Golok Ciomas, Senjata Khas Jawara Banten yang Melegenda

79
Golok Ciomas
Foto: bisnisbandung.com

1001indonesia.net – Golok ciomas merupakan senjata khas dari Banten. Bentuknya seperti golok pada umumnya. Senjata tajam yang dipercaya memiliki kekuatan magis ini digunakan para jawara Banten sejak zaman kesultanan dulu.

Nama ciomas  diambil dari wilayah tempat pembuatannya. Ciomas merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Serang. Letaknya sekitar 20 kilometer dari Kota Serang.

Masyarakat banten biasa menyebut golok dengan istilah bedog. Golok merupakan perkakas yang umum dipakai dalam kegiatan pertanian dan pertukangan.

Golok ciomas merupakan jenis bedog yang khusus digunakan sebagai senjata. Bagi masyarakat Banten secara umum, golok ciomas diyakini memiliki nilai magis sebagaimana halnya keris bagi masyarakat Jawa. Golok ini dibuat dengan ritual khusus dan dilakukan pada waktu-waktu tertentu

Baca juga: Keris, Fungsinya Lebih dari Sekadar Senjata

Golok ciomas hanya dibuat pada bulan Maulud atau bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Seperti diketahui, mayoritas masyarakat Banten beragama Islam. Waktu kelahiran nabi memilik makna tersendiri.

Berbeda dengan pembuatan golok perkakas, golok ciomas melewati ritual tertentu. Ritual khusus bisa berupa puasa dan pembacaan doa-doa khusus atau tawasulan sebelum golok dibuat. Si pandai besi pun harus terlebih dahulu berziarah ke tokoh-tokoh spiritual dan pendekar Banten.

Penempaan besi bahan golok ciomas juga hanya menggunakan godam atau penempa khusus bernama Ki Denok. Godam pusaka ini merupakan hadiah dari Sultan Banten. Saat menempa, pandai besi akan membaca doa-doa khusus.

Bahan yang digunakan juga berupa besi khusus dari Desa Pondok Kahuru dan Bojong Honje. Besi inti atau besi khusus tersebut merupakan peninggalan zaman Kesultanan Banten yang terkubur di daerah Ciomas.

Untuk mendapatkan besi inti tidak mudah mesti melalui Riyadhoh, yakni melakukan wiridan dan puasa jauh-jauh hari sebelum bulan Maulud.

Air yang digunakan untuk merendamnya pun harus berasal dari Ciomas. Sementara bahan campuran untuk membuat golok ciomas sebanyak tujuh campuran dan paling sedikit lima campuran. Bahan campuran ini dirahasiakan oleh pandai besi yang membuatnya.

Karena pembuatannya yang tidak sembarangan ini, tidak semua orang dapat memiliki golok ciomas. Dibuat dengan ritual khusus, penggunaan golok ini hanya untuk menjaga kebaikan. Golok ciomas boleh tidak digunakan sembarangan apalagi untuk melakukan kejahatan.

Perawatan golok ini juga memerlukan ritual khusus. Tradisi pencucian golok ciomas dilaksanakan setiap tanggal 12 Rabiul Awal. Tradisi tersebut menjadi acara rutin yang dilaksanakan satu tahun sekali dan dihadiri oleh seluruh pemilik golok Ciomas.

Para pemilik berkumpul di Gunung Karang, Banten. Seluruh golok dikumpulkan, dan secara bergiliran dicuci dengan air yang sudah dicampur kembang tujuh rupa dan ditempa oleh palu pusaka “Si Denok”. Ritual tahunan pencucian golok ini juga berfungsi sebagai sarana silaturahmi para pemilik golok ciomas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

1 − one =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.