang cukup terkenal di Sulawesi Tengah. Tari ini sering ditampilkan di berbagai acara, seperti penyambutan tamu penting, pertunjukan seni, dan festival budaya. Tarian tersebut biasanya ditampilkan oleh para penari wanita dengan pakaian layaknya petani.

Tari ini diciptakan oleh seniman besar dari Sulawesi Tengah bernama Hasan. M. Bahasyua pada 1957. Terciptanya tari ini terinspirasi oleh aktivitas para gadis Suku Kaili ketika masa panen padi tiba. Kala itu, masyarakat Suku Kaili mayoritas berprofesi sebagai petani. Tentu saja mereka menyambut musim panen dengan gembira dan sukacita.

Tarian ini biasanya ditarikan 10 orang wanita dan seorang Penghulu yang disebut dengan Tadulako. Seorang Tadulako berperan sebagai pemimpin tari dan memberikan aba-aba kepada para penari.

Baca juga: Gandrung Banyuwangi, Wujud Syukur terhadap Dewi Sri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

ten + 20 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.