Kota Kuno Banten

614
Kota Kuno Banten
Istana Kaibon menjadi bagian dari Kota Kuno Banten. Istana ini diyakini dibangun oleh Sultan untuk Sang Ibunda. (Sumber gambar: indonesiakaya.com)

1001indonesia.net – Disebut dengan Kota Kuno Banten karena kawasan keraton Banten memang tidak dimaksudkan sebagai kawasan keluarga raja semata, melainkan keseluruhan tata kota berikut alur jalan dan air, serta fasilitas-fasilitas publik. Rangkaian Istana Kaibon, Istana Surosowan, Masjid Agung Banten, Vihara Avalokitesvara, dan Tasik Kardi menjadi penanda-penanda kawasan ini.

Kawasan ini dibangun dalam kurun waktu 1552 sampai dengan perang yang menghancurkan beberapa kompleks utama pada bagian awal 1800-an. Kawasan ini mencerminkan tema-tema kerajaan-pemukiman-fungsi sosial sebagaimana juga yang banyak dikembangkan di Nusantara.

Bentuk dan arsitektur bangunan menunjukkan tingkat peradaban yang tinggi. Hal tersebut tampak dari model fondasi dan penopang utama yang kuat, yang dimaksudkan untuk dapat berumur panjang. Tasik Kardi juga menunjukkan konsep kawasan yang disediakan sebagai sebuah penampungan air yang melewati beberapa penyaringan yang menjadi fungsi sosial. Bagi masyarakat, fungsi air tentu saja amat penting.

Istana Kaibon yang megah diyakini diperuntukkan bagi ibunda Sultan. Istana Surosowan yang luas dengan bekas-bekas pembagian ruang menunjukkan simbol dan fungsi utama Kesultanan. Masjid Agung Banten dengan menara seperti mercusuar dan dengan atap berlapis/bertumpuk.

Sementara Vihara Avalokitesvara menjadi tempat ibadah agama Buddha dan menjadi penanda interaksi Kerajaan Banten, para pedagang dan masyarakat dengan kelompok-kelompok pedagang dan ilmuwan China. Bangunan vihara amat indah dengan kekhasan warna merah, pagoda, atap lengkung, dan naga.

LEAVE A REPLY

eleven − three =