Nagarakretagama, Rekaman Kerajaan Majapahit pada Masa Puncaknya

726
Nagarakretagama, Rekaman Kerajaan Majapahit pada Masa Puncaknya
Kakawin Nagarakretagama

1001indonesia.net – Nāgarakrtāgama atau Nagarakretagama merupakan “rekaman” kerajaan Majahapahit pada masa terbaiknya. Naskah tersebut ditulis dalam bentuk kakawin pada daun lontar.

Kawi atau penulis dari karya yang berjudul asli Kakawin Desawarnana ini adalah Mpu Prapanca. Kakawin ini ditulis sekitar tahun 1365 sebagai pujian terhadap Hayam Wuruk atau Rajasanagara, raja Majapahit pada masa puncaknya.

Kekuatan pada detail dan bahasan yang mendalam membuat karya ini amat dihargai. Keaslian karya juga menunjukkan daya olah tinggi dalam kakawin ini mengenai susastra, tata ruang, lapisan-lapisan kerajaan, konteks sosial masyarakat, dan teknologi-teknologi pada masa itu. Seperti La Galigo dan Babad Diponegoro, UNESCO juga mengakui Nagarakretagama sebagai “warisan ingatan dunia” (memory of the world).

Sang pujangga, Mpu Prapanca, mengikuti waktu dan perjalanan Rajasanagara. Model penulisan ini dikenal oleh para ahli sebagai kronik keraton. Sepertinya, Prapanca memang diminta secara khusus untuk meliput kisah dan kiprah sang raja.

Di sela-sela peliputan itu, ia menyempatkan diri untuk mengambil perjalanan sendiri, termasuk untuk mengunjungi pertapaan—yakni pertapaan Darbaru, untuk mengunjungi tokoh spiritual—disebut pembesar dharma Buddhis. Keunikan lain dalam kakawin ini adalah data mengenai diri Mpu Prapanca dan pergulatannya mengenai ajaran Buddha.

Untuk lebih mengetahui lebih lanjut tentang kakawin Nagarakretagama bisa dibaca Nagarakretagama dan Tafsir Sejarahnya karya Slametmuljana.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

11 − eight =