Pura Tanah Lot, Berpadunya Kesakralan dan Keindahan Alam

609
Pura Tanah Lot
Pura Tanah Lot (Foto: indonesiawow.com)

1001indonesia.net – Pura Tanah Lot atau Pura Luhur Tanah Lot terkenal dengan keindahan alamnya. Tempat ibadah umat Hindu yang terletak di atas sebuah pulau karang yang terpisah dari daratan oleh celah sempit ini tampak sangat menawan dalam semburan ombak.

Pura Luhur Tanah Lot menjadi destinasi wisata terfavorit di Bali setelah Pantai Kuta di Kabupaten Badung. Ini dikarenakan Tanah Lot merupakan salah satu tempat terbaik di Bali untuk melihat matahari tenggelam. Menyaksikan matahari tenggelam di tempat ini memberi kesan yang tak terlupakan.

Tanah Lot berasal dari kata “tanah” yang artinya tanah dan “lot” (lod) yang artinya laut. Dengan demikian, Tanah Lot berarti tanah atau pulau yang terletak di laut. Dinamakan demikian karena bangunan pura terletak di sebuah batu karang di tengah pantai. Saat laut pasang, bangunan pura tampak seperti mengambang di lautan.

Pura Tanah Lot berlokasi di Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, di pesisir selatan pulau Bali kurang lebih 25 kilometer dari Kota Denpasar. Pura Tanah Lot terletak di atas batu karang laut besar yang menghadap ke Samudra Hindia.

Tempat ibadah ini adalah sebuah pura Hindu yang dibangun untuk memuja Tuhan dalam manifestasi-NYA sebagai Dewa Laut atau Dewa Baruna untuk keselamatan dan kesejahteraan dunia serta keseimbangan antara laut dan bumi.

Asal-usul

Konon, menurut cerita yang dipercayai masyarakat Bali, Pura Tanah Lot dibangun oleh seorang brahmana dari Jawa bernama Danghyang Nirartha. Sang Brahmana yang memiliki nama lain Danghyang Dwijendra dan Pedanda Sakti Wawu Rauh ini berhasil mengembangkan ajaran Hindu di Bali pada sekitar abad ke-16.

Penguasa setempat kala itu, Bendesa Beraben, yang tidak suka atas kepopuleran Sang Brahmana di kalangan rakyat mengusirnya dari Tanah Lot. Sang Brahmana menyanggupinya. Namun sebelum pergi, Danghyang Nirartha dengan kekuatan semedinya memindahkan bongkahan batu karang ke tengah pantai dan membangun pura di sana.

Beliau juga mengubah selendangnya menjadi ular penjaga pura. Ular-ular yang merupakan jenis ular laut belang yang bisanya melebihi King Cobra ini masih bisa dijumpai sampai sekarang dan dikeramatkan oleh penduduk setempat. Meski berbisa, ular ini jinak asal tidak diganggu. [Baca:Pulau Ular di Bima, Bercengkerama dengan Ular Laut yang Berbisa]

Cerita asal-usul Pura Tanah Lot ini berakhir dengan Bendesa Beraben yang menjadi pengikut Danghyang Nirartha.

Ular Laut yang dipercaya sebagai penjaga Pura Tanah Lot (Foto: kompasiana.com)
Ular Laut yang dipercaya sebagai penjaga Pura Tanah Lot (Foto: kompasiana.com)

Demi terjaganya kesucian tempat sembahyang, tidak sembarang orang bisa memasuki Pura Luhur Tanah Lot. Para wisatawan hanya diperbolehkan melongok dari bawah pura. Hanya orang-orang tertentu yang hendak melakukan kegiatan keagamaan yang boleh memasuki ruang dalam pura.

Meski wisatawan tidak bisa memasuki pura, Pura Tanah Lot tak pernah sepi dari pengunjung. Keindahan alamnya yang begitu memukau sukar untuk dicari tandingannya, terutama saat matahari terbenam.

Setiap 210 hari atau 6 bulan menurut kalender Bali/kalender Saka diadakan upacara (piodalan atau pujawali) di Pura Tanah Lot. Piodalan di Pura Tanah Lot jatuh pada hari Buda Wage Langkir, 4 hari setelah Hari Raya Kuningan. Pada saat itu, Pura Tanah Lot akan dipadati oleh ribuan umat Hindu Bali.

Selain Pura Tanah Lot, di Tanah Lot terdapat 7 pura suci lain, masing-masing dengan fungsi dan tujuannya sendiri. Salah satu dari 7 pura tersebut adalah Pura Batu Bolong yang digunakan saat upacara melasti atau upacara penyucian. Pura ini berada di atas tebing karang yang menjorok ke laut dan di tengahnya bolong atau berlubang.

Selain di Tanah Lot, di Lombok juga ada pura dengan nama Pura Batu Bolong. Pura yang terletak di Pantai Senggigi ini pun memiliki pemandangan alam yang sangat indah.

Sumber:

  • http://bali.panduanwisata.id/pura-hindu-bali/menikmati-keindahan-pura-tanah-lot/
  • http://www.id.baliglory.com/2015/09/pura-tanah-lot.html

LEAVE A REPLY

16 − 14 =