Selamat Jalan Bondan Nusantara

105
Bondan Nusantara
Bondan Nusantara, maestro kesenian ketoprak Jogja. (Foto: poskota.co.id)

1001indonesia.net – Indonesia kembali kehilangan seorang maestro dan pelestari kesenian tradisi. Bondan Nusantara yang dikenal sebagai penulis naskah dan sutradara ketoprak Jogja itu meninggalkan kita pada Rabu (20/4/2022) sore.

Bondan meninggal sekitar pukul 15.00 WIB di rumahnya di Desa Kasongan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dilansir Harianjogja.com, ia dikabarkan meninggal mendadak. Sebelumnya tidak ada keluhan sakit.

“Tidak sakit. Beliau tidur siang begitu dibangunkan ternyata sudah meninggal. Kematian yang indah,” kata Sigit Sugito sahabatnya.

Bondan Nusantara selama ini dikenal sebagai seniman kondang di Jogja karena kontribusinya pada pelestarian seni ketoprak. Trias Kuncahyono (Kompas 18/2/2020) mengungkapkan, Bondan telah menggeluti ketoprak sejak tahun 1970 setelah lulus SMP.

Berbagai peran telah ia ikuti. Dari mulai didapuk jadi prajurit tukang gelut, hingga peran lebih baik, sampai akhirnya menjadi penulis cerita dan sutradara.

Ketoprak terus menjadi bagian dari kehidupan Bondan hingga akhir hayatnya.

Ketoprak adalah salah satu teater tradisional khas Jawa. Teater rakyat ini merupakan tradisi masyarakat agraris Jawa. Awalnya, pertunjukannya menggunakan iringan lesung (tempat menumbuk padi) yang dipukul secara berirama sebagai pembuka, iringan saat pergantian adegan, dan penutup pertunjukan sehingga terkenal dengan sebutan Ketoprak Lesung.

Dalam perkembangannya, ketoprak kemudian menggunakan iringan gamelan Jawa, juga beberapa alat musik modern. Penggarapan cerita, kostum, serta tata panggung mengalami kemajuan dan menjadi lebih kompleks.

Kisah yang dimainkan bermacam-macam. Biasanya diambil dari cerita legenda atau sejarah Jawa, meski juga ada cerita fiksi.

Baca: Ketoprak, Berlalunya Kejayaan Teater Rakyat

Keterlibatan Bondan dalam kesenian ketoprak dimulainya dengan mengikuti ketoprak keliling Dahono Mataram. Bakat main ketoprak turun dari ibunya yang juga pemain ketoprak.

Sejak tahun 1983, Bondan kemudian memutuskan menjadi penulis naskah sekaligus sutradara. Ia belajar menulis naskah ketoprak dari Handung Kussudarsana.

Selama hidupnya, Bondan telah banyak mendapat penghargaan. Sebagai pemain, ia pernah meraih penghargaan sebagai Aktor Terbaik Festival Ketoprak se-DIY (1983).

Sebagai sutradara, Bondan pernah dinobatkan sebagai Sutradara Terbaik Festival Ketoprak antar-Dati II se-DIY (1984-1986) dan Sutradara Terbaik Festival Pertunjukan Rakyat Daerah Istimewa Yogyakarta (1987)

Sebagai penulis, Bondan pernah meraih Juara III Penulisan Cerpen Bahasa Jawa se-Jawa Timur (1993).

Selain itu, ia juga memperoleh berbagai penghargaan dari Sri Paduka Paku Alam VII, dari Sri Sultan Hamengkubuwono X, dan berbagai instansi seni lainnya.

Selamat jalan Bondan Nusantara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

three × one =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.