Pantiau, Kuliner Khas Bangka Belitung yang Mirip Kwetiau

108
Pantiau, Kuliner Khas Kepulauan Bangka Belitung
Foto: voinews.id

1001indonesia.net – Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terdapat makanan yang bentuknya mirip kwetiau. Namanya pantiau. Masakan ini merupakan salah satu kuliner khas Bangka yang telah dibuat turun-temurun.

Pantiau berasal dari bahasa Hakka, salah satu etnis Tionghoa yang mendiami kawasan di Kepulauan Bangka Belitung. Pan memiliki arti setengah, sementara tiau adalah berat. Makanan khas Bangka ini merupakan makanan setengah berat yang bisa menjadi pengganti nasi.

Menu ini dapat ditemukan pada banyak warung di Bangka Belitung. Selain itu, pantiau juga kerap disuguhkan pada berbagai acara penting, seperti acara kenduri maupun syukuran.

Jika dilihat, sajian khas Babel ini mirip kwetiau. Mienya cukup tebal dengan tekstur menyerupai kwetiau. Keduanya juga sama-sama makanan khas dari etnis Tionghoa.

Namun, jenis makanan ini bukanlah kwetiau. Jika kwetiau diolah dengan cara digoreng dan disajikan dalam kondisi kering. Pantiau disajikan dengan sedikit kuah. Menu ini bisa juga disajikan kering, tetapi jarang.

Kuah pantiau terdiri dari rempah-rempah dicampur dengan daging ikan yang dihaluskan. Bahan bakunya adalah sagu, tepung beras, daging ikan, bawang putih, bawang merah, garam, merica, dan kecap asin.

Cara membuat

Langkah pertama, sagu diaduk dengan tepung beras lalu diaduk dengan air dalam takaran yang pas. Komposisi campurannya harus tepat agar adonan tidak terlalu encer sehingga mendapatkan tekstur dan kekenyalan yang pas.

Setelah mendapatkan tingkat kekenyalan yang pas, adonan itu kemudian dikukus di dalam loyang berdiameter 30 sentimeter. Setelah adonan masak, pantiau yang berbentuk lingkaran itu digantung alias dijemur pada bilah-bilah bambu sampai dingin dan kering.

Jika adonannya pas, pantiau tidak akan robek atau putus saat dijemur.

Setelah dingin dan kering, pantiau kemudian dipotong menjadi seperti mi. Pemotongannya dapat dilakukan dengan menggunakan pisau. Namun lebih sering menggunakan alat pemotong supaya hasilnya lebih rapi.

Pantiau lantas ditaburi tepung lagi supaya tidak lengket atau merekat satu sama lain. Pantiau yang akan disajikan, dimasak lagi dengan cara direbus. Setelah itu, sajikan dalam piring atau wadah tertentu.

Sementara kuahnya dibuat dengan bumbu bawang putih dan bawang merah. Pertama, haluskan bawang putih dan bawang merah. Jumlah bawang putihnya harus lebih banyak supaya mengeluarkan aroma dan cita rasa yang khas.

Kemudian siapkan daging ikan yang sudah direbus. Jenis ikannya bebas, sesuai selera. Bawang putih dan bawang merah yang sudah dihaluskan itu kemudian digiling lagi dengan daging ikan.

Lalu tumis seraya masukkan merica atau sahang dalam bahasa setempat. Setelah memunculkan aroma yang mulai matang, masukkan garam dan kecap asin secukupnya.

Letakkan bumbu ini di atas pantiau yang sudah tersaji di piring. Tambahkan air panas secukupnya agar bumbunya dapat diaduk dengan pantiau. Makanan siap disantap.

Baca juga: Pempek, Makanan Khas Palembang Warisan Melayu-Tionghoa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

19 − 4 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.