Mengenal Kain Lunggi atau Kain Tenun Songket Sambas

125
Kain Lunggi
Foto: VIVA/Ngadri (Kalimantan Barat)

1001indonesia.net – Kain lunggi atau yang juga dikenal dengan nama songket Sambas merupakan salah satu kekayaan wastra Indonesia yang berasal dari Sambas, Kalimantan Barat. Kain tenun ini dibuat dengan peralatan tradisional dengan cara teknik ikat maupun teknik songket.

Kain lunggi sudah ada sejak masa pemerintahan Sultan Muhammad Tajudin, sultan Sambas ke-2 yang memerintah tahun 1668-1708. Suatu kali, Kesultanan Brunei memberi hadiah berupa seperangkat alat tenun kepada Raja Sambas. Sejak itu, kegiatan menenun semakin berkembang di Kerajaan Sambas.

Kain lunggi disebut juga kain bannang ammas karena salah satu bahan yang digunakan adalah benang yang berwarna kuning keemasan. Kain tenun khas Sambas ini dibuat dari benang dengan aneka warna, termasuk benang emas yang menjadi ciri khas kain tenun ini.

Di masa silam, pewarnaan benang dilakukan dengan proses pencelupan. Saat ini, proses pencelupan tidak lagi dilakukan karena sudah tersedia benang longsen maupun benang pakan dengan aneka warna sesuai kebutuhan.

Terdapat beberapa macam motif kain tenun Sambas, antara lain pucuk rebung, tabur melati, tabur bintang, bunga tanjung, bunga malek, serong pita berbunga, dan serong parang manang. Sebagian dari motif-motif tersebut berhubungan dengan aneka ragam flora yang hidup di alam Sambas.

Selain menggambarkan kekayaan flora, motif tenun songket Sambas juga menjadi simbol dari falsafah, nilai-nilai, dan pandangan hidup masyarakat Melayu Sambas. Motif tenun kain tradisional ini menjadi sarana bagi pewarisan nilai-nilai yang dipegang oleh masyarakat Sambas dari generasi ke generasi melalui karya yang dihasilkan.

Baca juga: Songket Palembang, Indahnya Wastra dari Bumi Sriwijaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

sixteen + sixteen =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.