Kampung Adat Gollu dan Bodo Maroto

59
Kampung Gollu dan Bodo Maroto
Ilustrasi (Foto: pariwisata.sumbabaratkab.go.id)

1001indonesia.net – Gollu dan Bodo Maroto merupakan dua kampung tradisional yang terletak di Desa Kalembu Kuni, Kecamatan Kota Waikabubak, Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur.

Kedua kampung ini berbagi bukit yang sama. Gollu terletak di kaki bukit, sedangkan Bodo Maroto di puncaknya. Kedua kampung ini juga berperan dalam penyelenggaraan ritual suci Wulla Poddu.

Wulla Poddu berasal dari kata wulla yang berarti bulan dan poddu yang berarti pahit. Jadi, secara harfiah, Wulla Poddu berarti bulan pahit. Disebut pahit karena sepanjang bulan itu ada sejumlah larangan yang harus dipatuhi dan serangkaian ritual yang harus dijalankan. Intinya Wulla Poddu adalah bulan suci.

Banyak ritual digelar selama Wulla Poddu yang berlangsung antara bulan Oktober–November setiap tahun. Ada yang bertujuan memohon berkat, ada yang sebagai sarana mengucap syukur, ada yang bercerita tentang asal usul nenek moyang, dan ada pula yang menggambarkan proses penciptaan manusia.

Hampir semua wilayah di Sumba Barat merayakan ritual ini, tak terkecuali Kampung Adat Gollu dan Bodo Maroto.

Baik Gollu maupun Bodo Maroto sendiri memiliki pemandangan alam dan tata kampung yang menarik. Akan tetapi, sejarah, tradisi, dan rituallah yang menjadi daya tarik utama kedua kampung ini.

Rumah-rumah yang ada di sini bukan hanya sekadar hunian, tapi juga memiliki fungsi sosio-religius tertentu. Masing-masing rumah memiliki nama dan fungsi tersendiri, biasanya berkaitan dengan peran yang dijalankan sang pemilik rumah saat berlangsung upacara adat.

Selain itu, banyak benda sakral dan obyek pemujaan lain yang terdapat di kedua kampung ini. Namun, tak semua benda sakral tersebut dapat dilihat sembarang waktu. Sebagian besar hanya boleh dikeluarkan saat berlangsung upacara suci.

Dikabarkan Kampung Bodo Maroto pernah mengalami musibah kebakaran hebat pada Selasa (11/09/1018). Musibah tersebut menghanguskan 16 rumah adat milik masyarakat.

Kondisi Kampung Adat Bodo Maroto setelah dilanda kebakanan pada Selasa, 11 September 2018. (Foto: Liputan6.com/Ola Keda)

Baca juga: Marapu, Kepercayaan Asli Masyarakat Pulau Sumba

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

twenty + five =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.