Mencecap Nikmatnya Soto Nusantara

101
Soto Lamongan
Foto: ragamresep.vercel.app

1001indonesia.net – Soto merupakan salah satu makanan yang paling populer di Indonesia. Jenis masakan ini ada di banyak di daerah di Nusantara. Sebagai hasil dari akulturasi budaya, soto menggambarkan sifat masyarakat Nusantara yang mampu menyerap budaya luar kemudian mengolah dan memadupadankannya dengan budaya lokal sehingga sesuai dengan selera setempat.

Ketika Anda datang ke suatu tempat, cobalah kuliner soto khas daerah tersebut. Ini akan menambah kesan Anda pada tempat tersebut karena masing-masing daerah memiliki ciri khas cita rasanya sendiri. Ya … soto di Nusantara memang bervariasi, baik bahan racikan, cara penyajian, maupun cita rasanya. Namun, ada satu hal yang sama dari beragam soto tersebut, yaitu nikmatnya yang tak terlupakan.

Maka tak heran jika soto menjadi salah satu ikon kuliner unggulan Indonesia. Ada puluhan jenis soto yang ada di Indonesia. Biasanya soto-soto tersebut dinamakan sesuai dengan asal daerahnya, seperti soto madura, soto banjar, soto bandung, soto betawi, soto kudus, soto padang, dan soto surabaya.  

Dilansir dari Kompas.id, soto merupakan hasil akulturasi budaya yang telah menyebar luas dan mengakar dalam kuliner Indonesia. Sebarannya yang sangat luas dan ragamnya yang sangat banyak membuat kuliner satu ini dapat digunakan sebagai representasi budaya kuliner Indonesia.

Baca juga: Akulturasi Budaya dalam dalam Sajian Kuliner Indonesia

Setiap daerah mengembangkan varian sotonya sesuai dengan bahan dan bumbu yang ada di daerah tersebut. Selain itu, soto diminati masyarakat dari berbagai strata soaial dan beragam usia, membuatnya menjadi makanan bagi semua orang.

Kata soto berasal dari bahasa Tionghoa cao du. Cao bermakna ’rumput’, yang menyatakan penggunaan rempah-rempah. Sementara du merujuk pada ’perut/jeroan babat’ yang digunakan dalam masakan tersebut.

Dalam bahasa Hokkian, cao du berbunyi chau to, yang kemudian menjadi soto dalam pelafalan orang Indonesia. Berkembangnya kuliner ini diperkirakan mulai dari Semarang pada abad ke-19. Saat itu, Semarang yang menjadi tempat permukiman peranakan Tionghoa.

Dalam perkembangannya, soto yang awalnya kuliner Tionghoa, perlahan menjadi makanan yang digemari masyarakat lokal dan dijajakan berkeliling dari rumah ke rumah. Soto kemudian menyebar ke berbagai daerah. Seiring waktu berkembanglah berbagai varian soto sesuai dengan potensi daerah dan selera masyarakatnya.

Kuliner nusantara ini pun diakui dunia. Salah satu varian soto, tepatnya soto ayam, masuk ke dalam daftar 20 sup terenak dunia versi CNN yang dirilis pada Jumat, 26 Februari 2021.

Baca juga: Beragam Bumbu Daun dalam Kuliner Nusantara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

7 − three =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.