Jogja Gangsa Nagari, Grup Karawitan Beranggotakan Mahasiswa Mancanegara

837
Jogja Gangsa Nagari
Grup karawitan Jogja Gangsa Nagari yang beranggotakan mahasiswa asing dari 22 negara tampil menutup pentas gamelan Gebyar Gangsa Agung Prambanan, Minggu (4/12) malam, di Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta. (Foto: KOMPAS/DIMAS WARADITYA NUGRAHA)

1001indonesia.net – Kesenian karawitan ternyata telah menjadi kesenian yang eksotik dan menarik. Buktinya, banyak mahasiswa-mahasiswi asing yang menyukainya. Mereka tergabung dalam grup karawitan bernama Jogja Gangsa Nagari.

Anggota grup karawitan yang dibentuk pada 15 Oktober 2015 ini berasal dari 22 negara, di antaranya Australia, Rusia, Tiongkok, dan Tanzania. Mereka berstatus mahasiswa di empat perguruan tinggi di Yogyakarta, yakni Universitas Gajah Mada (UGM), Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Berdirinya grup karawitan yang beranggotakan 44 mahasiswa ini berangkat dari kesadaran penggagasnya, KRMT Indro “Kimpling” Suseno, akan banyaknya mahasiswa asing di kota Yogyakarta telah terpikat pada kebudayaan tradisional Indonesia. Mereka bersemangat sekali belajar kebudayaan Nusantara.

Tercatat dalam data Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, terdapat sekitar 2.500 mahasiswa asing di Provinsi D.I. Yogyakarta. Mereka berstatus mahasiswa di 17 perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta.

Foto: kabarmagelang.com
Foto: kabarmagelang.com

Kesenian karawitan ternyata sudah menjadi kesenian yang eksotik dan menarik. Seni tradisional ini telah menarik segmentasi penggemar kelas menengah-atas sehingga mampu bersaing dengan kesenian hiburan yang lebih modern. Tidak heran jika banyak mahasiswa asing yang tertarik dan mau mempelajari kesenian karawitan khas Jawa.

Hal ini tentu membawa dampak positif bagi masyarakat Indonesia. Para mahasiswa asing yang aktif belajar dan mementaskan kesenian tradisional Indonesia itu akan menjadi inspirasi besar bagi masyarakat kita untuk lebih meningkatkan cinta serta pelestarian seni budaya leluhur.

Diharapkan juga, setelah menyelesaikan masa belajarnya di Indonesia dan kembali ke negaranya, mereka bisa menjadi duta wisata dan mempromosikan seni budaya Nusantara di negara mereka berasal. Tentu ini akan membuat budaya tradisional Indonesia lebih dikenal lagi di mata dunia.

Pada Minggu malam, 4 Desember 2016, Jogja Gangsa Nagari tampil perdana sebagai penutup pentas di Panggung Kinara Kinari Ramayana Prambanan dalam program Gebyar Gangsa Agung Prambanan di Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta. Mereka kemudian tampil dalam rangkaian pembukaan Borobudur Cultural Feast (BCF) 2016 di Taman Lumbini, Kompleks Taman Wisata Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, pada Sabtu 17 Desember 2016, siang.

Sumber:

  • Dimas W. Nugraha, “Jogja Gangsa Nagari: Menjadi Duta Wisata Lewat Kesenian,” dalam Kompas, Selasa, 10 Januari 2017.
  • http://borobudurculturalfeast.com/index.php/2016/11/16/jogja-gangsa-nagari-meriahkan-bcf/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

3 × one =