Laluga, Makanan Pokok Lokal asal Pulau Mianggas

50
Laluga
Laluga merupakan sumber karbohodrat bagi penduduk di Pulau Mianggas sebelum berkembangnya kebiasaan mengonsumsi nasi. (Foto: Tribun manado / Alpen Martinus)

1001indonesia.net – Pulau Mianggas di Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, yang terletak di ujung utara Indonesia memiliki makanan pokok lokal yang disebut laluga. Umbi-umbian itu menjadi makanan pokok dan sumber karbohidrat bagi masyarakat setempat sebelum berkembangnya kebiasaan mengonsumsi nasi.

Tanaman laluga berupa batang-batang hijau lunak yang menjulang lurus setinggi 1,5-2 meter. Daun-daunnya lebar dengan tulang daun menyirip sehingga sangat menyerupai talas (Colocasia esculenta), atau bete dalam Melayu Manado.

Dulu, sebelum ada beras di Mianggas, penduduk setempat mengonsumsi laluga sebagai makanan pokok. Sampai sekarang pun, mereka masih makan laluga, terutama ketika beras sedang langka. Jumlah penduduk di pulau yang berbatasan dengan Filiphina itu sekitar 800 orang saja.

Baca juga: Makanan Pokok Indonesia Selain Nasi

Dengan teksturnya yang keras, butuh sekitar 2,5 jam sampai 3 jam untuk merebus laluga hingga melunak. Laluga rebus itu bisa dinikmati bersama ikan cakalang yang diambil langsung dari laut lepas, rica, serta sayur gedi yang tumbuh liar hampir di semua bagian pulau seluas 3,2 kilometer persegi itu. Meski direbus tanpa bumbu, laluga sudah berasa gurih.

Dengan adanya laluga, masyarakat Mianggas tak pernah kekurangan pangan. Sebab, laluga banyak tumbuh dan tersebar di seluruh bagian pulau—kecuali sekitar sepertiga bagian yang merupakan area permukiman dan bandar udara—sekalipun kandungan kapur pada tanah di Miangas tinggi.

Saat ini, seiring berkembangnya kebiasaan makan nasi, konsumsi masyarakat Mianggas akan laluga berkurang. Namun, laluga tetap menjadi penyangga kebutuhan pangan masyarakat Mianggas, terutama ketika pasokan beras dari luar pulau tersendat.

Saat musim angin barat tiba, ombak di laut tinggi. Sebab itu, tak ada nelayan yang melaut dan tak ada perahu pengangkut bahan pokok yang merapat. Jadilah pasokan beras dan ikan makin menipis. Sebagai gantinya penduduk Mianggas mengonsumsi laluga dan kepiting.

Keberadaan laluga di Mianggas menjadi salah satu tanda kekayaan makanan pokok pengganti beras yang dimiliki Indonesia. Produk pangan lokal ini semestinya dibudidayakan dan dikembangkan.

Selain untuk menambah keragaman bahan pangan yang sangat berguna bagi kebutuhan dan keseimbangan gizi manusia, keberadaannya juga penting dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat setempat.

Baca juga: Sagu, Potensi Besar Tanaman Asli Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

seventeen + 19 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.