Mengenal Rumah Gadang Sebagai Rumah Anti Gempa

Syauqy Robanny, Muhammad Nazri, A. Nurfuadi, M. Irfan Ali S.

232
Mengenal Rumah Gadang Sebagai Rumah Anti Gempa
Dengan arsitekturnya yang unik, rumah gadang dapat dikategorikan sebagai rumah anti gempa. Hal ini menunjukkan kesadaran masyarakat Minang akan kondisi geografis Nusantara yang rawan bencana. (Foto: dirumahku.com)

Arsitektur rumah gadang menunjukkan masyarakat Minangkabau telah lama mengadopsi teknik bangunan tahan gempa. Menggunakan pasak sebagai perekat antarkayu membuat rumah gadang mampu mengikuti goncangan ketika gempa terjadi sehingga tidak roboh. Itu sebabnya, rumah yang dibuat dengan bahan-bahan alami ini layak disebut rumah anti gempa.

1001indonesia.net – Dari segi ilmu kebumian, Indonesia memang merupakan daerah yang sangat menarik. Selain memiliki wilayah paparan benua yang luas (Paparan Sunda dan Paparan Sahul), juga memiliki pegunungan lipatan tertinggi di daerah tropis dan bersalju abadi (Pegunungan Tengah Papua).

Selain itu, Indonesia merupakan satu-satunya negara di dunia yang memiliki laut antarpulau yang sangat dalam, yaitu Laut Banda (lebih dari 5.000 meter), dan laut sangat dalam antara dua busur kepulauan, yaitu palung Weber (lebih dari 7.000 meter).

Dua jalur gunung api besar dunia juga bertemu di Nusantara. Beberapa jalur pegunungan lipatan dunia pun saling bertemu di Indonesia. Kondisi tersebut merupakan bagian dari hasil dari proses pertemuan 3 lempeng tektonik besar, yaitu lempeng Indo-Australia, Eurasia dan lempeng Pasifik.

Zona pertemuan antara lempeng Indo Australia dan lempeng Eurasia di lepas pantai barat Sumatera, selatan, Jawa dan Nusa Tenggara, sedangkan dengan lempeng Pasifik di bagian utara pulau Papua dan Halmahera. Zona ini umumnya juga ditandai dengan keberadaan palung yang cukup dalam.

Secara geografis Indonesia terletak pada rangkaian cincin api yang membentang sepanjang lempeng pasifik yang merupakan lempeng tektonik paling aktif di dunia. Zona ini memberikan kontribusi sebesar hampir 90% dari kejadian gempa di bumi dan hampir semuanya merupakan gempa besar di dunia (Kramer, 1996).

Peta zona patahan aktif di indonesia. (Foto: bnpb.go.id)

Kesadaran akan kondisi alam yang rawan bencana gempa ini sudah disadari oleh masyarakat Indonesia sejak dulu. Ini tampak dari arsitektur rumah-rumah tradisional Nusantara yang dibangun sedemikian rupa sehingga mampu mengantisipasi bencana-bencana alam yang mungkin terjadi, seperti banjir dan gempa bumi. Salah satunya adalah rumah gadang di Sumatra Barat.

Ada beberapa hal yang membuat rumah tradisional dari Minangkabau itu tahan terhadap gempa. Pertama, rumah gadang menggunakan pasak, tidak dipaku mati. Pasak inilah yang membuat rumah gadang ketika terjadi gempa tidak akan roboh. Saat goncangan terjadi, rumah dengan pasak akan ikut bergoyang mengikuti ritme gempa.

Kedua, di bagian bawah, tiang rumah gadang tidak langsung terhubung ke tanah. Di bawah tiang, terdapat batu sandi yang akan meredam getaran dari bawah saat terjadi gempa.

Ketiga, konstruksi atap dan badan rumah gadang juga membuatnya sebagai rumah anti gempa. Bentuk badan rumahnya segi empat dan membesar ke atas (trapesium terbalik).

Adapun atap rumah gadang seperti bentuk tanduk kerbau yang sisinya melengkung tajam ke dalam. Sedangkan bagian tengahnya rendah seperti perahu dan secara estetika merupakan komposisi yang dinamis. Menurut para ahli arsitektur, desain bangunan seperti ini merupakan konstruksi bangunan tahan gempa.

Di tambah lagi, atap rumah gadang yang terbuat dari ijuk yang ringan sehingga mengurangi beban bangunan.

Rumah gadang memang dibuat dengan berguru pada alam. Tak hanya indah, bangunan yang terbuat dari bahan-bahan alami ini dibuat dengan memperhatikan kondisi sekitar.

Sebelum proses pembangunannya, berbagai hal dipertimbangkan, seperti apakah aman dari banjir, longsor, ataupun galodo (banjir bandang). Juga diperhitungkan arah angin dan matahari. Setelah itu baru diperhatikan soal pemandangan.

Sebab itu, tak hanya indah, rumah gadang menunjukkan kearifan lokal yang dimiliki masyarakat Minangkabau. Belajar dari alam, mereka mampu merancang bangunan dengan kemampuan anti gempa.

Baca juga: Rumah Gadang Minangkabau, Sumatra Barat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

seventeen − thirteen =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.