Kolintang, Orkestra Tradisional dari Minahasa

1173
Kolintang, Orkestra Tradisional dari Minahasa
Ibu-ibu DWP KBRI Singapura sedang bermain kolintang dalam resepsi diplomatik HUT RI ke-69. (Sumber foto: youtube)

1001indonesia.net – Di Afrika, ditemukan beberapa jenis perkusi yang menghasilkan bunyi bernada. Di Nusantara, kolintang mewakili perwujudan model perkusi tersebut. Bunyi dari kayu yang dibentuk dengan ukuran tertentu, dan ditempatkan dalam rangka yang menghasilkan resonansi atau dengungan, merupakan ciri utama kolintang.

Masyarakat Minahasa (Sulawesi Utara) membentuk kolintang sebagai sebuah “orkestra” dengan jenis bunyi yang berbeda yang biasanya terdiri dari soprano, basso, dan alto. Kolintang dimainkan baik sebagai lagu yang berdiri sendiri maupun untuk mengiringi sebuah lagu. (Untuk mengetahui lebih dalam mengenai orkestra tradisional di Nusantara baca juga Gamelan Jawa-Sunda-Bali)

Nelwan Katuuk memelopori kebangkitan kolintang. (Foto: kolintang.co.id)
Nelwan Katuuk memelopori kebangkitan kolintang.

Pembuatan kolintang memakan waktu karena membutuhkan akurasi nada. Biasanya dalam tangga nada diatonik. Kayu yang dipakai dapat berasal dari kayu telur, wenang, kakinik, atau bandaran. Jenis kayu yang agak ringan tapi cukup keras dengan serat kayu yang tersusun sedemikian rupa sehingga membentuk garis sejajar.

Dengan bahan kayu tersebut, capaian nada yang dapat dihasilkannya amat beragam. Hal ini mencerminkan sebuah orkestra unisono, namun dengan pola nada yang beragam dan dengan pola ketuk nada yang berbeda.

Awalnya, permainan musik kolintang erat kaitannya dengan kepercayaan orang Minahasa. Biasanya, alat musik ini dimainkan pada saat ritual adat untuk memuja leluhur. Alat musik ini kemudian sempat hilang dari masyarakat Minahasa karena desakan agama Kristiani yang masuk ke daerah itu.

Baru setelah Perang Dunia II, kolintang muncul kembali. Nelwan Katuuk yang memelopori kemunculan tersebut. Nelwan Katuuk adalah seorang tuna netra yang banyak menciptakan lagu-lagu daerah Minahasa. Ia menyusun kembali nada kolintang menurut susunan nada musik yang kita gunakan saat ini.

Dalam perkembangannya, alat musik tradisional ini bukan hanya menjadi alat musik yang populer di kalangan masyarakat Minahasa saja, melainkan juga pada kelompok-kelompok seni. Komposisinya menjadi beragam, mulai dari lagu-lagu daerah sampai dengan lagu yang didasarkan pada lagu pop.

LEAVE A REPLY

seventeen + five =