Peluncuran Buku Tempat-tempat Bersejarah di Jakarta

746
Tempat-tempat Bersejarah di Jakarta
Henry Thomas Simarmata (1001indonesia.net) bersama Adolf Heuken (penulis) dalam acara peluncuran buku Tempat-tempat Bersejarah di Jakarta. Acara diselenggarakan di Erasmus Huis Jakarta pada 19 Agustus 2016.

1001indonesia.net – Inisiatif Indonesia (1001Indonesia.net)  hadir dalam perhelatan Jakarta Heritage Academy dan HI Jakarta. Perhelatan ini juga dimaksudkan sebagai acara peluncuran buku Tempat-Tempat Bersejarah di Jakarta.

Karya ini merupakan edisi Indonesia dari Historical Sites of Jakarta (1982) yang telah terbit sebelumnya. Kedua buku ini diterbitkan oleh Cipta Loka Caraka dan Periplus. Perhelatan yang diadakan pada 19-20 Agustus 2016 ini menghadirkan Adolf Heukeun SJ, seorang peneliti sejarah Jakarta sekaligus penulis karya ini.

Tempat-tempat Bersejarah di JakartaDalam Tempat-tempat Bersejarah di Jakarta, Adolf Heuken menyajikan keterangan lengkap mengenai berbagai bangunan bersejarah di Jakarta, seperti gedung monumen, gereja, masjid, kelenteng, istana, tugu, nisan, dan perkampungan Batavia.

Karya ini menjadi penting artinya bagi kita, terutama yang tinggal di Jakarta. Bagi kita yang hidup saat ini, kita hanya mengenal Jakarta sebagai kota paling modern di Indonesia.

Kita juga mengenal jakarta sebagai kota yang menarik para pendatang dari daerah untuk mengadu nasib. Kota yang menawarkan segala macam impian meski lebih sering tak tergapai. Kota tempat manusia meraih apa saja yang tidak bisa diraih di daerah asal karena hambatan tradisi. Intinya, ketika orang datang dan menjadi penduduk kota Jakarta, mereka berfokus pada sesuatu hal yang baru, yaitu terbukanya peluang untuk kehidupan di masa datang.

Siapa yang peduli bahwa ternyata Jakarta—ibu kota tertua di seluruh Asia Tenggara ini—menyimpan banyak peristiwa sejarah. Siapa yang tahu ternyata dulu Jakarta pernah menjadi bandar pusat seluruh jaringan perniagaan dari Capetown di Afrika Selatan hingga Nagasaki di Jepang.

Lagi pula, sejak beberapa dekade lalu, makin banyak pendatang di kota Jakarta. Buktinya, ketika peristiwa mudik lebaran, Jakarta menjadi kota lengang karena sebagian penduduknya pulang ke kampung halaman. Sebenarnya hal ini normal saja karena Jakarta adalah ibu kota sekaligus pusat kegiatan usaha di Indonesia. Masalahnya, tampak bahwa ikatan penduduk dengan kota tempatnya tinggal tidak begitu kuat.

Kalau kita tidak tahu latar belakang sejarah, kita tidak mengerti siapa kita. Anak Jakarta tidak diberi tahu tentang Sejarah Jakarta, maka mereka tidak tahu bagaimana mencintai kotanya. Karena tidak tahu sejarah Jakarta, maka tidak tahu nilai sejarah maka tidak menjaga kota Jakarta.

Adolf Heuken

Mungkin, bagi generasi kedua dan setelahnya, pikiran Jakarta sebagai tempat kelahiran membuat ikatan mereka pada kota ini semakin kuat. Namun tak dapat disangkal, sedikit sekali yang tertarik untuk mengerti sejarah kota ini.

Padahal, memahami sejarah Jakarta penting artinya untuk membuat kita menjadi lebih berakar pada kota yang kita tinggali ini. Jakarta bukan hanya tempat di mana kita mengejar impian lalu kita tinggalkan setelah berhasil. Jakarta bukan semata tempat bekerja mencari uang di mana saat ingin menikmati hidup, orang pelesir ke tempat lain. Mungkin sebagian orang begitu, khususnya orang-orang berduit. Tapi, sebagian besar tidak atau tidak mampu melakukannya. Bahkan bagi warga pendatang sekalipun, mereka habiskan waktu mereka di Jakarta. Jakarta bukan lagi tempat mencari uang, Jakarta sudah menjadi “rumah” mereka.

Dengan kata lain, Jakarta bukan hanya tempat mencari kekayaan, kedudukan, dan ketenaran semata, tapi juga tempat kita membenci dan mencinta, tempat kita menikmati kebahagiaan dan berkeluh kesah, tempat kita menjalin pertemanan dan persaudaraan, dan juga tempat kita membangun sebuah keluarga.

Keberakaran membuat kita lebih peduli pada kota yang kita tinggali. Kepedulian masyarakat ini penting artinya untuk membangun sebuah kota yang humanis. Sebuah kota yang memanusiakan warganya, siapa pun juga tanpa memandang kelas sosial.

Mengerti masa silam juga sangat penting bagi kehidupan kita sekarang. Ternyata masa silam mewarnai kehidupan sekarang lebih kuat dari yang kita sangka. Masalah banjir dan korupsi misalnya, sudah menjadi masalah Jakarta yang serius sejak dahulu kala. Jika kita mengerti hal ini maka kita bisa menyikapi berbagai persoalan yang ada sekarang dengan lebih baik.

Di sinilah Tempat-tempat Bersejarah di Jakarta karya Adolf Heuken penting artinya. Memang, seperti yang diungkapkan dalam kata pengantarnya, karya ini tidak dimaksudkan sebagai buku sejarah Jakarta. Buku ini semata ingin menyajikan peristiwa sejarah berkaitan dengan beberapa bangunan tua di Jakarta. Di balik bangunan tua tersebut, tersimpan berbagai peristiwa yang turut berperan dalam pembentukan kehidupan Jakarta saat ini.

Henry Thomas Simarmata dari Inisiatif Indonesia menjadi moderator dari peluncuran dan bedah buku tersebut. Mengingat pentingnya pengenalan sejarah Jakarta bagi pembangunan kota yang lebih manusiawi, secara berlanjut dalam siklus tahun 2016–2017, Inisiatif Indonesia bersama dengan Cipta Loka Caraka dan Periplus hendak mengangkat ulasan dan pertukaran gagasan mengenai “Jakarta Cita dan Sejarah”.

Bahan Bacaan:

  • Adolf Heuken SJ, Tempat-tempat bersejarah di Jakarta: Edisi ke-8 yang direvisi dan diperluas, Jakarta: Cipta Loka Caraka, 2016.
  • http://indonesia.ucanews.com/2013/05/17/romo-heuken-sj-ahli-sejati-kota-jakarta/
  • http://sejarahjakarta-clc-heuken.blogspot.co.id/2016/07/tempat-tempat-bersejarah-di-jakarta.html

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

4 × 1 =