Mesuryak, Ritual Mengantar Roh Leluhur di Banjar Bongan Gede Bali

182
Tradisi Mesuryak
Warga menyiapkan uang yang yang akan ditebar saat tradisi Tradisi Mesuryak di Desa Bongan, Tabanan, Bali, Sabtu (15/4/2017). (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)

1001indonesia.net – Mesuryak adalah tradisi mengantar roh leluhur yang hanya ada di Banjar Bongan Gede, satu dari tujuh banjar yang ada di Desa Bongan. Tradisi ini rutin dilaksanakan setiap 210 hari, atau 6 bulan dalam perhitungan kalender Bali, yakni setiap Hari Raya Kuningan.

Menurut keyakinan warga Banjar Bongan Gede, Desa Bongan, Kecamatan Tabanan, Kabupaten Tabanan, Bali, ketika Hari Raya Galungan roh para leluhur mereka turun ke bumi sampai hari raya Kuningan. Sebab itu, rentang waktu itu menjadi momen istimewa bagi masyarakat Hindu di Bali.

Tradisi Mesuryak ini merupakan ungkapan simbolik salam perpisahan dengan roh para leluhur yang kembali ke alamnya. Ritual dimulai pukul 09.00 sampai 12.00. Warga setempat meyakini, pada pukul 12.00, roh leluhur mereka telah kembali ke alam baka.

Istilah mesuryak sendiri berarti sorak-sorai. Sebab itu, dalam ritual ini warga harus berbahagia. Kemeriahan memang terjadi pada puncak acara, yaitu saat ritual “hujan uang” yang diadakan sebagai ungkapan rasa syukur atas anugerah yang diberikan Tuhan dan para leluhur. Uang yang diterbangkan juga merupakan wujud untuk memberikan bekal kepada leluhur yang kembali ke alam nirwana.

Para warga akan berebut lembaran uang yang beterbangan, dari pecahan Rp2.000 hingga Rp 100 ribu. Semua kegiatan melempar dan rebutan uang dilaksanakan di sepanjang jalan umum Banjar Bongan Gede.

Tradisi Mesuryak
Keseruan warga berebut uang saat tradisi Tradisi Mesuryak di Desa Bongan, Tabanan, Bali, Sabtu (15/4). (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)

Pada 1980-an perayaan tradisi Mesuryak masih menggunakan pipis bolong atau uang kepeng. Namun, selanjutnya penggunaan uang yang resmi digunakan alat tukar digunakan untuk menambah kemeriahan dan daya tarik karena bisa dibelanjakan.

Sebelum menebar uang, ada persembahyangan yang dilakukan. Uang dalam berbagai pecahan ini dipersembahkan kepada para leluhur bersama banten atau sesaji.

Untuk jumlah nominalnya tidak ada ketentuan. Besarannya disesuaikan dengan kemampuan ekonomi masing-masing keluarga. Yang terpenting mereka memberi dengan ikhlas dan penuh suka cita.

Selain sembahyang di pura, masing-masing keluarga juga bersembahyang di depan rumah yang akan digunakan menjadi lokasi Mesuryak. Sampai saat ini, ritual mengantar roh leluhur ke alam Nirwana ini masih dilaksanakan oleh masyarakat Banjar Bongan Gede.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

2 × 2 =